Menjadi pengguna jasa kereta commuterline JABODETABEK selama lebih dari 2 tahun, saya sangat merasakan perubahan dalam sikap dan diri saya. Tidak hanya dalam berinteraksi dengan orang lain, bahkan menegur orang yang lebih tua pun tidak segan-segan. Menjadi pribadi yang lebih baik memang menjadi tujuan setiap orang. Namun bagaimana jika kamu bisa mendapatkan 8 pelajaran berharga ini selagi menaiki kendaraan umum commuterline?

 

1. Lebih Sabar.

“Duh! Kereta jam setengah 10 kok belum tersedia juga ya di stasiun ini?”

“Gimana sih pihak KRL nya! Diberi tahu dulu kek kalo ada keterlambatan.”

“Ya, kalau beginimah gausah jadi pergi ke kampus aja deh. Telat banget!”

Mungkin memang, menjadi pengguna jasa KRL commuterline sering sekali dihadapi oleh keadaan seperti diatas. Eits! Tapi jangan lantas kapok naik KRL dan berburuk sangka dengan pelayanannya yang buruk ya. Bisa saja memang sedang ada masalah yang belum bisa ditangani secara langsung. Dihadapkan oleh keadaan seperti ini sudah pasti harus ekstra sabar. Dan pejuang KRL tidak akan putus asa untuk tetap menunggu. Karena memang yang membutuhkan tidak hanya kita, namun orang lain juga. Dan ingat, yang terlambat bukan hanya kita, orang lain juga. Hihihi.

2. Belajar Menghemat

Rencana Tabungan

Rencana Tabungan via http://www.studentsublets.com

Dikala uang tinggal selembar, dengan gambar pahlawan Oto Iskandar Dinata. Pejuang KRL tidak takut kehabisan uang dijalan. Karena dengan menaiki KRL sama saja sudah menghemat bensin yang bisa digunakan untuk jatah makan siang sehari. Pejuang KRL tahu betul cara mensiasati uang dengan baik apabila disituasi seperti diatas. Dengan harga KRL yang sangat murah, kita juga bisa menyisihkan uang ongkos yang tidak terpakai untuk tabungan. 

3. Mengerti Keadaan Orang Lain.

tolong menolong

tolong menolong via http://imgfave.com

“Di mohon untuk memberi duduk para pengguna jasa disabilitas, ibuhamil, atau orang lanjut usia di kursi prioritas yang sudah tersedia di ujung-ujung gerbong kereta. Terimakasih.”

Begitu kira-kira kutipan announcer KRL yang kita dengar saat kereta bersiap ingin berangkat. Walaupun sudah sering dihimbau tapi kadang-kadang ada saja yang masih egois tidak memberikan kursinya untuk orang yang lebih membutuhkan. Ini menyangkut diri pribadi masing-masing. Kesadaran diri dalam memahami kondisi orang lain. Sering yang terbesit dipikiran, ketika melihat ibu-ibu hamil membayangkan kita sendiri apabila nanti dimasa depan mengandung dan tidak diberi duduk (kebetulan karena Authornya perempuang hehehe). Atau melihat orang lanjut usia yang berdiri membayangkan mereka adalah orang tua kita. Menaiki KRL membuat kita tidak egois.

4. 4. Berhati-hatilah! Karena tidak semua orang terlihat berniat baik.

berhati-hatilah

berhati-hatilah via http://www.tumblr.com

Tidak bermaksud untuk berburuk sangka, namun juga tidak ada salahnya untuk berhati-hati. Dengan tidak mudah mempercayai orang lain atau tidak lalai dalam menjaga barang-barang kita orang lain yg mengincar kita akan sulit mendapatkan kesempatan. Oleh karena itu, walaupun sering melihat banyaknya pengguna KRL yang berpakaian rapih, namun jangan terkecoh apabila tindak tanduknya sudah mencurigakan. Segeralah menghindar dari posisi didekat dia.

5. Waktu menjadi sangat berharga.

time is money

time is money via http://www.pinterest.com

Sebelum menjadi pengguna KRL, saya selalu meremehkan waktu. Entah karena terbawa perilaku jam karetnya orang Indonesia atau karena terlalu santai-santai. Namun setelah terbiasa mengikuti jadwal KRL yang tiap hari saya naiki, waktu menjadi sangat berharga sekali. Karena saya tahu, kereta tidak akan menunggu kita berjalan pelan-pelan dan kereta juga tidak akan menunggu kita mandi lama-lama. Terlambat sedikit, ditinggal!

6. Menambah teman seperjuangan.

"Berangkat gelap, pulang gelap."

Itulah salah satu gambaran yang tepat bagi para pejuang KRL yang ngantor atau ngampus di jam rush hour. Tetapi memiliki jadwal tetap keberangkatan kereta menjadikan kita bertemu orang yang sama di gerbong yang sama pula. Tak jarang malah kita saling berkenalan dan saling bertukar cerita tentang tujuan kita masing-masing. Ngobrol selama perjalanan membuat keadaan tidak boring, daripada diam sendirian, mending berkenalanlah dengan teman seperjuangan mu. Hitung-hitung menambah kenalan kan? Hehe :)

7. Menjadi Mandiri

Pergi kemanapun

Pergi kemanapun via http://introvertdear.com

Cherish your solitude. Take trains by yourself to places you have never been. Sleep out alone under the stars. Learn how to drive a stick shift. Go so far away that you stop being afraid of not coming back. Say no when you don’t want to do something. Say yes if your instincts are strong, even if everyone around you disagrees. Decide whether you want to be liked or admired. Decide if fitting in is more important than finding out what you’re doing here. Believe in kissing

Eve Ensler

Menjadi pengguna kendaraan umum commuterline mengajarkan kita untuk lebih mandiri dan berinisiatif untuk tidak terus bergantung dengan kendaraan pribadi. 

8. Tidak Mudah Putus Asa

Tidak gampang menyerah

Tidak gampang menyerah via http://howibecametexan.com

Pejuang KRL tahu betul rasanya di PHP-in sama jadwal kereta yang nggak jelas, pejuang KRL tahu betul situasi crowded yang bikin badannya kehimpit-himpit sampe gepeng, tapi pejuang KRL tahu betul kapan harus dia bertahan dan kapan harus dia meninggalkan.

......meninggalkan KRL yang lama banget datengnya, maksudnya.

Jadi pejuang KRL tahu betul gimana caranya tetep survive di keadaan yang membuatnya terhimpit sekalipun.