Mengapa perubahan terjadi begitu cepat tanpa kita sadari ? karena kita mengabaikan, gemar berolok-olok di media sosial, berpolitik demi kepentingan golongan, berpura-pura menyelamatkan tapi menyesatkan. 

Cukup kawan, gunakan energi kalian secara bijak ya jangan terlalu menguras energi hanya untuk satu hal, coba energi itu digunakan untuk membantu bangsa ini. Banyak sekali lo hal yang bisa kita kerjakan untuk berkontribusi lebih buat Indonesia dan diri kita sendiri, tidak perlu yang muluk-muluk atau yang besar. Cukup dengan hal yang kecil, semua hal yang besar juga bermula dari yang kecil kan ? 

yuk kita bantu bangsa ini dengan cara kita sendiri.

1. Mematikan Mesin Motor ketika Antre di SPBU

Sering kali ketika antrean panjang terjadi di SPBU banyak sekali dari kita malas untuk mematikan mesin dan mendorong motor, baru dimatikan ketika pengisian bbm itupun karena kunci motor dibuat buka jok, padahal dengan mematikan mesin ketika antre itu bisa menghemat BBM dan mengurangi polusi lo. Coba bayangkan kalo semua motor dimatikan ketika antre di SPBU, bukan hanya satu SPBU tapi seluruh Indonesia. Wah pasti hemat dan sangat membantu sekali tuh

Bukan berwacana tapi berkarya. Bukan berjalan sendiri tapi berkolaborasi

2. Mengurangi Biaya Konsumsi ketika Rapat

Sependapat atau tidak kalau di Indonesia ini selalu banyak biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi ketika meeting ataupun rapat perusahaan, bukannya menolak fasilitas dari perusahaan tapi dengan mengurangi biaya konsumsi yang tidak perlu, bisa membuat keuntungan perusahaan bertambah terutama perusahaan plat merah juga bisa membantu negara bila keuntungan naik, saya ambil contoh ketika ada rapat biasanya ada coffee break dua kali dengan penyajian kopi/teh plus jajan dua/tiga biji, padahal bisa di ubah menjadi coffee break pertama jam 10 di sajikan dengan kopi/teh plus jajan satu biji, terus untuk coffee break jam 3 bisa diubah menjadi air putih dan jajan satu biji. Karena apabila terlalu banyak makanan yang masuk akan membuat kekenyangan dan menyebabkan mengantuk.

3. Menjadi Pembaca yang Bijak

Advertisement

Talent is nothing without persistance and endurance via https://news.liverpool.ac.uk

Pembaca yang bijak? Ya. Pertama bijak dalam arti memilah mana artikel yang layak dibagikan di media social, harus ditelusuri sumbernya jelas atau tidak dan masak artikel yang tidak jelas sumbernya berani-beraninya di share, terutama mereka yang sudah terlanjur fanatik dengan golongan tertentu. Yuk lebih bijak ya…

Kedua bijak dalam membaca buku yang berarti membaca buku sampe habis, jangan sampe udah beli buku banyak eh, ujung-ujungnya ga dibaca gara-gara sibuk baca status orang di social media. Ga perlu sehari dua hari harus habis, cukup sehari satu baba ja tapi konsisten jadi bacaan bisa lebih masuk ke otak.

Talent is nothing without persistance and endurance

4. Matikan Lampu Kamar Mandi dan Keran Air

Saving energy via http://solaren-power.com

Sepele sih lampu kamar mandi paling berapa watt sih, tapi perlu diketahui coba kalian perhatikan mayoritas lampu kamar mandi di perusahaan, mall, tempat umum, rumah pasti menyala terus. Padahal kalo dipikir-pikir bila seluruh Indonesia berkomitmen dengan mematikan lampu kamar mandi saat tidak digunakan pasti bakal banyak energi yang tersimpan, banyak biaya yang bisa digunakan untuk keperluan lain. Yuk Mulai sekarang matiin lampu kamar mandi ya,,,

Hampir sama seperti lampu kamar mandi, mungkin sudah kebiasaan masyrakat Indonesia kali ya suka membuang air, saya sering kali melihat di kamar mandi fasilitas umum, rumah kita, tempat makan, perkantoran sering kali mengisi ember atau bak mandi sampai tumpah-tumpah dibiarkan aja, padahal dengan mematikan keran air saat full bisa lebih menghemat air dan listrik. Istilah kerennya saving energy untuk anak cucu kita.

Indonesia sebenarnya punya aset yang besar untuk menghasilkan energi, tapi aset besar tanpa kapabilitas untuk mengelolanya tidak bisa membawa Indonesia menjadi negara kompetitif. 

5. Jangan Membuang Sampah dari Kaca mobil

Saling menghormati ya antar pengguna via http://www.fakingnews.firstpost.com

Mobil sudah bukan menjadi barang yang sangat mewah di masa sekarang ini, siapapun akan berusaha menabung, berhutang, menyicil untuk membeli mobil. Terkadang bukan karena kebutuhan tapi karena gengsi dan gaya hidup masyarakat jaman sekarang. Tapi tidak diimbangi dengan perilaku yang baik dikarenakan masih banyaknya mereka yang membuang sampah dari mobil ketika jalan. Apa susahnya sih buang sampah nanti pas berhenti di tempat sampah? Nanti pengendara motorlah yang jadi korban, bahkan kemarin di media ada yang melaporkan matanya hamper buta dikarenakan buang sampah sembarangan dari mobil. 

6. Jangan Menggunakan Pengeras Suara di Masjid Seenaknya

Saling menghormati antar warga via http://2.bp.blogspot.com

Maaf sebelumnya bukan bermaksud apa-apa tapi mungkin ini bisa jadi bahan perhatian, saya juga Muslim. Pengeras suara di masjid atau sering disebut toa masjid sering kali digunakan tidak pada tempatnya. Padahal di dalam aturan direktoral jendral bidang masyarakat Islam, kementrian agama sudah jelas tertera bagaimana penggunaan pengeras suara masjid yang benar. Rumah saya dekat masjid dan bila waktu puasa tiba ada tadarus di masjid itu, yang jadi masalah bukan tadarusnya tapi penggunaan pengeras suara ke luar (suara keluar sehingga terdengar oleh warga sekitar) itu sampe pagi, ya kalian tahu sendiri lah gimana rasanya. Padahal di dalam aturan sudah jelas penggunaan pengeras suara harus ke dalam (suara kedalam jadi suara hanya bisa terdengar oleh orang yang di dalam masjid). Contoh lagi kalau di perumahan-perumahan, pengeras suara dibuat ibu-ibu buat saling salam. Ya intinya harus tetap bijak ya… 

7. Jangan Sungkan Mengingatkan Teman Sekantor

remind your partner at office via http://rbk.h-cdn.co

Tantangan manusia terbesar abad ini adalah bagaimana mengubah teman-teman anda sendiri,bukan musuh-musuhnya – William Jefferson

Salah satu kutipan yang saya suka dan mungkin juga kalian suka ya. Bagi mereka yang sekarang bekerja di perusahaan besar pasti sudah paham dengan kata-kata diatas. Bagaimana teman-teman kita yang sudah bekerja sekian lama dan berada di comfort zone di perusahaan besar punya effort yang kurang untuk perusahaan, bahkan terkadang ada yang kegiatannya ngegame aja di kantor. Terkadang kita sebagai teman sekantor terkesan membiarkan, takut mau mengingatkan, yang sungkan lah, yang senior lah, takut dibenci lah. Ya itu wajar sih, tapi mau tidak mau harus saling mengingatkan, soalnya kalo tidak kita bakalan tertinggal oleh mereka yang masih muda yang punya gairah tinggi, atau tertinggal dari negara lain yang semuanya sudah serba cepat.