Jaman yang semakin berkembang, semakin memasuki modernisasi, membuat hubungan percintaan dibumbui oleh banyak upaya agar menjadikannya lebih berwarna. Hubungan cinta adalah hubungan yang rumit. Setiap harinya, ada saja perbedaan yang mendasar dalam cerita adam hawa di dunia.

Cowok seringkali mendominasi dalam hubungan, dengan banyak niat menjadikan cewek pasangannya sebagai cewek sempurna yang bisa dipandang dan tidak dicemooh lingkungan, atau bisa juga menjadi cewek sesuai kriteria. Namun, seringkali cowok tidak merasakan tuntutannya tidak sebanding dengan upayanya memantaskan diri. Mari, simak kupasan singkat dibawah ini. Lets check this article!

 

1. Menuntut Cewek Berhijab

Berhijab nggak?

Berhijab nggak? via http://google.com

Untuk yang muslim, mayoritas cowok pasti menginginkan cewek berhijab untuk jadi pasangan, namun tunggu dulu. Sebelum menuntut cewekmu berhijab, ada pertanyaan yang harus kamu renungkan nih.

Apakah kamu bisa menerima cewekmu apa adanya bila saat ini belum berhijab? Memang cewek berhijab terlihat anggun, tapi coba apakah dengan hijab akan menjamin sifat cewek itu, sedangkan kami lebih paham sifat cewek dibanding kamu?

Apakah kamu bisa menunggu hingga saatnya tiba cewekmu memantaskan diri memakai hijab?

Apakah pandanganmu selama ini melihat cewek tidak berhijab jadi terlihat buruk di matamu?

Mengapa kamu mendekatiku dahulu, namun menuntutku tanpa bersabar, alangkah lebih baiknya kamu mendekati cewek yang bukan aku?

Saat cewek berhotpants lewat, kalian lirik mereka di depan mata kami. Apa begini memperlakukan kami?

2. Overprotektif

overprotektif

overprotektif via http://google.com

Cemburu berlebihan, hingga menyuruh kami menjauhi semua teman cowok kami. Hal ini adalah hal yang menyebalkan menurut cewek. Selain mengurangi teman, kami jadi nggak leluasa dalam berinteraksi sama orang lain.

Sedangkan tanyalah pada dirimu sendiri, apabila kami sudah menjauhi sebagian besar teman cowok kami, apakah kamu benar-benar menjauhi teman cewekmu, sesekali kalian masih menjalin komunikasi terselubung di belakang kami kan?

Kami kalah dalam hal ini dan kami yang rugi.

3. Overposesif

overposesif

overposesif via http://google.com

Sedikit-sedikit cemburu pada teman kami. Kemana-mana harus diantar. Pasangan sudah seperti penjaga keamanan. Ketika ada cowok melirik kami, pandangan mata kalian sangat tajam seperti pisau yang baru diasah, berteriak “Apa loe lihat-lihat cewek gue?”. Giliran ada yang melirik kami, kami yang disalahkan katanya ganjen, apa nggak salah tuh? Habis itu cewek sexy nan cantik lewat, pandangan mata kalian kemana?

Please, kalau memang suka yang seperti itu, ngapain dahulu deketin kami, kenapa nggak dari dulu saja kalian deketin orang lain?

Menjatuhkan harga diri banget.

4. Kami Berteman Dengan Teman Kalian

Berteman dengan brofriends kalian?

Berteman dengan brofriends kalian? via http://google.com

Kami juga pengen berteman dengan teman kalian untuk lebih memahami kalian, tapi kami sering dapat peringatan “Jangan dekat-dekat sama temanku”. Seakan kami seperti ada modus terselubung dibaliknya.

Ternyata di balik itu senua,kalian tergoda sama teman kami, kami rasanya semakin malas dengan kalian. Tidak bisa memegang prinsip. Peribahasa yang dipakai adalah “Jangan menjilat ludah sendiri”

5. Make Up Kami

Make up kami beracun untukmu?

Make up kami beracun untukmu? via http://google.com

Saat kami pakai make up, kalian bilang

“Ah. Make up kamu tebel banget si Sayang. Mirip tembok”

“Aku suka kamu yang tidak bermake up. Natural aja”

Tanpa ada kata, kalian menyalahkan kami dengan mudah, padahal kami hanya ingin tampil cantik buat kalian. Sedangkan ketika penyanyi D*****t lewat, kalian bisa tidak berkedip melihatnya, padahal make up mereka pastilah lebih tebal dari kami yang masih pemula dalam bermakeup. Ketika kalian mengagumi artis yang cantik, mereka juga memakai make up.

Saat inilah kalian berpikir lagi, apakah dengan menjadikan kami bebek buruk rupa dan dinyinyirin setiap hari adalah keputusan tepat? Sedangkan di luar sana kalian masih mengagumi cewek lain?

 

6. Meninggalkan Hobi

Hobiku mengganggu?

Hobiku mengganggu? via http://google.com

Saat kami punya hobi yang sudah kami geluti, kalian bisa protes dengan mudah untuk menghentikannya, tanpa tahu perasaan kami yang sesungguhnya

“Yang, udah jangan nari lagi ya. Nggak nari juga kamu tetep cantik kok. “

Padahal yang kami pengen

“Yang, kamu narinya jam berapa? Nanti aku anterin latihan apa gimana?”

Sedangkan kalian punya hobi main game hingga lupa waktu pada kami

“Yang, lagi apa?”

1,2,5 jam tidak dibalas

Sorry yang, aku baru main game baru nih sama temen lama.”

Si cewek sudah tidur karena menunggu terlalu lama.

 

7. Meninggalkan Pekerjaan

Nggak kerja, kami jadi nggak punya peghasilan dong, sayang juga kuliah mahal-mahal

Nggak kerja, kami jadi nggak punya peghasilan dong, sayang juga kuliah mahal-mahal via http://google.com

Hal ini lebih sulit dipahami lagi, saat cowok menyuruh cewek meninggalkan pekerjaannya

“Yang, aku maunya kamu nemenin aku terus. Udah ya, nggak perlu kerja, biar aku yang kerja.”

Padahal kami masih awal penjajakan posisi yang bagus di kantor, padahal kami pengen

“Yang, pulang kerja jam berapa? Nanti habis pulang kerja aku ajak makan di Restoran China ya. Aku lagi pengen Dim Sum nih” terus kalian tanya “Gimana kerja kamu hari ini?”

 

8. Cerita yang Tidak Sejalan

Tidak sejalan lagi

Tidak sejalan lagi via http://google.com

Ketika kami para cewek sudah sangat hati-hati bercerita tentang lawan jenis, kalian dengan mudah cerita tentang teman cewek kalian, mengesalkan rasanya.

“Aku tuh punya temen cewek namanya Dona. Dia tuh baik banget, satu fakultas sama aku. Dia bikini proposal skripsiku sampai BAB 2. Terus waktu dia ke luar negeri, dia bawain aku oleh-oleh.”

Kami sebagai cewek hanya diam tak berdaya, sesekali kami juga mendapatkan perhatian lebih dari cowok bukan pasangan kami, tapi kami berusaha menolak dengan seribu alas an untuk menjaga perasaan pasangan kami, tapi ternyata pengorbanan sia-sia.

 

9. Menuntut Cara Berpakaian

Cara berpakaian yang bagaimana sih?

Cara berpakaian yang bagaimana sih? via http://google.com

Kalian bisa menyuruh cewek berpakaian yang sopan dan masih banyak kriteria menurut kalian, tapi kalian masih memposting foto kalian telanjang dada, atau jalan-jalan kemana-mana memakai kaos tipis dan boxer. Please, kami nggak rela kalian jadi tontonan cewek-cewek. Jadi, kalau kami sudah pakai baju sopan, bisa kan kalian menutup bagian tubuh kalian?

Sebelum menuntut cewek kalian banyak hal, lebih baik renungkan dahulu. Apakah kamu sudah menjadi adil? Ketika kamu menuntut, apakah kamu sudah memberi contoh yang baik pada cewek itu. Sebenarnya, kalau si cowok sudah baik untuk dijadikan role model, wanita pun akan merubah dirinya sendiri menjadi lebih baik tanpa tuntutan.