Pribadi seseorang pada masa kanak-kanak yang lucu dan menggemaskan, terkadang membuat orang tua begitu mencintai dan mengasihi buah hatinya. Salah satu bentuk cinta dan kasih sayang yang sering ditunjukan oleh orang tua kepada anaknya yakni berusaha memenuhi segala kebutuhan anaknya, baik dalam bentuk materi, perhatian dan kasih sayang. 

Memberi perhatian kepada anak adalah hal yang wajar dan memiliki banyak dampak positif bagi hubungan antara orang tua dengan buah hatinya, misalnya saja akan membuat ikatan emosional antara orangtua dengan anaknya menjadi lebih kuat selain itu rasa hormat anak kepada orang tuanya bisa menjadi lebih besar.

Namun terlepas dari berbagai dampak positif tersebut, hal yang tak dapat dipungkiri, bahwa ketika orangtua memberi perlakuan atau perhatian yang berlebihan pada anaknya justru bisa memicu munculnya karakter negatif pada pribadi anak, misalnya saja munculnya karakter "manja" pada diri anak, solusi yang paling tepat untuk mengatasi hal tersebut adalah berusaha mencari informasi seputar tips dan cara mengatasi anak yang manja, baik dengan berkonsultasi langsung dengan ahli psikologis anak atau bisa juga dengan mencari informasi di majalah, sosial media dan internet.

Anak yang memiliki sikap manja setidaknya bisa memberi pengaruh kurang baik pada karakter anak. Apa saja dampak negatif yang bisa muncul jika terlalu memanjakan anak? berikut ulasannya:

1. Anak akan kesulitan menjadi pribadi yang mandiri

Anak yang manja sulit menjadi paribadi yang mandiri via http://coparently.com

Anak yang telah terbiasa mendapat perlakuan yang istimewa dari orang tuanya, biasanya akan membuat anak tersebut kesulitan untuk menjadi pribadi yang mandiri, hal tersebut tak lepas dari aktivitas yang biasa dia lakukan selama ini, yang selalu mendapat kemudahan atau bantuan dari orang tuanya, alhasil karakter mandiri akan sulit ditumbuhkan pada pribadi anak.

Namun dengan penanganan yang tepat serta dengan aktif mengikutkan anak dalam berbagai kegiatan di sekolah (ekstrakulikuler, kelompok belajar, pelatihan kepemimpinan) maka kemungkinan besar karakter manja pada diri anak bisa diminimilisir, akan tetapi dalam merubah karakter seorang anak setidaknya butuh waktu yang tidak sebentar serta konsinstensi.

2. Sulit mengembangkan kemampuannya

Terlalu dimanja membuat anak sulit mengembangkan kemampuannya via http://kidspot.com

Advertisement

Salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan anak, yakni bisa dilakukan dengan cara menempatkan anak pada posisi yang terdesak, misalnya saja dengan memberikan tantangan pada anak, mengajak anak melakukan petualangan, memberi tugas yang berat (namun tetap proporsional).

Namun hal tersebut justru berbanding terbalik dengan perlakukan yang biasa diberikan pada anak yang manja, karena rasa khawatir yang agak berlebih, membuat orang tua cukup meminimalisir tantangan dan gangguan pada anaknya, alhasil anak selalu dibuat menikmati zona nyaman (comfort zone) yang justru dapat membelenggu kemampuan yang ada pada diri anak.

3. Selalu bergantung pada orang lain

Anak yang manja terbiasa bergantung pada orang lain via http://ilslearning.com

Hal nyata yang bisa diamati langsung pada perilaku anak yang sudah terbiasa dimanja adalah memiliki rasa ketergantungan yang tinggi pada orang lain, bukan masalah jika anak tersebut masih bersama orangtuanya, akan tetapi ketika anak tersebut sudah berada dalam lingkungan masyarakat atau sekolah, maka pada situasi tersebut, akan jelas terlihat bahwa anak yang manja akan sangat sulit berkembang. Karakter manja pada diri anak juga bisa memicu munculnya sikap negatif lainnya seperti sikap cengeng dan egois.

4. Tidak menyukai kekalahan

Ingin selalu menang menjadi kebiasaan anak yang manja via http://www.sheknows.com

Anak yang telah terbiasa mendapatkan apa yang dia inginkan, akan membuatnya sangat tidak menyukai kekalahan. Padahal saat anak telah duduk di bangku sekolah atau setelah menjadi bagian dari masyarakat, anak akan dihadapkan dengan berbagai macam kompetisi yang hanya menawarkan dua pilihan yakni menang atau kalah. Sehingga realita akan membuat anak yang manja, mengalami banyak kekecewaan.

5. Sulit berteman

Anak yang manja tidak cakap dalam bersosialisasi via http://crecerconemocion.com

Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa sikap manja juga bisa membuat anak menjadi pribadi yang cengeng dan egois. Sikap manja, cengeng dan egois menjadi nilai minus tersendiri bagi anak, termasuk dalam hal berinterkasi dengan teman sejawatnya. Pribadi anak yang manja, cengeng dan egois, akan membuat anak sulit mendapatkan teman yang mampu menerima karakternya. Alhasil ketika sulit dalam mendapatkan teman, membuat anak tersebut menjadi sosok individualis (mementingkan diri sendiri)

6. Mudah menyerah ketika dihadapkan pada masalah dan rintangan

Mudah putus asa dan menyerah via http://losfuerte.com

Anak yang manja biasanya kurang diajarkan, bahwa untuk mendapatkan sesuatu butuh perjuangan dan kerja keras. Anak yang terbiasa dimanja akan mendapatkan apa yang dia inginkan dengan cara mudah dan instan. jadi jangan heran ketika anak yang berkarater manja dihadapkan pada hal-hal yang menantang atau dihadapkan pada masalah, anak tersebut akan mudah menyerah.

7. Lebih tertarik pada cara instan

Cara instan lebih menarik bagi anak yang manja ketimbang harus bersusah payah untuk mendapatkan hasil yang sama via http://rimanews.com

Selanjutnya dampak negatif yang bisa ditimbulkan ketika terlalu memanjakan anak adalah membuat anak memiliki kecenderungan untuk menempuh jalan pintas demi mendapatkan apa yang dia harapkan, misalnya saja ketika hendak ujian, anak akan lebih memilih untuk menyontek pekerjaan temannya ketimbang harus bersusah payah belajar atau ketika diberi tugas oleh gurunya, anak akan lebih memilih agar orangtuanya yang mengerjakan tersebut. 

8. Berdampak kurang baik pada karakter anak setelah dewasa

Sikap manja akan tertanam pada pribadi anak sampai dewasa via http://highlandsministriesonline.org

Pembentukan karakter anak pada usia dini, ibaratkan pondasi yang akan menopang sikap dan perilaku anak ketika telah tumbuh dewasa kelak, jadi ketika pada usia kanak-kanak seseorang terbiasa dimanja, maka kemungkinan besar setelah anak tumbuh dewasa sikap tersebut akan menjadi bagian dari kepribadiannya. 

Anak yang memiliki karakter manja masih dalam kategori wajar akan tetapi ketika ketika yang orang dewasa masih bersikap manja, inilah yang memperihatinkan, karena usia dewasa adalah fase dimana seseorang bukan lagi menjadi beban bagi orang lain namun setidaknya bisa menjadi solusi dari masalah orang lain.

9. Kurang menghargai orang tuanya kelak

Anak yang manja akan bersikap kurang baik pada orangtuanya saat keinginannya tidak dipenuhi via http://www.dailymail.co.uk

Selama segala kebutuhan dan keinginannya dapat terpenuhi, mungkin anda akan melihat sikap dan perlakuan pada orangtuanya masih wajar saja, akan tetapi ketika apa yang dia minta atau inginkan tidak dapat diberikan, maka disitulah anda akan melihat sisi lain dari anak manja. Bisa jadi sikapnya akan berbanding terbalik dengan bentuk kasih sayang yang selama ini diberikan orang tuanya.