Jenis kucing di Indonesia terbilang cukup bayak. Sekitar 40 Spesies kucing liar di dunia, 9 jenis diantaranya dapat ditemukan di Indonesia. Beberapa jenis diantaranya tergolong spesies kucing liar endemik Indonesya yang tidak dapat ditemukan di daerah lain pastinya.

Spesies kucing liar merupakan jenis - jenis kucing yang hidup di alam bebas. Spesies kucing tersebut terkumpul dalam famili Felidae. Famili ini mencakup berbagai jenis spesies kucing termasuk kucing besar seperti harimau, singa, macan tutul, dan jaguar.

Aneka jenis spesies kucing liar asli Indonesia itu adalah:

1. Kucing Congkok atau Leopard Cat (Prionaliurus bengalensis)

Kucing Congkok atau Leopard Cat (Prionaliurus bengalensis) via http://maniakucing.blogspot.com

Kucing congkok merupakan spesies kucing liar dengan daerah sebaran yang luas dari mulai Pakistan,China,hingga Filipina, termasuk di Indonesia (Sumatera, Kalimantan, dan Jawa).

Ciri khas pada kucing congkok ini adalah bulunya yang berwarna kuning abu – abu dengan pola tutul hitam di sekujur tubuh menyerupai macan tutul dan sedangkan bagian perut dan dada berwarna putih.

Popilasinya masih dianggap aman sehingga IUCN Redlist memberikan status Least Concern. Lebih lengkapnya baca: Kucing Hutan Kucing Leopard.

2. Kucing Hutan atau Jungle Cat atau Flat-headed Cat (Prionailurus planiceps)

Advertisement

Kucing Hutan atau Jungle Cat atau Flat-headed Cat (Prionailurus planiceps) via http://maniakucing.blogspot.com

Kucing hutan merupakan jenis spesies kucing liar dengan nama latin Prionailurus planiceps. Kucing dengan ukuran panjang tubuh berkisar 41-50cm dan dengan berat 1m5-2,5kg ini tersebar hanya di Semenanjung Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan. Habitat hidupnya adalah daerah lahan basah seperti tepi sungai , rawa, danau dan tepi pantai.

Pola dan kombinasi warna bulunya yang unik. Bagian kepala berwarna merah berangsur – angsur menjadi putih di bagian dada, leher dan perut bawah. Kaki, seluruh tubuh, dan ekor berwarna hitam. Telapak kakinya dilengkapi selapu renang yang memungkinkan hewan ini dapat bergerak cepat di tanah yang berlumpur dan berenang dengan mudah. Ciri khusus lainnya adalah bentuk kepala yang pipih. IUCN Redlist memasukkannya dalam status Endangered.

3. Kucing Bakau atau Fishing Cat (Prionailurus viverrinus)

Kucing Bakau atau Fishing Cat (Prionailurus viverrinus) via http://maniakucing.blogspot.com

Kucing bakau tersebar di Asia Selatan dan Asia Tenggara yang pastinya di Indonesia tepatnya di Pulau Sumatra dan Jawa. Seperti kucing congkok, kucing bakau juga menyukai hidup di perairan sepanjang tepi sungai dan hutan bakau. Tubuh kucing bakau ini berukuran sekitar 57-78 cm dengan panjang ekor 20-30 cm. Berat mencapai 5-16 kg. Bulunya yang berwarna abu – abu hijau zitun dengan pola tutul yang membentuk garis membujur di sepanjang tubuh.

Hewan nokturnal ini pandai berenang bahkan mampu menyelam untuk menangkap mangsa. Lebih lengkapnya baca : Kucing Bakau.

4. Kucing Merah atau Borneo Bay Cat atau Bornean Red Cat (Pardofelis badia)

Kucing Merah atau Borneo Bay Cat atau Bornean Red Cat (Pardofelis badia) via http://maniakucing.blogspot.com

Kucing merah (Catopuma badia) merupakan hewan endemik Kalimantan. Tubuhnya beruluran 53-67 cm. Ekor sepanjang 32-39 cm. Berat badan mencapai 3-4 kg. Mengenai kucing merah, baca penjelasan selengkapnya di artikel Kucing Merah

5. Kucing Emas atau Asiatic Golden Cat (Pardofelis temminckii)

Kucing Emas atau Asiatic Golden Cat (Pardofelis temminckii) via http://maniakucing.blogspot.com

Kucing emas berukuran yang sedang dengan panjang tubuh 66-105 cm, memiliki panjang ekor 40-57 cm, berat badan 9-16 kg dan tinggi bahu 56 cm. Daerah sebarannya meliputi seluruh Asia Selatan, China dan Asia Tenggara termasuk Indonesia (hanya di Sumatera). Dengan ukuran tubuhnya yang lumayan besar, kucing emas ini mampu memangsa berbagai burung, tikus besar, reptil, kambing, domba, rusa muda hingga anak kerbai. Selengkapnya di artikel: Kucing Emas.

6. Kucing Batu atau Marbled Cat (Pardofelis marmorata)

Kucing Batu atau Marbled Cat (Pardofelis marmorata) via http://maniakucing.blogspot.com

Kucing batu (Pardofelis marmorata) berukuran kecil dengan panjang tubuh 45-62 cm, panjang ekor 35-55 cm dan berat 2-5 kg. Kucing yang sangat gesit dan pandai memanjat ini memiliki pola tubuh hampir meyerupai macan dahan. Selengkapnya di Artikel : Kucing Batu

7. Macan Dahan atau Sunda Clouded Leopard (Neofelis diardi)

Macan Dahan atau Sunda Clouded Leopard (Neofelis diardi) via http://maniakucing.blogspot.com

Macan dahan merupakan spesies kucing liar dengan ukuran tubuh sedang. Macan dahan (Neofelis diardi) yang berkerabat dekat dengan macan dahan asia (Neofelis nebulosa) ini terdiri atas dua sub spesies yaitu sub spesies Sumatera (Neofelis diardi) dan Kalimantan (Neofelis diardi borneensis). Selengkapnya di artkikel: Macan Dahan.

8. Macan Tutul Jawa atau Macan Kumbang atau Leopard (Panthera pardus melas)

Macan Tutul Jawa atau Macan Kumbang atau Leopard (Panthera pardus melas) via http://maniakucing.blogspot.com

Macan tutul jawa merupakan sub spesies macan tutul yang hanya terdapat di pulau Jawa saja. Kucing yang berukuran besar ini mempunyai motif bulu yang khas dengan tutul tutulnya. Sering juga didapati variasi bulu warna hitam mengkilat sehingga variasi ini sering kali dinamakan sebagai macan kumbang. IUCN Redlist menetapkan statusnya dalam Critically Endangered (Kritis). Untuk lebih lengkapnya di artikel: Macan Tutul.

9. Harimau Sumatera atau Sumatran Tiger (Panthera tigris sumatrae)

Harimau Sumatera atau Sumatran Tiger (Panthera tigris sumatrae) via http://maniakucing.blogspot.com

Harimau Sumatera (Pathera tigris sumatrae) merupakan salah satu dari 7 sub spesies harimau di dunia dan satu – satunya darii ketiga sub spesies harimau Indonesia yang masih bertahan hidup hingga kini. kucing yang besar ini dengan ukuran tubuh sekitar 198-204 cm dan berat 90-150 kg ini hanya dapat ditemukan di pulau Sumatera Indonesia. Populasinya diperkirakan tidak lebih dari 400 ekor. Lantaran itu IUCN Redlist menggolongkan dalam status Critically Endangered (kritis). Untuk penjelasan lebih lengkap baca: Harimau Sumatera