Kabupaten Pelalawan adalah salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Riau. Kabupaten ini memiliki luas 13.924,94 Km² dan pada awal terbentuknya terdiri atas 4 kecamatan, yaitu kecamatan: Langgam,Pangkalan Kuras, Bunut, dan Kuala Kampar. Dalam perkembangannya, Kabupaten Pelalawan secara administratif terdiri atas 12 wilayah kecamatan, yang meliputi 106 Desa dan 12 Kelurahan. Nama Kabupaten Pelalawan berawal dari nama sebuah kerajaan Pelalawan yang pusat kerajaannya berada di pinggir sungai Kampar.Kerajaan ini berdiri tahun 1761, dan mulai terkenal pada masa pemerintahan Sultan Syed Abdurrahman Fachrudin (1811-1822). Kabupaten Pelalawan memiliki banyak tempat wisata diantaranya:

1. Danau Wisata Betung.

Danau Wisata Betung via http://blog.infopkc.id

Danau Wisata Betung terletak di desa Betung kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan. Danau ini berada di pusat budaya melayu petalangan. Keunikan dari danau Betung karena terdapat bangunan ditengah danau. Desa Betung sendiri dinobatkan sebagai Pusat Budaya Petalangan, karena kita dapat menjumpai aneka ragam seni budaya asli yang masih terpelihara dengan baik oleh masyarakat.

2. Danau Kajuit.

Danau Kajuit via http://blog.infopkc.id

Danau Kajuit terletak di kecamatan Langgam tidak jauh dari Masji Raya Langgam. Sebutan danau ini cukup beragam ada yang menyebut danau kaduik, tajwid, kajuit. Danau Kajuit dikelilingi hutan alam dengan pohon-pohon yang berusia puluhan tahun. Danau ini masih baru dibuka untuk umum dan menjadi salah satu wisata unggulan di Kabupaten Pelalawan. Di Danau Kajuit sudah terdapar wahana air seperti perahu, bebek-bebekan, dan perahu karet. Pada musim liburan danau Kajuit ramai dikunjungi oleh wisatawan baik dari masyarakat sekitar Langgam maupun masyarakat Kabupaten Pelalawan.

3. Istana Sayap Pelalawan.

Advertisement

Komplek Istana Sayap via http://blog.infopkc.id

Istana sayap merupakan bangunan bersejarah peninggalan Kerajaan Pelalawan yang berada di Desa Pelalawan, Kecamatan Pelalawan. Bangunan Istana terdiri dari Bangunan Utama dan 2 bangunan lain di samping kanan dan kiri sehingga menyerupai sayap. Pada awalnya pusat kerajaan Pelalawan berada di Sungai Rasau (anak sungai Kampar), berlokasi di Kota Jauh dan Kota Dekat.

Ketika Tengku Sontol Said Ali menjadi Sultan Pelalawan, beliau berazam untuk memindahkan istananya dari sungai Rasau ke pinggir sungai Kampar, tepatnya di muara sungai Rasau yang disebut “Ujung Pantai”. Karenanya, istana ini dinamakan pula “ISTANA UJUNG PANTAI”. Namun ketika Sultan Syarif Hasyim II melanjutkan pembangunan istana yang masih terbengkalai karena mangkatnya Sultan Tengku Sontol Said Ali, maka beliau membangun dua sayap disamping kanan dan kiri istana, yang dijadikan Balai. Maka istana inipun dinamakan “ISTANA SAYAP”. Bangunan di sebelah kanan istana (sebelah hulu) disebut “Balai Sayap Hulu”atau “ Balai Rung Sari” yang berfungsi menjadi “Kantor Sultan”, sedangkan bangunan di sebelah kiri Istana (sebelah hilir) dinamanakan “Balai Hilir” atau “Balai Punca Persado” yang berfungsi sebagai “Balai Penghadapan” bagi seluruh rakyat Pelalawan.

4. Ombak Bono.

Ombak Bono. via http://blog.infopkc.id

Ombak Bono merupakan fenomena alam berupa gelombang air sungai kampar. Ombak bono menjadi salah satu wisata andalan Kabupaten Pelalawan. Ombak bono sering digunakan sebagai tempat pemecahan rekor dunia berselancar terlama. Destinasi ini sering mendapatkan penghargaan dari kementrian pariwisata sebagai tempat berselancar terfavorit. Ombak Bono terjadi di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

5. Taman Publik Kreatif.

Taman Publik Kreatif. via http://blog.infopkc.id

Taman Publik Kreatif berada di depan kantor bupati Kabupaten Pelalawan. Taman ini diperuntukkan sebagai Ruang Terbuka Hiijau. Di Taman ini terdapat bangunan Gazebo dan taman bunga.

6. Suaka Marga Satwa Sungai Kerumutan.

Suaka Marga Satwa Sungai Kerumutan. via http://blog.infopkc.id

Tanpa banyak yang tahu bahwa dia telah diexplore dan diexpose oleh salah satu televisi swasta nasional. Tanpa banyak yang tahu bahwa dia memiliki kearifan lokal yang sampai sekarang tetap terjaga. Tanpa banyak yang tau dia memiliki fauna yang khas. Seperti namanya Suaka Marga Satwa Sungai Kerumutan berada di Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan. Untuk mencapai Suaka Marga Satwa ini menggunakan jalur air dengan menyusuri Sungai Kerumutan.

7. Taman Nasional Tesso Nilo.

Taman Nasional Tesso Nilo. via http://blog.infopkc.id

Kawasan Hutan Tesso Nilo dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi baik flora maupun fauna. Berdasarkan penelitian Andi gilison (tahun 2001) menemukan bahwa tesso nilo memiliki 218 jenis tumbuhan Vascular ( berpembuluh) dalam petakan tiap 200 M². Dengan jumlah ini, tesso nilo merupakan kawasan hutan yang memiliki tingkat keanekaragaman tumbuhan tertinggi di bandingkan dengan hutan daratan rendah lainnya di dunia.

Sementara itu penelitian LIPI ( tahun 2003) membuktikan kawasan ini memiliki 114 jenis burung, 3 jenis primata, 15 jenis reptil, 50 jenis ikan dan 82 tumbuhan obat-obatan. Tesso nilo merupakan benteng terakhir bagi gajah Sumatera dimana sekitar 200 ekor gajah mendiami kawasan hutan ini. Kawasan ini juga merupakan habitat potensial bagi harimau Sumatera yang terancam punah.Di Taman Nasional Tesso Nilo kita bisa menaiki gajah Flying squad sambil berpatroli di sepanjang kawasan taman nasional tesso nilo, memandikan dan memberi makan gajah flying squad dan anak-anaknya akan menjadi pengalaman yang menyenangkan, apalagi jika anda berkesempatan melihat keberadaan gajah liar.

Berjalan menyelusuri jungle track di Taman Nasional Tesso Nilo, disela-sela pepohonan dan belukar sambil melacak tanda-tanda keberadaan satwa liar adalah diantara kegiatan lain yang dapat dinikmati. Mememukan jejak harimau Sumatera, Tapir, beruang madu, rusa dan satwa dilindungi lainnya akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Perjalanan menuju Tesso Nilo ditempuh dalam waktu ± 2 jam dari Pangkalan Kerinci, ibu kota Kabupaten Pelalawan.