Hallo, sahabatku

Setelah sekian banyak waktu yang kau luangkan bersamaku, dari aku yang masih meninjak remaja polos dan imut-imut sampai sekarang menjadi wanita dewasa berkepala dua. Awalnya kita.

 

1. Pertemuan yang tak disengaja

Tak pernah kurencanakan aku bertemu denganmu dan hingga menjadi sahabat yang begitu dekat dari lawan jenis.

2. Obrolan yang keterusan

Dekatnya aku denganmu karena kita keterusan berkomunikasi. Mulai dari situ kita saling mengerti karakter satu sama lain dan susah untuk menjauh.

3. Dari obrolan berlanjut jalan bareng

makan bareng

makan bareng via http://twitter.com

Setiap kulewati kota pasti ada kenangan manis bersamamu. Kita yang dulu sekedar keluar untuk menemanimu makan, ke toko buku sampai keluar kota untuk meluangkan waktu bersama. Banyak cerita yang kau bagikan kepadaku, begitupun aku.

4. Semakin sering maen bareng, orang tua pun jadi dekat

kenal dengan orang tua

kenal dengan orang tua via http://arekxmax.blogspot.com

Orang tuaku yang sudah mengenal baik kamu, begitu juga aku mengenal baik orang tuamu.

5. Semakin banyak album kenangan kita

foto bareng

foto bareng via http://bidhuan.com

Kenangan manis dan foto-foto yang tersimpan di memori fikiran dan hardware kadang melintas dengan tiba-tiba.

6. Dan tidak cukup hanya itu, dengan tiba-tiba kamu membahasakan perasaanmu

menyatakan cinta

menyatakan cinta via http://www.lensaremaja.com

Dan dahulu aku yang masih sangat polos sehingga mengira bahwa kita hanya sekedar teman dekat. Kamu yang suka muncul tiba-tiba dan seolah-olah tak terlalu peduli denganku, membuatku terlupa bahwa ternyata hanya aku satu-satunya wanita di luar keluargamu, yang paling dekat denganmu. Tak pernah kusadari bahwa kebaikanmu hanya kepadaku.

7. Kita jadi aneh(?)

Belakangan ini kamu bicara serius denganmu tentang perasaanmu kepadaku. Aku tak pernah mengira semua itu, sampai-sampai aku tak bisa berhenti ketawa saat kamu membahasakan perasaanmu.

Setelah aku tahu semua itu, aku sangat menjaga agar tidak ada kekecewaan di akhir. Karena sungguh pertemananku sangat tulus kepadamu. Tak ada maksud untuk merengut semuanya dari hidupmu, mulai dari perasaan, materi, dsb.

8. Semakin membatasi pertemuan dan komunikasi

Dengan sengaja memang kubatasi pertemuan dan komunikasi denganmu, agar tidak semakin berlarut-larut semuanya karena memang jodoh belum dapat dipastikan. Dan aku takut saat sudah pasti nanti, itu bukan kamu.

Sebenarnya bisa saja setiap saat aku menghubungimu, dan meminta bertemu denganmu, tapi aku sadar untuk apa itu? Toh kamu belum tentu jadi pasangan halalku nanti dan itu membuat semakin berat melepas ketika kita tidak berjodoh.

Aku juga tidak bisa memutus hubungan denganmu, karena aku juga takut saat kita sama-sama siap dan berjodoh semakin sulit menghubungkan hati

9. Akhirnya kita pasrah

Kita yang sama-sama mengerti dan mempause perjuangan karena ketidakpastian di masa depan. Walaupun sudah jarang berkomunikasi dan bertemu, itu bukan karena pertengkaran. Hanya saja kita takut saling mengecewakan.

Kita memang belum saatnya memperjuangkan hati, karena kita masih sama-sama study.

Daripada sia-sia nanti, lebih baik saling memperbaiki diri.

Agar sampai saat bertemu masing-masing jodoh kita nanti, kita sudah pantas mendampingi.

Apakah itu aku atau orang lain, aku berharap kita sama-sama bahagia.

I care of you, my best friend. Doaku menyertaimu