Anak-anak itu bagaikan malaikat yang bisa mengajarkan kita banyak hal agar hidup lebih baik. Meskipun terkadang mereka nampak seperti si kecil yang nakal, namun mereka mampu menunjukkan hal-hal yang cenderung membuat kita lupa ketika tumbuh dewasa.

Menurut Paulo Coelho, seorang anak mengajarkan orang dewasa dengan 3 hal, yaitu menjadi bahagia tanpa alasan, selalu sibuk dengan sesuatu, dan bagaimana berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

Namun diluar 3 hal itu, banyak yang bisa kita pelajari dari anak-anak yang dapat memberi warna baru pada kehidupan orang dewasa. Menjadi dewasa itu memang pilihan, tapi jika dibandingkan dengan anak-anak, hidup orang dewasa cenderung lebih mudah frustasi dan merasa hal negative lainnya. Bahkan diantara kita ada yang masih menginginkan untuk kembali ke masa kecil.

 

1. Bagaimana memaafkan

Ketika anak-anak marah atau kecewa, itu hanya untuk beberapa waktu aja, kemudian mereka lupa. Mereka memaafkan dan melupakannya begitu mudah. Menurut Dag Hammarskjold, memaafkan adalah jawaban terhadap sebuah keajaiban dari mimpi anak-anak, yang mana apa yang sudah rusak bisa dibuat utuh kembali dan apa yang sudah kotor bisa dibersihkan kembali.

2. Tidak ada rasa takut untuk bermimpi besar

Coba perhatikan, ketika kita bertanya kepada anak-anak, “kamu ingin jadi apa?”, “apa cita-citamu?”, lalu mereka menjawab, ada yang ingin jadi dokter, guru, polisi, pilot, arsitek, dst. Seolah-olah impian itu tidak memiliki batasannya. Namun ketika beranjak dewasa, semua impian itu terkubur dan muncul pertanyaan “kenapa dulu aku tidak berusah keras?”, “kenapa dulu aku tidak serius?”, kenapa…dan kenapa. Impian-impian itu tidak ada yang mustahil, buktinya ada muncul rasa penyesalan yang menandakan sebenarnya mampu, namun menyerah karena takut. Mereka mengajarkan kita bahwa semua mimpi itu adalah mungkin.

3. Kreatif

Seberapa sering kita melihat anak-anak larut dalam proyek kreatif selama berjam-jam pada suatu waktu? Menggambar, bermain dengan tanah liat, membangun istana pasir, mengarang suatu cerita, dll. Untuk beberapa alasan, seiring bertambahnya usia, kita berhenti melakukan kegiatan kreatif yang bermanfaat. Berapa banyak orang dewasa, selain seniman, menggambar secara teratur? Berapa banyak orang dewasa yang menjadi penulis atau membuat karya tulisan? orang dewasa cenderung memiliki pikiran terlalu rumit dan banyak pertimbangan untuk melakukan sesuatu. Sedangkan anak-anak melakukannya hanya untuk bersenang-senang, tanpa memikirkan bagus atau tidaknya.

4. Tertawa setiap hari

Tertawa itu bisa melupakan semuanya

Tertawa itu bisa melupakan semuanya via http://www.iredellsmartstart.org

"Satu hari tanpa tertawa adalah satu hari yang terbuang sia-sia." - Charlie Chaplin

Anak-anak memiliki kemampuan untuk menemukan sukacita di sekitar mereka dan mereka melihat kekonyolan di mana-mana. Meskipun mereka baru saja dimarahi atau mengalami sesuatu yang membuat mereka sedih, mereka masih mampu tertawa dan melupakan semua kesedihannya dengan mudah.

5. Mencoba pengalaman baru tanpa menunggu hingga siap sepenuhnya

Mencoba hal-hal baru

Mencoba hal-hal baru via http://www.njfamily.com

“jangan batasi diri, kamu bisa melakukan apapun yang kamu inginkan tanpa harus menunggu siap.”

Anak-anak tidak pernah mencoba menunggu sampai mereka mendapatkan ilmu tentang bagaimana bersepeda. Mereka memiliki keinginan untuk bisa mengendarai sepeda, kemudian mencoba bagaimana bisa mengendarai sepeda, walaupun awalnya terjatuh. berbeda dengan orang dewasa yang sedkit terobsesi dengan keamanan. Anak kecil mengajarkan kita bahwa untuk bergerak maju tidak harus menunggu siap sepenuhnya.

6. Rasa keinginan yang kuat dan antusias

rasa ingin tau mereka lebih kuat daripada orang dewasa

rasa ingin tau mereka lebih kuat daripada orang dewasa via http://www.unawe.org

Anak kecil memiliki banyak pertanyaan dari apa yang dilihat maupun yang dirasakannya. Bahkan membuat kita kualahan untuk menjawab pertanyaan yang muncul dari setiap jawaban yang kita berikan. 

7. Apa adanya dan cuek

tetap fokus apa yang sedang dilakukannya

tetap fokus apa yang sedang dilakukannya via http://childcare.oxfordcounty.ca

Anak-anak tidak pernah memikirkan diri mereka cantik, jelek, ataupun ganteng. mereka tidak kenal dengan kata-kata seperti itu. Mereka bebas melakukan apapun dan bahkan mereka tidak menghiraukan apa tanggapan orang-orang disekitarnya dan mereka tetap sibuk dengan mainannya.

Anak kecil adalah pembelajar sejati. Mereka memiliki keinginan yang kuat dan tidak  ada rasa takut untuk melakukan apapun.