Isu Global Warming sudah menjadi frasa yang sangat popular beberapa tahun terakhir ini. Mungkin kitapun sudah bosan mendengarnya. Bukan hanya isu, efeknya pun sudah semakin jelas kita rasakan.

Kenaikan permukaan air laut akibat mencairnya es di Kutub Utara dan Selatan. Belum lagi, perubahan cuaca ekstrim yang bukan hal yang aneh lagi jika terjadi di masyarakat. Bagaimana kita mengatasinya? Apakah kita hanya akan tinggal diam menyaksikan bumi tempat tinggal kita 'menderita'?

Berikut ini adalah cara-cara sederhana supaya kita dapat ambil bagian untuk menyelamatakan bumi kita.

 

1. Kurangi pemakaian plastik saat berbelanja.

Bawa tas sendiri

Bawa tas sendiri via http://www.zoyajeans.com

Salah satu cara paling sederhana untuk mengurangi efek global warming adalah dengan mengurangi sampah plastik yang kamu hasilkan sehari-hari. Sampah plastik yang menumpuk sangat sulit terurai, dibutuhkan waktu 10-20 tahun untuk menguraikan sampah plastik secara alami.

Kalau kamu berbelanja ke minimarket, untuk sekedar membeli snack atau minuman, kamu bisa menolak untuk memakai plastik kantok untuk membungkus belanjaanmu. Kamu bisa memasukkan belanjaanmu itu ke dalam tasmu, atau bawa saja dengan tanganmu.

Walaupun sangat sederhana, jika semua orang membiasakan melakukan hal ini, sangat berefek besar untuk mengurangi sampah plastik yang menumpuk.

2. Sediakan tempat sampah dalam kendaraanmu.

Jangan dibuang ke jalan

Jangan dibuang ke jalan via http://www.blog-netizen.com

Sediakan juga tempat sampah kecil dalam mobilmu. Hal ini akan sangat mengurangi godaan untuk membuang sampah di jalanan. Selain itu juga kendaraanmu akan terlihat lebih apik dan bersih dengan tidak ada sampah yang berserakan dimana-mana.

Salah satu kota yang dengan tegas telah menghimbau warganya untuk menyediakan tempat sampah di dalam mobil adalah Kota Bandung. Walikota Bandung, Kang Emil, mencanangkan peraturan ini di Kota Bandung dengan tujuan untuk menjaga Kota Bandung tetap bersih, apalahi saat akhir pekan, saat banyak kendaraan-kendaraan yang berjubel masuk ke dalam kota.

Bahkan, demi mempertegas peraturan ini, pemerintah daerah Kota Bandung juga memberlakukan denda untuk kendaaraan yang tidak menyediakan tempat sampah di dalam kendaraannya.

3. Kantongi sampahmu.

Buang sampah pada tempatnya

Buang sampah pada tempatnya via http://www.babynme.com.my

Saat kamu mengendarai motor dan sedang berhadapan dengan lampu merah yang sangat lama, hal yang biasa dilakukan adalah mengeluarkan si kecil manis dari dalam tas atau kantongmu. Namun, bungkus permen yang kamu hasilkan sering kali, sadar atau tidak sadar, kamu buang begitu saja di jalan.

Perbuatan ini juga ikut ambil peran dalam tercemarnya wajah kotamu oleh karena sampah yang terserak begitu saja di jalanan. Untuk mengatasinya, kamu bisa mengantongi saja dulu sampah bungkus permen yang kamu hasilkan, dan jika kamu sudah menemukan tempat sampah, baru kamu membuangnya.

Begitu juga dengan kamu yang berjalan kaki atau menaiki kendaraan umum, sebaikanya janganlah membuang sampah di dalam kendaraan yang kamu tumpangi. Selain tentu mengganggu kenyamanan bersama, jika si pengelola kendaraan tidak peduli dengan kebersihan, dia bisa saja membersihkan kendaraannya, namun membuangnya ke jalan.

4. Jangan biarkan keran air terbuka saat kamu menyikat gigi/mencuci.

Matikan keranmu saat sikat gigi

Matikan keranmu saat sikat gigi via http://adamfadillah.blogdetik.com

Tutuplah keran airmu saat kamu sedang menyikat gigi, atau saat kamu sedang menyabuni tangan atau mukamu. Menurut wikipedia.com, walaupun air meliputi 70% permukaan bumi dengan jumlah kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik, namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang dapat benar-benar dimanfaatkan, yaitu kira-kira hanya 0,003%.

Sebagian besar air, kira-kira 97%, ada dalam samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk kebanyakan keperluan. Dari 3% sisanya yang ada, hampir semuanya, kira-kira 87 persennya,tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah.

Saat kamu menghamburkan air yang kamu dapatkan, teman-temanmu di kota sebelah tidak bisa mengolah lahan pertanian karena tanah yang terlalu kering dan air yang sangat sedikit mengalir. Bahkan di belahan lain dunia yang kamu injak sekarang, ribuan orang mati karena kehausan tanpa ketersediaan air untuk sekedar membasahi

5. Matikan alat elektronik saat tidak digunakan.

Cara jitu berhemat listrik

Cara jitu berhemat listrik via http://www.dompetpintar.com

Jangan lupa untuk selalu mematikan alat elektronik bila tidak diperlukan. Matikan lampu kamar tamu atau dapur jika malam tiba, dan matikan lampu teras saat pagi menjelang. Biasakan pula untuk mematikan AC di pagi hari, saat udara sedang sejuk dan dingin.

Jangan biarkan juga TV menyala saat kamu sedang asyik bermain dengan handphone atau laptop. Hal-hal sederhana yang kamu lakukan akan memiliki efek yang besar jika kamu mulai menjadikannya sebagai kebiasaan.

 

6. Berjalan kaki untuk menghemat BBM.

Berjalan ke sekolah

Berjalan ke sekolah via http://intisari-online.com

Dengan membiasakan berjalan kaki untuk mencapai tujuanmu dapat mengurangi efek global warming. Biasakan untuk berjalan kaki untuk ke minimarket yang tidak jauh dari rumahmu, atau ke masjid di ujung komplek rumahmu.

Ajak juga teman-teman, atau keluargamu untuk berjalan bersama. Kamu bisa menjadi lebih sehat dengan menjalankan kebiasaan ini, belum lagi kamu juga menjadi pahlawan pembawa perubahan untuk menjadikan dunia yang lebih baik

7. Gunakan seluruh halaman kertasmu.

Jangan ikut dikumpulkan

Jangan ikut dikumpulkan via http://istanamaryam.blogspot.com

Pernahkah kamu diminta oleh dosen atau gurumu untuk mengerjakan tugas di kertas? Biasanya kamu akan mengambil kertas itu dari halaman paling tengah buku tulismu, dan kamu akan mendapatkan 2 lembar yang menyatu. Namun, seringkali tugas yang diberikan tidak terlalu banyak untuk memenuhi setiap lembar kertas yang kamu ambil, dan kamu hanya menggunakan lembar yang pertama. Kamu akan membiarkan halaman lain kosong lalu langsung mengumpulkannya.

Bagaimana nasib sisi kosong lembar yang lainnya? Bisa jadi lembaran itu kan tertumpuk begitu saja di lemari dosen atau gurumu setelah diperiksa, dan kamu akan mencabut kertas lain di bukumu saat kamu akan mengerjakan tugas yang lain.

Mulai dari sekarang, biasakan untuk memakai setiap lembaran dari kertas yang kamu ambi. Jika kamu hanya menggunakan lembar yang pertama, kamu bisa menyobek kertas tersebut jadi 2 bagian, dan hanya mengumpulkan lembar kertas yang terisi jawabanmu, sementera bagian lembar yang lain dapat kamu gunakan untuk mengerjakan tugas kamu yang lainnya