“Masha Allah, di sini mobilitas orang terlalu cepat. Aku sering kali terhuyung sana-sini saat mengantri di halte busway.”

“Lu anak dari kampung pasti ngga tahulah soal bir begini. Ngapain lu ke kota?”

“Hari gini ngga punya credit card? Payah deh.”

Kamu adalah anak muda yang berhasil merantau dari daerahmu dan punya cita-cita tinggi untuk hidup di kota Metropolitan sekelas Jakarta? Tapi, baru beberapa hari kamu malah minta pulang ke kampung halaman karena mengaku tidak kuat dengan situasinya. Nah, ini tandanya kamu sedang mengalami masa Culture Shock yang dapat diartikan sebagai perasaan kaget atau terkejut berada di situasi yang baru bagimu sehingga kamu seakan kelimpungan untuk beradaptasi.

Tenang, bukan hanya kamu kok. Semua orang pernah mengalaminya. Berikut ini adalah hal-hal yang biasanya terjadi sebagai anak rantau newbie dan masuk ke dalam kategori Culture Shock. Ada tips-tips unyu untuk kamu juga yang ingin terhindar dari Culture Shock. There you go guys!

 

1. Beda kota, beda budaya itu jelas. Kamu hanya perlu belajar lebih banyak tentang kota yang sedang kamu tinggali saat ini.

Buktikan diri jadi anak rantau sukses dan kece

Buktikan diri jadi anak rantau sukses dan kece via http://bit.ly

Mempelajari karakteristik suatu kota yang akan kita tinggali itu perlu, seperti mengetahui trayek angkutan kota yang akan mengantarmu ke tempat tujuan (kecuali jika kamu punya kendaraan sendiri, mungkin waze sudah menjadi panduan yang tepat), mengetahui tempat makan terdekat, mall terdekat, pasar, atau fasilitas umum apapun. Gunanya supaya kamu menjadi lebih mudah jika membutuhkan sesuatu.

Tak hanya itu, karakter masyarakatnya pun harus kamu pahami. Setidaknya ini akan menjadi panduanmu nanti dalam bergaul dengan masyarakat sekitar. Satu hal, jangan pernah men-judge karakter orang lain ya teman-teman, setiap orang itu unik, sama halnya dengan kamu.

2. Tak boleh memilih teman dalam bergaul. Yang kamu butuhkan hanya memilih apa saja yang patut kamu tiru atau tidak.

Choose with your heart!

Choose with your heart! via http://bit.ly

Tidak semua orang memiliki latar belakang keluarga yang baik, atau latar belakang agama yang kuat, atau pendidikan yang mumpuni. Bersyukur jika kamu adalah termasuk orang dengan latar belakang yang baik di segala bidang. Berteman dengan siapapun namun tetaplah jadi diri kamu sendiri, jangan terbawa arus. Tak perlu ikut-ikutan minum alkohol hanya karena takut dianggap pengecut, tak perlu merokok karena ikutan trend.

Tak perlu mengikuti hal-hal negatif lainnya jika itu tidak sesuai dengan dirimu sendiri. Be yourself is a key of everything guys. Be smart!

3. Semua temanmu bergaya hidup mewah, padahal tujuanmu ke kota metropolitan ini untuk mewujudkan cita-cita dan membuat bangga orang tua?

Saya di sini karena orang tua saya

Saya di sini karena orang tua saya via http://tumblr.com

Tetap pada koridormu kawan! Jangan tergoyah dengan kemewahan yang mungkin nantinya malah akan membuatmu jauh dari niat awal yang mulia. Tak bisa makan enak setiap saat tak berarti kamu hina. Berpakaian sederhana tak juga membuatmu terlihat buruk. Tak bermobil mewah juga tak akan membuatmu stuck di tempat. Kendaraan umum pun akan siap mengantarmu ke mana saja. Jadi keep calm!

4. “Eh anak kota harus punya credit card, biar gampang kalau mau belanja.”

credit cards kill you slowly

credit cards kill you slowly via http://google.com

Ini yang suka bikin salah kaprah dan salah satu penyebab culture shock. Kartu kredit (credit card) sebenarnya memang alat bayar yang diciptakan untuk mempermudah proses pembayaran (selain debit card) namun, bisa gawat kalau kamu adalah termasuk orang yang boros. Ada baiknya memikirkan baik-baik sebelum kamu membuat kartu kredit. Sesuaikan dengan penghasilanmu atau uang jajanmu dan kebutuhanmu.  

Pada dasarnya, kartu kredit itu adalah kartu hutang lho! Kalau punya banyak kartu kredit berarti punya banyak kartu hutang. Bangga? 

5. Image berasal dari kampung (bukan kota besar) membuatmu rendah diri? Rugi guys!

Kita semua sama kok!

Kita semua sama kok! via http://bit.ly

Iya sih, kesannya berasal dari kampung itu ndeso dan ngga modern sama sekali. Perkembangan anak-anak kota yang serba berteknologi mutakhir pun barang kali kita ngga tahu. Ini yang membuat banyak ejekan keluar ya? Namun, seharusnya hal ini tak boleh membuatmu rendah diri. Sama-sama makan nasi kan? Tak perlu malu. Tunjukkan kualitas dirimu dan ceritakan segala hal menarik yang ada di daerahmu. Siapa tahu mereka justru tertarik untuk travelling ke sana!

6. Ingin beli ini itu tapi uang terbatas? Biasanya kalau di rumah semua terasa mudah didapatkan.

Yah, uangnya menipis...

Yah, uangnya menipis... via http://bit.ly

Ketika kamu mulai beranjak dewasa kamu akan semakin mengerti bahwa tidak semua yang kamu inginkan dapat kamu dapatkan secara mudah. Tak selamanya kan harus bergantung dengan orang tua? Nah ada baiknya kamu menabung untuk membeli keinginan kamu itu. Sisihkan sebagian penghasilanmu atau bagi kamu yang masih menuntut ilmu, bisa sisihkan uang jajan dari orang tua ya.

Jika kamu sadar, membeli sesuatu dari hasil sendiri itu lebih terasa menyenangkan. Kamu jadi lebih bisa menghargai segala sesuatu dan lebih sayang sama barang kepunyaanmu. Benar kan?

7. Jam malam berubah!

Nightlife

Nightlife via http://bit.ly

Maksudnya? Gini teman-teman, jam malam bisa diartikan sebagai jam main setiap orang. Tentunya tidak sama. Biasanya hal ini tergantung dari cara keluargamu menerapkan aturan-aturan yang berlaku. Sesekali mungkin boleh pulang malam, tapi jika tidak terbiasa, tak ada salahnya untuk memegang prinsip yang satu ini. Kamu bisa menggunakan kalimat-kalimat sederhana untuk menolak ajakan teman-temanmu.

A : Ada konser nih nanti malam. Keluar yuk? Jam 11.00 PM baru mulai kok.

B : Aduh, gue harus tidur nih. Besok pagi harus fresh, ada meeting.

A : Ah payah lu! Kebiasaan jam belajar masyarakat yee jam 9.00 PM udah tidur?

B : Iya, gue terbiasa tidur jam segitu biar badan gue fresh paginya. Sorry deh guys. Next time ya.

Nah kan? Ngga ada masalah kok. Teman-teman yang baik pasti akan sangat mengerti keadaanmu dan tentunya menghormati privasimu.

8. Seringkali merasa kesepian sebagai anak rantau. Sedikit-sedikit kangen rumah.

I miss home...

I miss home... via http://bit.ly

Wajar banget! Setiap pulang kantor atau pulang dari menuntut ilmu biasanya santai sejenak. Tiduran, baca buku favorit, minum teh atau kopi misalnya. Lalu teringat biasanya jam segitu kamu sedang berkumpul bersama keluarga. Bercanda dengan kakak atau adik, bertukar pikiran dengan Ayah atau mungkin menyiapkan snack sore bersama ibu. Ah… perasaan luar biasa ya berada di tengah-tengah keluarga seperti itu. Suasana yang tak dapat digantikan oleh apapun.

Kalau sudah begitu, luangkan waktumu di sela-sela kesibukan untuk menelpon orang rumah meski hanya sebentar. Dengan mendengarkan tawa canda bahagia dari mereka, sudah pasti akan membuatmu semangat lagi untuk menjalani harimu sebagai anak rantau.

9. Jangan lepas dari ibadah dan doa!

Kamu bisa apa tanpa doa?

Kamu bisa apa tanpa doa? via http://bit.ly

Sesulit apapun hal yang kamu alami selama kamu merantau, hal yang sudah pasti kamu lakukan adalah rajin beribadah dan berdoa kepada Tuhan YME. Pasrahkan segala sesuatunya hanya kepada ilahi. Panjatkan doamu se-khusyuk mungkin dan percaya bahwa semua pasti ada jalan keluarnya.

 

 

Nah sobat, silahkan ikuti tips-tips tadi ya. Semoga perjalananmu menjadi anak rantau bisa terhindar dari yang namanya Culture Shock dan tentunya semoga apa yang kamu cita-citakan segera terwujud. Good Luck !!