Kekeran identik dengan pemukulan, penamparan dan sebagainya yang berhubungan dengan fisik. Kekerasan tidak selamanya berhubungan dengan fisik, namun kekeran juga bisa berhubungan dengan emosi bahkan ekonomi. Sudah banyak yang menjadi korban kekeran fisik, tapi mungkin kamu tidak sadar bahwa si Dia juga melakukan kekerasan secara emosi dan ekonomi. Yang Takutnya bila kita tidak pandai mengantisipasinya maka kekerasan sampai pada tahap kekerasan fisik. Ini dia beberapa tanda si Dia melakukan kekerasan!!

 

1. Mengecek Ponsel, E-mail atau Medsos Kamu Tanpa Izin

Mungkin ini terlihatnya sepela tapi jangan salah ini juga bisa termasuk kesalahan yang dilakukan oleh si Dia. Kita sebagai manusia biasa juga harus mempunyai privasi kita. Lebih baik mengkomunikasi ke pacar tentang apa yang boleh ia lakukan dan dengan tentang apa yang sebenarnya tidak boleh ia lakukan. Sebenarnya sah-sah saja jika si Dia meminta izin dahulu sebelum mengcek semuanya, ini menunjukan bahwa si Dia masih menghormati kita.

Tiang untuk membangun rumah saja harus memiliki jarak agar kontruksi rumah kokoh.

2. Bersifat Posesif atau Cemburu Berlebihan

Cemburu itu adalah tanda sayang. Dia sayang sama kamu makanya dia cemburu sama kamu. Bagus dong kalo dia masih bisa cemburu.

Iya sih memang cemburu itu memberi bumbu manis di dalam hubungan. Tapi hati hati dengan cemburu yang berlebihan bahkan cenderung posesif. Kita sebagai manusia sosial yang pastinya butuh bersosialisasi dengan siapa aja tapi si dia tidak memperbolehkan kita berbicara dengan semua lawan jenis. Hubungan dengan orang orang penting di organisasi atau di kuliah pun semakin jauh karena kurangnya komunikasi. Kita merasa dikucilkan oleh lingkungan. Secara perlahan-lahan mereka akan membatasimu. Apalagi ada beberapa pasangan yang ringan tangan saat dia cemburu. hiiii

3. Mempunyai Emosi Yang Meledak-Ledak

Salah sedikit kita bisa dibentak bahkan dimarah-marahi didepan orang banyak. Biasanya si dia ini memiliki sifat tempramental, cenderung mudah marah dan naik pitam. Awalnya pasti kita akan memaklumi si dia dengan sikapnya yang seperti itu, kita akan memaafkannya atau bahkan dia akan meminta maaf sehabis membentak-bentak kita. Kita merasa yakin dia tidak akan pernah melakukan sampai ke tahap fisik, tapi sebetulnya prilaku tersebut jelas- jelas memberi ‘informasi’ bahwa mereka sanggup melakukannya (membentak) lagi dan lagi bahkan kekerasan secara fisik kepada kita. Kemudian yang selanjutnya terjadi ialah kita takut melakukan kesalahan, hubungan sudah tidak menjadi nyaman. Seperti kita dituntut akan suatu aturan main yang ia buat.

4. Selalu Meremehkan Atau Mengejek Kamu

Kamu itu emang ga bisa ngapa-ngapain ya gini aja gabisa. Lama-lama kamu tu kaya orang tuna rungu yang harus diperlakukan spesial banget.

Si dia sering kali merendahkan kita. Mengoreksi kesalahan kita terus menerus sampai sampai membuat kita seakan akan kita tidak pernah benar, dan kita memang biangnya kesalahan. Si dia juga akan mengomentari diri kita, semua yang negativ tentang diri kita akan dia komentari dan merasa bahwa dirinya sangatlah sempurna. Bahkan si dia tidak pernah sekalipun memuji kita atau emmberi tahu sikap positif di diri kita. Tanpa sadar ini bisa mengikis rasa percaya diri kita di depan umum dan beranggapan bahwa kita memang orang yang seperti itu.

5. Menjauhkan Kamu Dari Keluarga Atau Teman-Teman Mu

"Aku mau pergi ya besok malam sama teman-teman ku. Aku udah jarang kumpul"

"Ya ampun padahal besok malam aku baru mau ngajak kamu nonton"

"Kan kemarin kita abis nonton"

"Ya terserah si kamu pilih aku atau teman teman kamu"

*kemudian hening*

Si dia menginkan perhatian mu dan bahkan waktu mu khusus hanya untuk dia. Si dia memegang kontrol yang sangat besar terhadap kehidupan mu. Kemana kamu akan pergi, bagaimana jadwalmu hari ini. Awal-awal mungkin kita akan merasa ah sudahlah tidak apa apa sekali-kali namun lama lama si dia akan mulai memotong hubungan kita dengan orang-orang terdekat kita seperti sahabat atau bahkan keluarga kita sendiri. Atau bahkan dibeberapa kasus si dia mengatakan bila dia tidak suka dengan sahabat terdekatmu karena alasan yang tidak jelas, dan mulai menjelek-jelekan mereka didepan mu.

Pada akhirnya, kita akan merasa jauh dari kehidupan sosial kita. Kita seakan-akan tidak mempunyai siapa siapa selain pacar kita. Padahal hubungan dengan orang lain diluar hubungan kita itu sangat penting untuk menjaga kita dalam berpacaran..

6. Menyuruhmu Membayar Semua-Nya

"Pakai uang kamu dulu ya"

"Tolong bayarin dulu ya"

"Aduh aku lagi ga ada cash. Pakai uang kamu dulua ya"

"Kok kamu hitung-hitungan si sama aku"

"Sayang beliin aku iphone 6 ya"

*hening*

Memang si katanya dalam pacaran itu butuh pengorbanan. Tapi kalo gini caranya kan merugikan kita juga. Apalagi kalo kita yang masih minta kepada orang tua. Mungkin sekali dua kali atau bahkan tiga kali metraktir si dia si gapapa. Tapi kalau setiap jalan dengan si dia kita yang harus bayar. Itu baru kita harus waspada. Si dia benar-benar ingin dengan kita atau hanya memanfaatkan kita.

7. Tidak Pernah Mengapresiasi Kita

Si dia tidak pernah merasa cukup. Selalu mengeluh kekurangan kamu. Bahkan diri mu sendiri merasa sudah banyak usaha yang dilakukan untuk menjaga hubungan mu dengan si dia tetap utuh.

"Kamu itu kurang peka ya"

"Kamu kok jarang bilang i love you"

"Kamu itu ga pernah merjungin hubungan kita"

"Kamu tu ga pernah pertahanin aku"

Kita akan selalu kurang di matanya. Bahkan untuk mengucapkan "makasih ya kamu udah ngertiin aku" saja tidak pernah kita dengar dari si dia. Ini bisa membuat rasa percaya diri kita rusak dalam hubungan kita dengan si dia. Selanjutnya, kita akan berpikir bahwa kita beruntung memiliki dia dan kita akan sangat memujanya dan dia akan bertindak sesuka hatinya kepada kita.

 

Jadi hati-hati jika kamu sudah menemukan ciri-ciri seperti diatas. Jangan menyalahkan diri kita atas perlakuan yang dia perbuat. Sebaiknya buat aturan jelas dengan si pacar tentang apa yang kalian suka dan kalian tidak suka apa yang boleh dan tidak boleh. Jangan takut untuk membicarakannya dengan teman dekat atau bahkan keluarga.