Duh, sudah semester akhir mau enggak mau harus banget nih kita ketemu sama si ''mahluk mengerikan" yang terdapat di bangku perkuliahan, siapa lagi kalau bukan kehadiranmu wahai Skripsi.

Sebagai mahluk yang paling diberikan kesempurnaan di muka bumi, manusia diwajibkan untuk menempuh pendidikan agar dapat memiliki kualitas sumber daya manusia yang lebih baik untuk kedepannya. Pendidikan yang terdapat di negara berkembang khususnya (Indonesia) mewajibkan pendidikan ditempuh selama kurang lebih 9 tahun. Bagi mereka yang sudah menyelesaikan pendidikannya di bangku sekolah menengah atas, minoritas akan lebih memilih untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah mereka dapatkan, namun secara umum terdapat banyak mereka yang lebih memilih untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu perguruan tinggi baik itu negeri ataupun swasta.

Setelah para ex-student sudah menyelesaikan tanggung jawab selama 9 tahun dalam bidang pendidikan, mereka akan memasuki dunia perkuliahan yang sangat jauh seperti hal nya dunia mereka pada saat menempuh pendidikan di sekolah. Dunia perkuliahan mengajarkan kita untuk menjadi indivindu yang lebih mandiri, dan tidak bergantung dengan orang lain. Tugas semester 1 yang masih bisa membuat diri ini bersantai ria memang mengasyikan, namun di satu sisi semakin berjalannya waktu, kita akan semakin memijaki tingkatan semester yang lebih tinggi lagi. Sampai pada akhirnya, kita akan dipertemukan oleh sosok mahluk yang menurut mahasiswa lebih menyeramkan dari apapun, siapa lagi kalau bukan Skripsi.

Dalam menyusun Skripsi membutuhkan waktu yang cukup lama, karena tahapannya yang harus sistematis dan sesuai dengan peraturan yang ada di kampus, baik mengajukan judul, konsultasi dengan dosen pembimbing, revisi yang tiada henti, sampai pada akhirnya seminar skripsi yang membuat pundak ini sedikit merasa lega. Menyelesaikan Skripsi dengan cepat bukanlah hal yang tidak mungkin, karena ada pepatah yang menyebutkan Nothing Impossible but I'm Possible. Berikut tips agar dapat menyelesaikan Skripsi dengan cepat dan tepat.

1. Jangan Pernah Malas dan Jangan Suka Menunda Apapun.

Duh, males banget ih ! via http://tumblr.com

Rasa malas dalam mengerjakan Skripsi pasti akan melanda mahasiswa dimanapun ia berada, itu bukan perkara mudah untuk menangkisnya. Rasa malas hadir karena indivindu yang tidak mempunyai motivasi kuat agar apa yang ia sedang kerjakan akan cepat terselesaikan, bagaimana mau menyelesaikan Skripsi kalau penyakit yang selalu ada dalam diri setiap manusia ini belum dapat kita ajak kompromi, yuk coba jadi orang yang rajin!

Jangan pernah menjadi seseorang yang selalu menunda, sekecil apapun hal yang pada saat itu ada dihadapkan kita, baik itu mudah ataupun sulit hadapi dan lakukan, bagaimana mau menyelesaikan Skripsi dengan cepat kalau kita masih menjadi mahasiswa yang suka menunda apapun?

2. Jangan Pesimis

Pesimis atau Optimis Pilihanmu? via http://tumblr.com

Advertisement

Jangan pernah memiliki mindset seorang yang pesimis dalam menyelesaikan Skripsi, karena itu sama saja dengan kamu menyerahkan nyawa kamu ke algojo untuk segera dihabisi, uh menyeramkan bukan? So what should we do? yaaaah change it to be better lah ya, semisal kita yang emang bukan mahluk sempurna pasti ada saja yang namanya hal negatif menyelinap di diri kita, but enggak selamanya semua itu menjadi hal yang jelek bukan. Gimana sih caranya merubah agar diri ini menjadi orang yang memiliki optimism yang tinggi? Kamu bisa melakukannya dengan bergaul sesama teman kamu yang sama-sama sedang menyelesaikan Skripsi, dan pastinya yang semangat dan rajin yah biar kita kebawa, soalnya kan ada pepatah yang menyebutkan kalau bergaul sama tukang parfum pasti kita akan ikutan wangi bukan? Hihihi tinggal kamu mau memilih mindset, mau jadi orang pesimis atau selalu optimis.

3. Harus Kuat Tekanan Karena Skripsi

Pak, Bu bantu Saya Cepat Lulus Nggih? via http://kaskus.com

Satu pendapat yang dibenturkan oleh berberapa dosen pembimbing bukanlah perkara mudah untuk dipersatukan, butuh waktu dan usaha yang cukup keras agar kita bisa meluluhkan hati dosen pembimbing yang merupakan penentu terbesar agar kita dapat menyandang gelar sarjana, yah dosen pembimbing memang bertugas untuk membantu mahasiswa tingkat akhirnya agar dapat menyelesaikan Skripsi dengan baik, namun terkadang banyak mahasiswa yang tertekan karena revisi tak kunjung usai.

Tipe mahasiswa yang lembek akan tekanan memang contoh mahasiswa yang tidak akan menampar target untuk cepat menyelesaikan Skripsi, terkadang sebagai seorang mahasiswa yang memiliki ideologi yang kuat memang bukan perkara mudah, apalagi kalau kita merupakan mahasiswa yang idealis, mati saja kalau berhadapan dengan dosen pembimbing dan kamu terlalu keras kepala jika dosen pembimbingmu memberikan masukan. So what should we do? Yah kewajiban kita sebagai anak dari seorang dosen pembimbing memang harus mematuhi apa yang ia anjurkan, mau tidak mau, suka tidak suka, yah kita harus meng "iya" kan apa yang dia berikan untuk kita. Toh, dibalik revisi yang tidak ada berhenti-hentinya dosen masih memiliki hati yang murni kok untuk memberikan kalimat surgawi yaitu "acc" bagi para anak bimbingannya. Hanya saja, dengan penuh tekanan dan gak meng "acc" begitu saja. Kenapa sih dosen gak gampang memberikan "acc" ? Yah, karena kita selama menyusun skripsi memang harus seperti itu prosesnya, di lain sisi dosen pun ingin memberikan pelajaran bahwasannya di dunia sana banyak tekanan yang lebih keras daripada tekanan dari dosen pembimbing, so kita pun dilatih untuk memiliki sifat harus kuat tekanan, toh revisi pasti akan berlalu juga kan, jalani saja. Yakin usaha sampai !

4. Perbanyak Diskusi dengan Dosen Pembimbing, Teman Seperjuangan dan Baca Buku Berbahasa Asing

Diskusi asyik kok, main sama temen sambil ngerjain skripsi juga asyik, baca buku asing? why not! via http://tumblr.com

Diskusi memang hal yang gak semua orang sukai, mayoritas banyak orang yang malas untuk melakukan diskusi apalagi diskusi tentang hal yang berbau serius, iya bukan mayoritas loh ya. Nah, kalau kamu sedang menyelesaikan Skripsi jangan pernah menghindari apa yang namanya diskusi, because that is so important guys.

Hasil karya tulis kita memang gak akan diterima langsung oleh dosen pembimbing, maka dari itu perbanyak lah diskusi oleh beliau, galih segala informasi atau tanyakan hal-hal yang beliau paham dengan fokus penelitian kita, sekalian buat hubungan baik dengan dosen agar ia juga menganggap kita mahasiswa yang rajin, bukan sok kenal sok dekat yah!

Kedua, diskusi dengan teman seperjuangan memang hal yang sangat mengasyikan, apalagi jika kita mencurahkan isi hati kita saat mengerjakan Skripsi. Tapi jangan cuma curhat yah, coba deh cari teman yang paham akan materi kita atau yang sesuai dengan keilmuan kita, biar kita bisa dapat masukan baiknya gimana yah skripsi ini biar cepet dapat "acc" dari dosen pembimbing.

Ketiga, sumber referensi merupakan hal yang tidak dapat dihindari bagi seorang mahasiswa. Mau gak mau, suka gak suka yah kita harus mau yang namanya baca. Terus kamu kalau gak mau baca mau nulis Skripsi full pendapat kamu apa kayak ngerjain soal ujian akhir? Ya enggak bisa! Butuh referensi untuk menunjang Skripsi memang harus kita jalani, namun terkadang banyak hambatan yang menghampiri seperti sulitnya menemukan referensi yang kita cari, sekalinya ketemu eh bahasa asing! Duh, gak usah dibuat pusing jaman sudah maju coba buka alfalink atau kamus online di google itung-itung sambil mengasah vocabullary kita dalam bahasa asing, inget – inget sambil menyelam minum air juga hehehe.

5. Punya Target, dan Keseriusan itu Perlu, Cukup Sisihkan 60% sisanya Selow 40% Biar Happy Mengerjakannya

Serius boleh, tapi dilengkapi dengan kewolesan agar lebih baik dan gak stress amat yaaaa! via http://tumblr.com

Kalau kamu mahasiswa akhir, dan kamu gak punya target skripsi? Sama aja bunuh diri. Mau gak mau kita harus punya target pencapaian, semisal dalam mengajukan proposal harus dalam waktu 1 bulan atau 2 bulan sampai sidang seminar proposal Skripsi, terus kedepannya 3 bulan untuk penelitian sekaligus menulis bab 3-4-5 dan juga pengajuan draft, yah minimal skripsi 5 bulan bisa selesai lah ya. Target itu perlu, apalagi itu bisa jadi patokan kita untuk cepat menyelesaikan Skripsi, juga sebagai allert atau pengingat disaat kita malas.

Serius? Boleh lah coba takarin 60 % aja biar kamu bisa punya target untuk menyelesaikan skripsi. Kalau gak serius kebanyakan main yah mau kapan selese nya itu skripsi? Tapi jangan menakar angka keseriusan lebih kecil dari pada angka kewolesan yah. Kita juga harus punya sikap woles yang cukup, yah 40 % ajalah biar kita gak stress banget menyelesaikan skripsi kita.

6. Minta Restu, Doa dari Yang Maha Esa dan Tak Lupa Orang Tua

Permudah dan Jangan Persulit ya Allah SWT. Mah, Pah doakan yah biar diri ini sukses. via http://tumblr.com

Jangan pernah kalian meremehkan the power of prayer, jangan pernah sama sekali. Because it totally works! Kalau usaha gak di iringi dengan doa itu ibarat kamu puasa tapi kamu gak pernah mengerjakan ibadah lima waktu, percuma dan gakan berguna. Sooo, jangan pernah lupa memohon untuk Nya agar diberikan kemudahan dalam menyelesaikan Skripsi, agar cepat sesuai target dan apa yang kita inginkan.

Terus jangan lupa minta doa restu orang tua, orang tua itu kan bagian dalam kehidupan kita yang sudah mengantarkan kita untuk mengecap bangku perguruan tinggi, dan mereka akan jadi orang yang bangga apabila anaknya sukses kelak, apalagi suksesnya diantarkan dengan doa-doa yang sudah mereka panjatkan. So, jangan abaikan hal yang satu ini yah, ini penentu terbesar dari apapun, tapi harus usaha juga yah gak cuma doa doang, agar doa usaha dan ikhtiharnya seimbang dan pasti deh dijamin 5 bulan skripsi kamu bisa selesai asal konsisten sama hal-hal yang sudah disebutkan diatas yah!