1. Menjadi Entrepreneur Bisa Memiliki Banyak Waktu Untuk Keluarga Tercinta

Lebih banyak waktu untuk keluarga via https://www.pexels.com

Bagaimanapun juga, keluarga memang tetap menjadi alasan utama kenapa seseorang bekerja. Mereka bekerja pagi dan malam untuk menghidupi keluarganya. Tapi kenyataannya alasan untuk keluarga tersebut membuat seorang pekerja kehilangan banyak waktu dengan keluarga karena seluruh waktunya digunakan untuk bekerja.

Apakah ini sebuah kehidupan yang diinginkan banyak orang? Pastinya tidak. Setiap orang ingin selalu bersama keluarga, apapun kondisinya. Tapi karena keadaan yang tidak memungkinkan, maka seorang pekerja harus rela menjalani kehidupan yang tidak disukainya.

Hal inilah yang menjadi satu alasan banyak orang menjadi seorang entrepreneur. Mereka ingin lebih sering-sering bersama keluarga, dan tidak menghabiskan banyak waktunya hanya dikantor saja. Kalau pun bingung memulai usaha apa yang bisa dilakukan dari rumah, maka jawabannya adalah bisnis online misalnya.

2. Menjadi Entrepreneur Bisa Membantumu Mendapatkan Kehidupan yang Lebih Baik Lagi

Ingin hidup yang lebih baik via http://www.wokeeh.com

Advertisement

Memang mencari kehidupan yang lebih baik tidak akan ada habisnya, bahkan orang-orang yang memiliki sepuluh rumah bertingkat pun masih ingin memiliki kehidupan yang lebih baik lagi. Apakah artinya ini tanda tidak bersyukur? Tergantung. Tergantung niat seseorang mencari kehidupan yang lebih baik lagi untuk hal apa? Apakah untuk pamer atau hal-hal yang lainnya.

Jika memilih bekerja untuk orang lain, pastinya tidak akan bisa mendapatkan hasil yang lebih besar walaupun sekeras apapun kerja yang dilakukan. Berbeda jika kerja untuk diri sendiri, maka hasil yang akan didapat tentunya tergantung dari usaha keras yang dilakukan. Semakin berusaha keras, semakin banyak keuntungan yang didapat. Coba jika kamu bekerja untuk orang lain? Sekeras apapun kamu kerja, gajimu tetap saja ditentukan perusahaan bukan?

3. Bisa Memanfaatkan Kemampuan yang Dipunya Untuk Menjadi Sumber Penghasilan

Ingin memanfaatkan kemampuan yang ada via http://www.wokeeh.com

Terkadang seseorang menjadi seorang entrepreneur bukan karena ingin sesuatu yang lebih. Ada juga alasan yang membuat mereka memilih menjadi seorang entreprenur, seperti ingin memanfaatkan kemampuan mereka agar bisa menjadi sumber penghasilan tetap. Bukankah kerja yang enak adalah hobi yang dibayar?

Di negara kita Indonesia saja jika kita telusuri lebih lanjut lagi ada banyak sekali orang-orang yang memiliki kemampuan yang luar biasa (Maksudnya bakat). Mereka memiliki kemampuan yang jika dikembangkan dan diproses lebih baik lagi justru akan lebih memajukan negara kita.

4. Beberapa Orang Terjun Menjadi Entrepreneur Karena Menyukai Tantangan yang Berat

Sulit sudah biasa bagi orang penyuka tantangan via https://www.pexels.com

Dari beberapa orang di Indonesia saja, hanya sedikit orang yang terjun menjadi entrepreneur dengan alasan karena menyukai tantangan. Mereka-mereka yang menyukai tantang lebih cepat maju dibandingkan mereka-mereka yang suka merasa aman di zona nyaman. Karena kenapa? Orang yang menyukai tantang lebih cepat bertindak dan mengambil resiko yang ada sehingga lebih cepat juga dia tahu hasil dari usahanya seperti apa.

5. Tidak Suka Diatur-atur Oleh Orang Lain Juga Menjadi Salah Satu Alasan Untuk Memulai Hidup Sebagai Entrepreneur

Kerja untuk diri sendiri kan lebih enak via http://chris-griffin.com

Sifat tidak suka diatur-atur oleh orang lain sudah menjadi sifat bawaan banyak orang dari dulu. Dan jika kita memiliki sifat seperti ini di diri kita, itu wajar. Tapi sifat seperti ini tidak berlaku pada orang tua ataupun orang-orang yang kita hormati. Bagaimanapun juga jika diatur oleh mereka, ya ikhlaskan dan terima saja.

Beda halnya jika diatur oleh seorang atasan, atau mereka menyebutnya ‘BOSS’. Mungkin perasaan kesal karena diatur-atur oleh mereka bisa saja terus datang menghampiri, dan jika rasa kesal terlalu lama dipendam akan mengakibatkan stress.

Hal itulah yang menjadikan banyak orang lebih memilih menjadi seorang entrepreneur. Mereka bekerja untuk diri sendiri, dan mereka pun juga yang menjadi atasannya. Tidak ada yang mengatur, tidak ada yang memarahi, dan tidak ada juga yang rasa kesal yang dirasakan. Tapi tunggu dulu, jika menjadi atasan untuk diri sendiri harus juga siap untuk disiplin. Jika tidak disiplin maka usaha yang dilakukan tidak akan menghasilkan, karena jika usahanya tidak keras, maka hasil usahanya pun tidak banyak. Ada usaha ada hasil.

6. Jadi Entreprenuer Memudahkanmu Untuk Bisa Membantu Banyak Orang

Membantu orang lain yang butuh pekerjaan misalnya via http://www.meetechno.com

Dengan menjadi seorang entrepreneur, bukan tidak mungkin kamu juga akan membuka lapangan pekerjaan baru. Dimana kamu mempekerjakan orang-orang untuk bekerja bersama kamu. Dari sanalah kamu bisa membantu banyak orang yang membutuhkan pekerjaan.

Bukan hanya itu saja. Terlebih jika usaha kamu sudah beromzet milyaran perbulan, maka kamu justru bisa melakukan kegiatan amal untuk banyak orang. Bersedekah, membangunkan rumah saudara-saudaramu yang tidak punya, memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan, dan lain-lainnya. Bukankah hal ini justru membuat hidupmu lebih bermanfaat?

Ingat saja, bahwa hidup bukan hanya soal terus-terusan mencari uang. Hidup juga bukan terus-terusan soal bekerja. Karena kita hidup hanya sekali, alangkah lebih baiknya untuk menikmati setiap detik, menit, jam, hari, bulan, tahun disetiap kehidupan kita. Dan itu bisa kamu nikmati jika kamu menjadi seorang entrepreneur. Karena kenapa? Karena kamu bekerja untuk diri sendiri, bukan untuk orang lain. Waktumu, milikmu sepenuhnya. Kehidupanmu, milikmu sepenuhnya.

Sudah siap untuk jadi entrepreneur?