Buat sebagian besar orang Indonesia, pakaian batik merupakan salah satu yang harus dimiliki di lemari pakaian mereka. Beberapa dari mereka, malah rela menggelontorkan uang yang tidak sedikit untuk berburu batik terbaik yang diproduksi oleh UKM-UKM di Indonesia atau oleh beberapa produsen besar batik di Indonesia. Seiring berjalannya waktu dan ketika UNESCO menegaskan bahwa batik Indonesia adalah salah satu warisan budaya yang diakui dunia, desainer-desainer batik berlomba untuk membuat batik semakin kekinian. Sebagai contoh adalah adalah artis Ivan Gunawan yang kini menggeluti fashion batik dengan merk Jajaka. Contoh lainnya adalah Kemal Pahlevi, stand-up comedian ini juga memiliki brand untuk fashion batik khusus pria dengan nama Negarawan.

Hal tersebut diatas tentu saja menambah bangga bagi kita masyarakat Indonesia, terutama bagi yang menyukai batik sebagai salah satu gaya berbusana. Namun hal tersebut juga harus dibarengi dengan cara merawat batik kesayangan agar tetap baik. Seringkali kita temukan batik makin pudar atau lunture warnanya ketika dikenakan. Sehingga terkadang menurunkan rasa percaya diri terhadap pemakainya. Untuk itu yuk disimak 7 langkah tips singkat untuk merawat batik kesayangan an bisa langsung dicoba dirumah!

 

 

1. Hindari Mesin Cuci

Hindari Mesin Cuci

Hindari Mesin Cuci via http://www.google.com

Mesin cuci merupakan salah satu alat bantu untuk mencuci, namun apa yang terjadi jika batik kita sering dicuci dengan mesin cuci? Tentu saja serat-serat kain akan mudah rusak. Sejatinya membuat batik menggunakan tenaga dan metode manual, tidak salahnya jika kita sesekali mencuci batik kesayangan dengan menggunakan sentuhan tangan. Beberapa serat dari kain batik sangat tipis ataupun mudah rusak jika kita salah mencuci, begitu juga dengan pola warnanya. Mencuci dengan tangan tentu saja akan menurunkan resiko rusaknya warna dan serat kain batik.

2. Pisah Batik dengan Bahan Lain

Pisah Batik dengan Bahan Lain

Pisah Batik dengan Bahan Lain via http://www.google.com

Bahan-bahan yang mudah luntur dari pakaian lain tentu saja menjadi salah satu kendala dalam menjaga warna asli batik kita. Idealnya sebelum mencuci kita memisahkan baju-baju kita yang mudah luntur dengan batik. Hal tersebut demi menjaga warna asli khas batik agar tetap cemerlang dan tidak terkontaminasi warna lain. 

3. Cuci dengan Menggunakan Shampoo. Gini Nih Caranya

Cuci dengan Menggunakan Shampoo

Cuci dengan Menggunakan Shampoo via http://www.google.com

Tidak hanya rambut lho yang harus bisa dibersihkan dengan shampoo, batik pun juga bisa dicuci dengan shampoo. Shampoo sejatinya adalah bahan aditif yang sangat lembut untuk mencuci rambut. Hal tersebut juga dapat diaplikasikan ke dalam batik. Kita bisa mencoba mencuci batik kesayangan dengan shampoo. Zat aditif yang terkandung dalam shampoo tidak sekeras yang ada di dalam detergen. Sehingga hal tersebut diyakini mampu menjaga batik agar tetap indah dalam waktu yang relatif lama.

4. Gunakan Bahan-Bahan Alami Selagi Bisa, Ya...

Gunakan Bahan dari Alam

Gunakan Bahan dari Alam via http://www.google.com

Zat aditif tidak saja dapat kita temukan di dalam detergen ataupun bahan-bahan kimia yang mudah kita temui di toko maupun supermarket. Dari jaman dahulu, beberapa bahan alami diyakini mampu membersihkan baju atau pakaian. Salah satu bahan alami yang sering digunakan untuk membersihkan batik adalah lerak. Bahan ini merupakan bahan alami yang mudah ditemukan hingga kini. Biji lerak mengandung saponin, suatu alkaloid beracun, saponin inilah yang menghasilkan busa dan berfungsi sebagai bahan pencuci, dan dapat pula dimanfaatkan sebagai pembersih. Kini beberapa produsen mengambil kesempatan dengan membuat bahan dari lerak ke dalam kemasan yang mudah dituang.

5. Hindari Menggunakan Pelembut. Wah, Kok Bisa?

Hindari Menggunakan Pelembut

Hindari Menggunakan Pelembut via http://www.google.com

Softener atau pelembut pakaian seringkali digunakan kita untuk membuat kain lebih wangi dan harum ketika dikenakan. Sehingga ketika disimpan di dalam almari, pakaian akan dapat langsung dikenakan jika kita ingin mengenakannya. Namun sisi lain negatif dari pelembut pakaian ini adalah mampu membuat serat kain mudah rusak. Seringkalo baju yang kita cuci dengan pelembut akan mudah robek dikemudian hari. Hal tersebut sangat dianjurkan untuk tidak menggunakan bahan ini ketika mencuci batik.

6. Mau Tekstur Batikmu Lebih Awet dan Halus? Rendamlah dengan Air Hangat

Rendam dengan Air Hangat

Rendam dengan Air Hangat via http://www.google.com

Mencuci batik dengan air dingin mungkin sudah sangat familiar kita dengar. Namun jika ingin mencoba cara baru dan terbukti ampuh mencuci batik adalah dengan menggunakan air hangat. Yup, air hangat mempermudah melepaskan kotoran dari serat kain. Jika batik tidak dalam keadaan sangat kotor, daripada mengucek batik dengan tangan. Alangkah baiknya jika merendam batik dengan air hangat. 

7. Rawat Secara Berkala Juga, Biar Kamu Nggak Beli Lagi dan Lagi

Rawat Secara Berkala

Rawat Secara Berkala via http://www.ellydastore.com

Batik-batik produksi Indonesia tidak hanya indah dan elegan jika dikenakan. Namun juga membuat rasa percaya diri bagi pemakainya. Untuk itu perawatan batik dapat dilakukan secara berkesinambungan. Agar batik kesayangan kita tetap tampil baik dan cemerlang ketika dikenakan.