Jika ada pertanyaan tentang kapan waktu terbaik untuk traveling, jawaban terbaiknya adalah kapanpun saat usia kita masih 20-an tahun. Di usia ini kita masih punya waktu untuk bertualang dan kebutuhan yang harus dipenuhi juga belum terlalu kompleks.

Seseorang yang telah menikah tentu saja berbeda dengan mereka yang masih single. Ada banyak tanggung jawab yang harus dipenuhi jika kita sudah memiliki ikatan pernikahan. Entah itu tanggung jawab sosial atau tanggung jawab keluarga.

Jadi, sebelum memutuskan untuk menikah, sebaiknya sering-sering lah traveling. Berikut ini ada beberapa destinasi yang bisa kamu kunjungi sebelum menikah.

 

1. Goa Jomblang di Jogja

Goa Jomblang merupakan gua vertikal dengan hutan purba yang rapat di dasarnya. Sebuah lorong sepanjang 300 m yang dihiasi dengan ornamen gua yang indah akan membawa Anda menuju tempat di mana bisa menyaksikan cahaya surga.

2. Pulau Wayag di Papua

Pulau Wayag

Pulau Wayag via http://s.kaskus.id

Kumpulan bukit dan gunung karst yang berada di tengah laut inilah yang menjadi ikon Raja Ampat. Karena keindahannya dan hanya ada di Raja Ampat tidak salah jika Wayag menjadi destinasi utama para wisatawan untuk pergi ke Raja Ampat. 

3. Pulau Kakaban di Kalimantan Timur

Pulau Kakaban adalah salah satu pulau unik yang berada di Kepulauan Derawan, Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Pulai ini merupakan pulau karang yang mempunyai laguna di tengah-tengahnya. Bentuk Pulau Kakaban sangat unik karena menyerupai angka sembilan dengan danau di bagian tengahnya, sehingga pulau ini terlihat seperti sedang memeluk danau. Oleh karena itu pulau ini dinamai Pulau Kakaban oleh penduduk sekitar. Kakaban diambil dari bahasa Suku Bajo yang berarti memeluk. Pulau Kakaban sudah terbentuk sejak ribuan tahun lalu. 

4. Desa Waerebo di Flores

Desa Waerebo

Desa Waerebo via http://images.detik.com

Desa Wae Rebo di Flores yang terletak pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut ini layaknya sebuah surga yang  berada di atas awan. Di sini dapat kita jumpai rumah adat yang hanya terdiri dari 7 buah di mana telah bertahan selama 19 generasi. Terbuat dari kayu dengan atap dari ilalang yang dianyam. Bentuk Mbaru Niang mengerucut ke atas, sebuah arsitektural tradisional yang sangat unik.
 

5. Air terjun Madakaripura di Probolinggo

 Air terjun ini adalah salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun setinggi 200 meter ini merupakan air terjun tertinggi di Pulau Jawa dan tertinggi kedua di Indonesia. Air terjun Madakaripura berbentuk ceruk yang dikelilingi bukit-bukit yang meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, 3 di antaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi.

6. Pulau Bair di Maluku

Pulau Bair memiliki keunikan dan daya tarik yang berbeda dengan pulau pulau kecil disekitarnya, yaitu memiliki 2 teluk dengan air laut jernih dan tenang, vegetasi mangrove dan tebing batu. Sekilas Pulau Bair mirip dengan Raja Ampat Papua tapi dalam skala kecil. Pulau Bair juga sebagai tempat hidup anak ikan Hiu jenis Blackpit.
 

7. Air Terjun Tingkat Tujuh di Aceh Selatan

Air Terjun Tingkat Tujuh

Air Terjun Tingkat Tujuh via http://beautiful-indonesia.umm.ac.id

Air terjun tujuh tingkat ini secara geografis masuk di wilayah Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Propinsi Aceh. Jarak antara tingkat satu sampai dengan tingkat terakhir cukup dekat, tidak butuh waktu yang lama untuk sampai di tingkat terkahir (tujuh). Kurangnya promosi dan lokasinya yang cukup jauh dari kota besar, membuat tempat wisata Air terjun tujuh tingkat ini kurang populer.