Walaupun setiap orang punya definisi masing-masing soal apa yang dianggap cantik, tapi kita nggak bisa nyangkal kalau faktanya dunia ini udah ngasih standarnya sendiri soal kecantikan. Kemungkinan besar sih, karena kita terlalu sering melihat sosok-sosok wanita yang dianggap cantik di berbagai media. Di Indonesia sendiri cewek yang dianggap cantik itu yang punya kulit putih, badan tinggi nan langsing, hidung mancung, gigi rapi, dan rambut lurus. Mayoritas wanita tenar yang sering bermunculan di media memang terbukti punya ciri-ciri kayak gitu.

Kita pasti punya deh temen cantik yang selama ini, secara sadar atau nggak sadar, udah kita perlakuin istimewa karena mereka itu... cantik. Emang apa aja sih perlakuan istimewa kite ke cewek-cewek cantik? Yuk disimak!

 

1. Orang Cantik Nggak Pernah Salah

Duh Chels

Duh Chels via http://artisip.net

Sama kayak cewek yang punya tampang pas-pasan, cewek cantik juga punya sifat atau kebiasaan yang bisa bikin ilfeel. Cuma bedanya, kalau cewek cantik yang punya sifat atau kebiasaan buruk, mereka nggak bakal dihina atau dijauhin, justru kadang bisa jadi poin plus buat mereka.

Si cantik: "WKWKWKWKWKKWKWKWKWK!"

A: "Buset, si cantik ketawanya kayak Donal Duck lagi naik bajaj, bro."

B: "Justru itu, bro. Udah cantik, nggak jaim pula."

Si cantik nulis status: "Thank's God! Akhirnya aku bisa nonton One Direction secara live! Worthed banget! I'm not boring at all! Aku jadi nggak unmood lagi! Yeah! Boyband kayak gini nih yang dibutuhin jagad entertain Indonesia!"

A dan B: "Orang cantik mah bebas..."

2. Tukang *masukkan nama profesi* Cantik

Pasti banyak yang rela ngantri kalo tukang pecelnya kayak gini...

Pasti banyak yang rela ngantri kalo tukang pecelnya kayak gini... via http://citizen6.liputan6.com

Berapa banyak media atau pengguna internet yang nge-share berita tentang tukang-tukang berwajah cantik? Mulai dari tukang pecel cantik, tukang warteg cantik, sampe tukang tambal ban cantik. Yakin deh, dagangan mereka pasti lebih laku setelah jadi bahan pembicaraan di dunia maya. Padahal cara kerja mereka nggak ada bedanya sama tukang-tukang yang punya wajah pas-pasan lho. Ya, cuma bedanya mereka lebih enak dilihat aja pas lagi ngulek bumbu pecel atau nyendokin kikil ke piring pelanggan.

3. Eksis di Media Sosial

Syahrini, pencipta istilah badai, pernah disangka sebagai planetarium

Syahrini, pencipta istilah badai, pernah disangka sebagai planetarium via https://twitter.com

Nggak tahu sih poin yang satu ini nguntungin atau nggak. Tapi, yang jelas kalau kamu cantik, kamu bakalan dapat stalker yang rela download foto-foto kamu terus di-upload lagi di akunnya dengan caption: "Cantiknya... Sudahkah ada yang dekat di hati?".

Atau yang lagi nge-trend sekarang, munculnya orang-orang yang rela jadi mimin akun yang isinya foto cewek-cewek cantik. Coba aja search @[namakota]cantik atau @[namakampus]badai di instagram. Nggak bakalan kosong deh hasil pencarian kamu.

4. Gampang Dikenali

Siapa yang nggak kenal dua wanita ini?

Siapa yang nggak kenal dua wanita ini? via http://www.kapanlagi.com

A: "Bro, udah lihat anak baru kelas sebelah belum?"

B: "Yang mana?"

A: "Itu, yang cantik! Yang tadi bikin heboh satu kantin gara-gara minum air kobokan yang doi kira infused water."

B: "Oh, yang rambutnya panjang terus pake behel? Tau-tau! Ajak kenalan yuk!"

Kalau kamu punya paras cantik, kamu nggak perlu capek-capek ngenalin diri kamu ke orang-orang sekitar. Yang ada juga orang-orang sekitar kamu yang bakal minta kenalan.

5. Identik dengan Sifat Baik

Ibu peri cantik (yang udah pasti baik hati) dan Lala

Ibu peri cantik (yang udah pasti baik hati) dan Lala via http://www.suaramerdeka.com

Bagi kamu yang aktif di media sosial ask.fm, pertanyaan (atau permintaan) "Pap selfie kak" dari followers kakak-kakak cantik ask.fm pasti udah nggak asing lagi. Setiap hari ada aja yang muji mereka cantik. Ya, emang beneran cantik sih. Tapi, nggak cuma dapat pujian cantik, ada aja followers mereka yang ngasih komentar kayak "Kakak udah cantik, baik, ramah pula! Aku ngefans banget sama kakak! Hihihi!". Entah tahu sifat mereka darimana, kakak-kakak cantik ini bisa langsung dapat tiga predikat sekaligus dari para followers mereka: cantik, baik, dan ramah, hanya dengan memenuhi satu syarat aja: cantik.

Coba kalau kakak-kakak ask.fm yang nggak begitu cantik punya opini keren, argumen masuk akal, tulisan dan tata bahasa sempurna, paling mentok juga dapet pertanyaan "Can I marry your brain?" dari followers-nya.

(Poin ini terinspirasi dari jawaban ask.fm @vipertongue)

6. Cantik-cantik kok

Cantik-cantik perusak rumah tangga orang! Hih!

Cantik-cantik perusak rumah tangga orang! Hih! via http://www.muvila.com

Mungkin karena identik dengan sifat baik hati, jadinya kalau ada berita kriminal yang pelakunya adalah wanita cantik, orang-orang bakalan kaget, cenderung nggak terima, dan akhirnya berkomentar (nggak nyambung) kayak gini:

Judul Berita: "Wanita Ini Menikam Pacarnya yang Tertangkap Basah Selingkuh!"

Kalau pelakunya cewek cantik:

A: "Cantik-cantik kok pembunuh sih, Neng..."

Kalau pelakunya bukan cewek cantik:

A: "Makanya, Mba. Jangan pacaran aja kerjanya, mending langsung nikah. Buat cewek-cewek lain #UdahPutusinAja daripada jadi gila kayak Mba yang ini!"

Judul Berita: "Wanita Ini Tertangkap Basah Saat Mencuri Motor Warga yang Sedang Asyik Pacaran di Bawah Jembatan Flyover"

Kalau pelakunya cewek cantik:

B: "Mending maling hatiku aja, Neng..."

Kalau pelakunya bukan cewek cantik:

B: "Ih, udah jelek, maling lagi! Inget api neraka woy!"

7. Sayang ya, padahal cantik

Manis-manis nongkrongnya di jembatan

Manis-manis nongkrongnya di jembatan via http://www.kapanlagi.com

Coba perhatiin deh apa komentar orang-orang (atau komentar kamu sendiri) waktu tahu salah seorang wanita cantik baru aja dinyatakan meninggal. Pasti nggak jauh-jauh dari "Duh, padahal doi cantik. Kenapa dipanggilnya cepet banget ya?".

Memangnya yang harus dipanggil cepet itu yang kayak gimana? Hehe. Sebenernya, poin ini sama sekali nggak nguntungin almarumah si cantik sih. Cuma, sadar-nggak sadar kita sering ngucapin komentar istimewa tapi nggak nyambung kayak gini.