Saya lahir dan dibesarkan di sebuah desa di wilayah Kabupaten Klaten, daerah yang terletak di antara dua kota besar yakni Solo dan Yogyakarta. Meski sudah memasuki tahun 2015 masih saja banyak yang belum tahu tentang Klaten. Terkadang pertanyaan muncul dari teman-teman saya, "Klaten ada dimana sih?" "Masuk Jawa Tengah apa Yogyakarta?" "Ada apa di sana?" "Apa menariknya tinggal di Klaten?"

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul tersebut membuat anak Klabers (Klaten Bersinar) sedikt malu ketika berada di perantauan dan tidak bisa menjawabnya. Bagi Anak Klabers, saatnya untuk membuang jauh-jauh rasa malu dan menyematkan rasa bangga pada kotamu, karena ada 8 hal yang perlu dibanggakan serta diceritakan kepada temanmu. Berikut 8 hal yang membuat kamu bangga jadi Anak Klabers!

 

1. Tak Banyak yang Tahu Lho Kalau Ternyata Klaten Itu Surganya Mata Air.

Umbul Ponggok

Umbul Ponggok via http://3.bp.blogspot.com

Salah satu tempat terbaik dari sumber mata air di Klaten adalah Umbul Ponggok. Siapa yang tidak mengenal Umbul Ponggok dengan keindahan alam di bawahnya dengan beragam ikan serta berbatuan mirip karang bak di pemandangan bawah laut.

Terlebih lagi sering digunakan untuk belajar snorkelling atau menyelam. Di sini kita juga bisa melakukan kegiatan gokil lainnya seperti foto dengan berbagai pose karena memang sering digunakan sebagai tempat pemotretan di dalam air.

Tak hanya umbul ponggok yang bersumber dari mata air alami masih ada sederetan umbul yang bisa kamu nikmati seperti Umbul Cokro Tulung, Umbul Trito mulyani, Umbul Trito mulyono dan Umbul Manten. Gara-gara Klaten surganya mata air, membuat salah satu perusahaan besar minuman bermineral dalam kemasan mengambil air dari sana -- tepatnya di Mata Air Sigedang. Tuh, banyak kota di Indonesia yang bergantung pada Klaten untuk air mineral mereka.

2. Bukan Cuma Air Mineral. Klaten Juga Menyumbang Bahan Pangan Untuk Kota-kota Lainnya di Indonesia

Luas lahan pertanian Kabupaten Klaten mencapai lebih dari 65% dari total wilayahnya. Lahan yang subur di bawah gunung merapi, kecukupan irigasi serta dukungan dari pemerintah daerah maupun pusat membuat produktivitas pertanian Klaten tinggi.

Pada tahun 2009-2014 saja produksi beras di Klaten surplus melebih kebutuhan masyarakat, jadi jangan heran jika pertanian masih menjadi sendi perekonomian Kabupaten ini.

Salah satu jenis beras dari Klaten lebih tepatnya di daerah Delanggu yang terkenal seantero nusantara yakni Rojolele. Rojolele terkenal karena pulen, empuk dan tentu mengenyangkan, bahkan saat ini sedang dikembangkan varietas Rojolele melalui teknologi radiasi yang merupakan hasil kerja sama dengan Batan.

3. Museum Gula Satu-Satunya di Asia Tenggara Hanya Ada di Klaten!

Museum Gula

Museum Gula via http://4.bp.blogspot.com

Tahukah kamu kalau museum yang berisikan proses pembuatan gula satu-satunya di Asia Tenggara ada di Klaten? Museum Gula ini masih satu kawasan dengan PG Gondang Winangun dan menjadi lokasi wisata yang menarik.

Museum itu mengajarkan bagaimana gula diperoleh dari perkebunan tebu hingga masuk mesin penggiling. Di sana kita masih dapat menjumpai lokomotif tua, miniatur gilingan tebu hingga mesik ketik tempo dulu.

Asyiknya lagi kita bisa menikmati asli manisnya gula PG Gondang Winangun dengan memesan kopi maupun teh di D’Gonba Resto (Banaran) yang juga masih satu kawasan.

4. Jangan Dikira Klaten Nggak Punya Apa-Apa. Jarang Lho Daerah di Indonesia yang Punya Candi Hindu Sekaligus Buddha!

Candi Plaosan

Candi Plaosan via http://upload.wikimedia.org

Jika akan berkunjung ke Candi Prambanan pastinya akan memasuki gerbang yang berada di wilayah Kabupaten Klaten terlebih dulu. Meskipun pemasukan dibagi menjadi dua, tapi hingga saat ini masih banyak perdebatan Candi Prambanan itu termasuk wilayah Klaten atau Yogyakarta.

Lupakan itu sejenak, karena Klaten masih memiliki candi yang nan eksotis lainnya seperti Candi Plaosan. Candi yang bercorak agama Buddha ini memang sedang naik daun, terlebih lagi keindahan candi di kala senja menjadi daya tarik utamanya.

Kawasan Candi Buddha terbesar ke dua setelah Borobudur juga terletak di Klaten lebih tepatnya 800 meter dari utara Candi Prambanan. Candi itu dikenal dengan sebutan Candi Sewu (seribu) walaupun jumlahnya hanya 249 candi. Selain itu masih ada Candi Bubrah, Candi Merak, Candi Karangnongko, Candi Kriyan dan Candi Bekelan yang kurang terekspos.

5. Penduduk Klaten Kaya Budaya Namun Sederhana. Bisa Dilihat dari Lurik, Tenun Khas Kebanggaan Mereka

Lurik Klaten

Lurik Klaten via http://cdn.tmpo.co

Kalau Solo dan Yogyakarta bangga dengan baju batiknya dengan beragam macam motif, Klaten memiliki kain tenun yang khas yakni lurik. Kain lurik sendiri dibuat dari benang katun pilihan yang ditenun secara tradisional dengan menggunakan alat tenun bukan mesin.

Kain lurik ini banyak dikerjakan oleh pengerajin di sekitar Pedan. Corak-corak dari lurik cendurung vertikal memanjang namun saat ini terdapat berbagai motif sebagai bagian dari pengembangan.

Terlebih lagi pemerintah daerah Kabupaten Klaten mengambil kebijakan dengan mewajibkan menggunakan baju dari bahan kain lurik bagi seluruh pegawai di lingkungan pemda Klaten setiap hari Kamis. Kebijakan ini diambil tentunya untuk membangkitkan kembali industri kain lurik yang pernah berjaya sebelum masuknya kain berwarna-warni buatan pabrik dengan harga murah.

6. Sop Ayam Pecok Klaten Juga Masuk Jajaran Kuliner Nusantara yang Menggoyang Lidah.

Sop Ayam Pecok Klaten

Sop Ayam Pecok Klaten via http://www.suaramerdeka.com

Siapa sih yang tidak mengenal Sop Ayam Pecok khas Klaten? Salah satu nama warung Sop Ayam ini pun sudah memiliki berbagai cabang di berbagai kota di Indonesia. Ada bermacam-macam jenis sop ayam yang ditawarkan seperti sop ayam campur (biasa) dan pisah mulai bagian daging, kulit, uritan, cakar, hati, ampela, sayap, kepala, leher, brutu dan dada.

Sop Ayam ini hampir mirip dengan soto namun tidak terdapat bumbu jahe. Kuahnya bening karena tidak menggunakan santan. Sop Ayam ini menggunakan ayam kampung sebagai kaldunya. Cita rasanya yang sangat gurih benar-benar memanjajakan lidah bagi yang menikmatinya. Ditambah lagi dengan makanan pendampingnya yang tersedia seperti tempe, tahu dan perkedelnya sehingga semakin enak menyantapnya. 

7. Meski Wilayahnya Kecil, Klaten Sering Digunakan Sebagai Tempat Syuting Film Nasional Lho!

Apakah kamu tahu film Soekarno besutan sutradara handal Hanung Bramantyo? Film yang menggunakan figuran kurang lebih 3000 orang ini telah menjalani syutingnya sebanyak 40% dikerjakan di Kabupaten Klaten dengan mengambil tempat di Pabrik Gula Gondang Winangun.

Hanung mengubah pabrik gula itu layaknya Hollywood-nya film ini. Di sana telah dijadikan set sebagai rumahnya Hatta, Syahrir dan rumah pegangsaan. Tentunya menjadi kebanggan tersendiri bagi Anak Klabers jika pengambilan gambar mengenai sosok Soekarno banyak di lakukan di Klaten.

Film Nasional yang syuting di Klaten tidak hanya Film Soekarno, masih ada Soegija, Java Heat, Sang Kyai serta Habibie & Ainun.

8. Klaten Juga Banyak Melahirkan Tokoh-Tokoh Epik Indonesia.

Kak Seto Mulyadi

Kak Seto Mulyadi via http://kasakusuk.com

Jika ada permasalahan mengenai tindak kekerasan pada anak di Indonesia dan menjadi perhatian nasional maka bersiap-siaplah berhadapan dengan Kak Seto. Memang Kak Seto ini dikenal sebagai permerhati masalah anak dan menangani berbagai permasalahan anak Indonesia. Siapa sangka tokoh yang dikenal lewat lagu “Si Komo” ini merupakan Anak Klabers.

Tak hanya Kak Seto saja, tapi masih ada Hidayat Nur Wahid yang merupakan wakil Ketua MPR RI (2014-2019), Alm. Suhardi Mantan Ketua Umum Gerindra, Mantan pemain nulutangkis ganda campuran yang pernah berpasangan dengan Lyana Natsir yaitu Nova Widianto, Aktris Renata Kusmanto. Terakhir ada Soeripto yang mendesaian uang kertas 500 rupiah keluaran 1988.

 

Kredit gambar andalan: http://jogjapetualang.com