Bukan hal mudah mungkin yang kamu rasakan menjadi "mahmud abbas" atau mamah muda anak baru satu, semua serba baru. Pengalaman pertama menikah, melahirkan, menyusui dan melalui berbagai fase sebagai ibu. Mungkin ada beberapa di antara kamu yang masih bisa bekerja meskipun telah menyandang gelar di atas. Namun tidak sedikit yang terpaksa menjadi ibu rumah tangga dan melepas karir demi anak dan keluarga.

Berat memang tapi semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing bila disikapi secara bijak. Kenapa sih menjadi "mahmud abbas" harus memikirkan investasi? Kenapa tidak dinikmati saja toh ada suami yang bekerja, apalagi bila istri juga bekerja?

Banyak alasan karena menjadi "mahmud abbas" ibaratnya kita akan membangun pondasi bangunan, bila itu sukses kedepannya akan lancar. Selain itu suami yang menjadi tulang punggung keluarga belum tentu selamanya sehat, bekerja dengan pendapatan yang bagus ataupuun kemungkinan teruruk bercerai. Oleh karena itu sebagai seorang "mahmud abbas" yang cerdas perlu menyiapkan tabungan untuk keluarga, investasi dan program jangka panjang.

Jangan kuatir, asal kamu telaten, semuanya bisa!

1. Investasi perlahan terhadap bahan-bahan pokok, sebelum harganya melambung tinggi

bahan pangan via https://elshinta.com

Investasi pangan atau bahan pokok perlu dilakukan oleh seorang "mahmud abbas" mengingat pangan dan kebutuhan pokok adalah ibarat mesin bagi rumah tangga. Untuk menghemat pengeluaran dan mencegah resiko adanya kenaikan harga maka bisa dilakukan investasi pangan atau kebutuhan pokok dalam dua bentuk:

Investasi dalam bentuk fisik seperti:
Melakukan pembelian sembako saat harga-harga murah (mengantisipasi naik saat lebaran)

Membeli popok dan susu secara partai besar untuk 6 bulan (bisa mendapatkan diskon lebih murah)

Melakukan investasi dalam bentuk cash :
Setiap minggu dilakukan penyisihan uang belanja sebagai tabungan untuk pembelian kebutuhan pokok.

2. Buat rumah yang sekarang ditinggali sebagai ‘ladang’ uang. Begini caranya!

rumah idaman via https://nytimes.com

Rumah bisa dikatakan merupakan investasi jangka panjang. Tapi sadarkah kamu, bahwa rumah yang sedang kamu tempati bisa mendatangkan income bukan hanya tempat tinggal?

Advertisement

– Kamu bisa menyewakan beberapa kamar untuk kost-kost'an
– Bisa juga sebagian ruangan digunakan untuk ruko atau display karya seni kamu
– Garasimu pun bisa digunakan untuk tempat posyandu dan kamu bisa memberi harga sewa murah
– Bisa juga kamu jadikan tempat les bahasa atau mengajar mengaji.

Banyak 'kan?

3. Daripada nganggur tak terpakai, manfaatkan mobil atau motormu untuk menjadi kendaraan penjemput anak-anak sekolah

cantik, mobilnya via https://nytimes.com

Suami pergi bekerja, kamu di rumah bersama si kecil dengan pembantu. Mau buat kreatifitas atau DIY (do it yourself) seperti di internet tidak jago. Memasak donat saja gagal apalagi mencoba membuat rainbow cake.

Eits, masih banyak kesibukan yang bisa kamu lakukan selain mengurus si kecil. Mobil di rumah atau motor yang menganggur bisa kamu gunakan sebagai ojek  untuk antar jemput siswa SD, TK atau PAUD di komplek kamu. Sedikit jalan-jalan dan uang tambahan bensin pun bisa kamu dapatkan dengan senang hati. Hubungan dengan tetangga komplek pun akan semakain erat.

Jangan gengsi!

4. Mendidik dan memberi bimbingan penuh terhadap anak juga merupakan investasi jangka panjang yang tak ternilai harganya

Lho, kok anak diinvestasikan?

Investasi anak bukan berarti kamu menghasilkan anak kemudian menjualnya. Di sini investasi anak adalah dengan memberikan perhatian penuh dan menyiapkan pendidikannya hingga dewasa, kesehatannya, kebutuhan pangan dll.

Investasi anak di sini adalah investasi jangka panjang yang nanti ketika anak sudah dewasa, orang tua bisa ikut merasakan kesuksesannya, maksudnya dengan mendidik anak sebaik-baiknya.

5. Pendidikan juga penting buat para ibu. Di masa depan, ini bisa ‘investasi’ berharga

pendidikan via https://youngisthan.in

Investasi pendidikan di sini adalah ditekankan bagi sang ibu. Kenapa begitu?

Meskipun sang ibu lebih banyak di rumah ibu harus tetap cerdas, karena yang menginspirasi dan membangun kepribadian seorang anak adalah seorang ibu yang cerdas.

Jadi jangan ragu lagi untuk mengerjakan link budget telco, anatomi atau ekonomi makro yang dulu kamu kerjakan di lab. kantor. Bukan tidak mungkin nanti setelah anak-anak mulai tumbuh dewasa kamu bisa berkarir lagi dalam bidang yang kamu geluti. Jangan biarkan otak kamu tumpul, minimal dengan membaca buku atau mengisi TTS, membuat tutorial dan game.

6. Haram hukumnya buat para ibu muda yang cuma berdiam diri di rumah saja. Buatlah sebuah prakarya, Mom!

Waktu senggangmu cukup banyak selain mengurus si kecil?

Oke mulailah berkreasi dengan hal yang kamu minati. Melukis, menjahit, membuat kue atau coba-coba bermain make-up. Bisa jadi hobi yang awalnya hanya coba-coba bisa menjadi besar dan bahkan menjadi alternatif penopang ekonomi keluarga nanti saat suami sudah pensiun.

Jadi ayo mulai sekarang jangan malas untuk mencoba berbagai tutorial yang ada. Salon favorit, bakso langganan dan toko kue andalan kamu dulunya juga berawal dari coba-coba. Dengan mencoba kamu telah mengambil satu langkah investasi.

7. Karena zaman sudah modern, cobalah untuk berjualan online atau membuka ‘garage sale’ baju bekas

Kamu memang tak setenar dan sekaya Victoria Beckham atau Kate Middleton yang juara sebagai public figure dan business woman. Tapi peranmu dalam menyupport suami dan tumbuh kembang anakmu menjadikanmu tokoh central dalam keluarga. Bisnis yang kamu geluti baik baju, makanan dll merupakan investasi yang bisa menyupport keluarga. Namun prioritasmu terhadap keluarga jangan sampai di nomer duakan.

Mamah muda mulai berinvestasi? Sepertinya bukan hambatan lagi! Ayo mulai kesampingkan egomu untuk belanja ini itu dan lebih memilih berinvestasi. Masa depan yang menjanjikan dimulai dengan cerdas berinvestasi mulai sekarang. Semangat, Mom! 🙂