Tampan, pintar dan jago akting. Skandar Keynes punya masa depan menjanjikan sebagai aktor. Tapi nyatanya, pemeran Edmund Pevensie di serial film The Chronicles of Narnia ini lebih memilih untuk pensiun dini dari dunia akting. Kenapa? Simak yuk fakta-fakta tentang cowok kelahiran London, 5 September 1991 ini!

1. Dia sudah menjalani dunia akting semenjak kecil, nih

Film Ferrari via http://skandar-keynes.com

Bermula dari pertemuan tak disengaja dengan seorang pencari bakat, Skandar mendapatkan peran sebagai Edmund di film Narnia. Antara 2005 hingga 2010, Skandar bermain dalam tiga film yang diangkat dari kisah fantasi karya C.S. Lewis tersebut. Terakhir, ia membintangi seri The Voyage of the Dawn Treader yang dirilis pada Desember 2010.

Narnia bukanlah film pertama Skandar. Saat berusia 11 tahun, pemilik nama lengkap Alexander Amin Casper Keynes ini telah lebih dulu bermain dalam film Ferrari. Skandar berperan sebagai versi muda dari pendiri perusahaan mobil asal Italia, Enzo Ferrari, dalam film yang tayang pada 2003 tersebut.

2. Otaknya nggak perlu dipertanyakan lagi; cerdas!

Sekampus dengan Freddie Highmore via https://twitter.com

Selain punya tampang keren, Skandar juga dikenal dengan otaknya yang encer. Skandar berkuliah di salah satu kampus top di dunia, Universitas Cambridge.

Advertisement

Ketertarikannya pada kawasan Timur Tengah membuat Skandar memilih untuk berkuliah di jurusan Bahasa Arab dan Sejarah Timur Tengah. Alasan lain mengapa penggemar pelajaran sejarah ini memilih jurusan tersebut adalah karena ia ingin menguasai bahasa Arab.

Skandar menyelesaikan kuliahnya dalam empat tahun selama 2010-2014. Ia bahkan masuk dalam daftar “16 Mahasiswa Mengesankan di Universitas Cambridge” versi Business Insider.

3. Ternyata Si Skandar masih keturunan Charles Darwin, Guys!

Keturunan Charles Darwin via http://monkeydreaming.blogspot.co.id

Kecerdasan Skandar didapatnya dari dedikasinya pada pendidikannya. Tapi perlu diketahui, Skandar sejak lahir sudah mewarisi darah tokoh-tokoh jenius di Inggris. Salah satunya, Charles Darwin. Ya, Skandar masih keturunan dari penemu teori evolusi tersebut.

Keluarga Keynes sendiri dikenal sebagai klan orang-orang hebat di Negeri Ratu Elizabeth. Ayah Skandar, Randall Keynes, adalah seorang penulis dan konservasionis berpengaruh di Inggris. Dua paman Skandar, Simon Keynes dan Roger Keynes, adalah profesor di Universitas Cambridge.

Kenal John Maynard Keynes? Ahli ekonomi yang dijuluki sebagai bapaknya ilmu ekonomi makro ini adalah paman buyut Skandar. Sementara dari pihak ibunya, Skandar memiliki kakek bernama Cecil Fadlo Hourani yang dulunya merupakan penasihat Presiden Tunisia, Habib Bourguiba.

4. Karir itu penting, tapi studi itu tetap yang utama

Edmund Pevensie via https://cloudpix.co

Dengan sukses film Narnia, Skandar bisa saja terus melebarkan karir aktingnya. Tapi sejak berkuliah di Cambridge, blasteran Inggris dan Lebanon ini memilih untuk lebih berkonsentrasi pada studinya.

“Aku tidak yakin apakah aku bisa secara efektif menyeimbangkan (kuliah dan akting) di saat yang sama dan bisa meraih apa yang aku ingin capai di universitas.”

Pada 2013, Skandar menyambangi Lebanon sebagai bagian dari studinya. Skandar menuliskan kisahnya selama di negara asal ibunya itu di website The Tab.

5. Sempat dirumorkan main di sekuel Spiderman dan film Fantastic Beasts

Spiderman via http://youtube.com

Di tengah hiatus-nya Skandar dari kesibukan akting, sempat terdengar selentingan kabar kalau ia akan bermain di sejumlah film. Skandar kabarnya dilirik sebagai salah satu kandidat penerus Andrew Garfield di film terbaru Spiderman. Salah satu situs film juga pernah menjagokannya untuk memainkan karakter Harry Osborn.

Ada juga rumor yang menyebut bahwa Skandar dipertimbangkan untuk memerankan Newt Scamander di film Fantastic Beasts and Where to Find Them. Tapi faktanya, harapan fans untuk melihat Skandar berperan sebagai manusia laba-laba dan penyihir tidak pernah terealisasi.

6. Keep humble; ogah terkeal tuh orangnya

Film Prince Caspian via http://narnia.wikia.com

Bermain dalam film berbudget besar sekelas Narnia, Skandar justru enggan menganggap dirinya sebagai selebriti. Ia mengaku kurang nyaman ketika harus berhadapan dengan media dan publik.

“Bukan karena aku adalah orang yang pemalu tetapi aku tidak suka mempublikasikan diriku sebagai ‘selebriti’. Aku tidak benar-benar menikmati ketika diriku dikenali dan aku merasa bahwa menunjukkan wajahku di luar sana bisa membuat orang menggangguku lebih dari yang aku inginkan.”

7. Kabar pensiunnya dari dunia akting membuat banyak fans kecewa 🙁

Skandar tak lagi berakting via http://pinterest.com

Kabar “duka” bagi seluruh penggemar Skandar di seluruh dunia itu pun datang. Setelah tidak ada tanda-tanda comeback, Skandar tahun lalu secara mengejutkan mengumumkan bahwa ia sudah tak lagi mengejar karir akting. Ia memutuskan pensiun dari dunia hiburan di usianya yang baru memasuki 25 tahun.

Indikasi bahwa Skandar tidak akan berkarir lagi sebagai aktor sebenarnya sudah terbaca di sebuah wawancara pada 2011 silam. Skandar yang saat itu sedang menempuh studi di Cambridge tidak memberi jawaban gamblang ketika ditanya soal masa depan aktingnya.

8. Ketimbang berkarir di dunia akting, rupanya ia lebih memilih nyemplung ke dunia politik

Parlemen Inggris via http://youtube.com

Skandar mengaku tidak mau menyia-nyiakan apa yang sudah dipelajarinya selama empat tahun di universitas. Kalau tidak berakting, apa yang diinginkan Skandar? Jawabannya adalah berpolitik.

Sejak lulus dari Cambridge, Skandar sudah merintis karir di dunia politik dengan magang di United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Selama tiga bulan, ia berada di Amman, Yordania, untuk membantu penelitian tentang pengungsi Suriah di sana.

Skandar belakangan bertugas sebagai salah satu staf Crispin Blunt, politisi Partai Konservatif Inggris. Ia sering terlibat dalam berbagai rapat di Parlemen Inggris, termasuk dalam diskusi isu-isu luar negeri seperti ISIS, krisis pengungsi Suriah hingga program nuklir Iran.

Oke deh, Mr. Keynes. Semoga Skandar sukses berpolitik, ya! Siapa tahu si Raja Narnia ini kelak akan menjadi Perdana Menteri Inggris.