Artikel yang ditulis salah satu kontributor Hipwee ini bukan bertujuan untuk promosi, sama sekali bukan. Ini murni ditulis dari pengalaman pribadi saat menggunakan layanan ojek berbasis online.

Jadi kalau mau disebut gaul dan kekinian, jangan cuma bisa galau saja di media sosial. Manfaatkan smartphone canggih untuk membuat hidup jadi lebih mudah. Termasuk mempermudah proses bepergian dari satu tempat ke tempat lain.

Tanpa berlama-lama lagi, langsung saja yuk simak 10 tips seputar penggunaan GO-JEK dan GrabBike secara benar berikut ini :

 

1. Naik dan Turunlah Di Tempat yang Aman

Kecemburuan sosial memang sulit dibasmi.

Kecemburuan sosial memang sulit dibasmi. via http://Tempo.co

Kesenjangan antara para pengemudi ojek konvensional dengan pengemudi ojek online kian hari kian nyata saja. Tak sedikit kasus pengemudi ojek online yang dikeroyok oleh pengemudi ojek konvensional.

Demi menghindari hal ini, pastikan kamu naik atau turun di tempat yang aman. Maksudnya, tempat yang agak jauh dari pangkalan ojek konvensional. Melindungi keselamatanmu dan keselamatan pengemudi ojekmu, hal ini sungguh penting untuk dilakukan.

Bila seandainya ada tatapan-tatapan sinis penuh dendam dari pengemudi ojek konvensional di sekitar situ, tatap matanya dalam-dalam dan katakan

“Jadi kamu pikir ini semua salah aku? Kenapa aku terus yang salah, sih?”

Eh, tapi sebaiknya jangan kamu lakukan, deh. Bila kamu masih ingin dianggap waras oleh orang-orang di sekitar tempat itu.

2. Ketik Deskripsi Lokasi Secara Lengkap (Gak Usah Ditambahin Embel-embel Gak Penting)

Jika kamu mau dijemput dengan cepat, tulis deskripsi yang benar.

Jika kamu mau dijemput dengan cepat, tulis deskripsi yang benar. via http://Expresswriters.com

Kalau kamu sudah mengunduh aplikasi ojek online dan mendapatkan kredit gratis atau sudah mengisi kreditnya, kamu bisa segera memesan ojekmu. Selain memasukkan deskripsi posisi melalui bantuan peta online, kamu juga bisa menambahkan deskripsi lokasi untuk memudahkan si pengemudi ojek.

Misalnya, kamu bisa menambahkan deskripsi seperti :

Jl. K.H. Syahdan (depan Kampus Syahdan Binus)

Jl. Kemanggisan Pulo II (depan gedung Tempo yang baru)

Jl. S. Parman (pintu barat Mal Taman Anggrek)

Tak perlu kamu menambahkan embel-embel yang sifatnya percuma, seperti :

Jl. K.H. Syahdan (Aku bakal nungguin kamu sampe kamu jemput aku)

Jl. Kemanggisan Pulo II (Tiada kesan tanpa kehadiranmu)

Jl. S. Parman (Kamu ati-ati ya bawa motornya, aku takut kamu kenapa-napa)

Percaya deh sama Hipwee, kamu tidak perlu berbuat seperti itu.

3. Jangan Pelit untuk Menelepon Pengemudi Ojek

Cukup menelepon saja sih, tak usah dipeluk segala.

Cukup menelepon saja sih, tak usah dipeluk segala. via http://Chirpstory.com

Tidak jarang pengemudi ojek bingung dengan lokasi tempatmu berada. Bila sudah begini, kamu tentu harus proaktif meneleponnya duluan. Masa pulsa untuk nge-chat gebetan saja ada, tetapi untuk menelepon pengemudi ojek tak ada.

Dengan menyiapkan pulsa, kamu bisa memastikan kalau pengemudi ojek pesananmu akan tiba dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kala kefakiranmu tak lagi bisa diatasi, paling tidak milikilah pulsa untuk mengirimkan SMS, ya.

4. Kasih Kabar Ya Kalau Mau Membatalkan Pesanan!

Karena yang tiba-tiba hilang begitu memuakkan.

Karena yang tiba-tiba hilang begitu memuakkan. via http://Koreanengfung.wordpress.com

Lama menunggu pesanan ojek datang, tiba-tiba ada teman yang mengajakmu pulang bareng. Hati senang bukan kepalang, karena kamu bisa hemat ongkos. Nah, tugasmu sekarang adalah membatalkan atau melakukan cancel booking sesegera mungkin, ya.

Selain melakukan pembatalan via aplikasi online, kamu juga perlu menelepon pengemudi ojek supaya dia menghentikan perjalanannya ke tempatmu berada sekarang. Wahai masyarakat kota besar, janganlah kamu melakukan PHP (Pemberian Harapan Palsu) pada pengemudi ojek. Jangan pula kamu tiba-tiba hilang tanpa pesan, seperti gebetan yang berubah pikiran.

Ups...

5. Mintalah Apa yang Memang Menjadi Hakmu

Masker warna-warni dan shower cap hanya untuk kamu. Iya, kamu.

Masker warna-warni dan shower cap hanya untuk kamu. Iya, kamu. via http://Tokopedia.com

Sebagai pelanggan setia ojek berbasis online, kamu tentu patut tahu kalau kamu berhak mendapatkan fasilitas berupa masker atau penutup kepala (sejenis shower cap). Kamu tak perlu ragu untuk meminta perlengkapan tersebut sesaat sebelum berangkat bersama ojek pesananmu.

Shower cap bukan cuma untuk mandi, tetapi juga untuk melindungi kebersihan rambut dan kulit kepala selama naik ojek.

Saat pengemudi ojek tak sanggup memenuhi hakmu, tak masalah kalau kamu tak memberikan review sempurna pada aplikasi ojek online. Melalui aplikasi online tersebut, beritahukan pada pengelola ojek online bahwa pengemudinya tidak terlalu taat pada prosedur yang sudah ditetapkan perusahaan.

6. Kamu Bebas Memilih Rute yang Lebih Praktis

Kamu menganggapnya penguasa jalanan. Tapi kamu juga boleh mengarahkan.

Kamu menganggapnya penguasa jalanan. Tapi kamu juga boleh mengarahkan. via http://Liputan6.com

Pengemudi ojek online memang jadi penentu arah perjalanan. Tetapi bukan berarti kamu tak bisa memilih rute perjalanan yang lebih praktis. Belum tentu kan pengemudi ojeknya hafal dengan seluruh daerah di kotamu, termasuk daerah yang akan jadi tujuanmu.

Daripada si pengemudi bingung tak tentu arah, lebih baik kamu membantu mengarahkannya dengan baik.

7. Ingin Tetap Kece Sampai Ke Tempat Tujuan? Siapkan Jaketmu!

Jaket lengan panjang yang membuat tubuhmu lebih terlindung.

Jaket lengan panjang yang membuat tubuhmu lebih terlindung. via http://Spicalandblog.blogspot.com

Kamu kapok dengan kondisi jalanan yang panas dan berdebu saat naik ojek?

Selalu ada harga yang harus kamu bayar demi sebuah sampai ke tempat tujuan dengan cepat. Supaya tubuhmu tidak dikotori oleh pekatnya asap dan debu jalanan, gunakan saja jaket dengan hoodie (penutup kepala).

Jaket ber-hoodie sangat membantumu ketika si pengemudi ojek tidak memberikan shower cap. Rambutmu akan tetap wangi dan bersih karena terlindungi oleh hoodie jaket dan tidak kontak langsung dengan helm yang dibawa pengemudi ojek.

Terima kasih, jaket kesayangan !

8. Mau Ngobrol? Boleh ! Tetapi Cukup Seperlunya Saja!

Akrab memang banyak orang tak ada salahnya, asal tahu batasan.

Akrab memang banyak orang tak ada salahnya, asal tahu batasan. via http://Farhansv.com

Pergi berdua sama pengemudi ojek, agak mustahil rasanya kalau kamu tidak mengobrol barang satu dua kalimat sama sekali, ya. Cukup bahas percakapan yang ringan-ringan saja. Misalnya :

“Bapak udah lama gabung sama GO-JEK?”

“Gabung di GrabBike gini betah gak, Pak?”

“Pendapatannya lumayan ya pak selama narik GO-JEK?”

Hindari percakapan yang sifatnya berat, mengundang kontroversi, atau malah pelacur (pelan-pelan curhat), contohnya :

“Saya sebenernya kapok naik ojek kayak gini, Pak. Pacar saya yang tukang ojek pernah selingkuh sama tukang warung Tegal. Saya jadi ngerasa trauma, deh.”

“Bapak kok jaketnya bau banget. Gak pernah dicuci kali, ya?”

“Kalo narik ojek gini, pernah digodain sama tante-tante genit gak, pak?”

“Bapak udah tua banget gini narik ojek, apa gak takut jatoh terus digiling mobil?”

9. Ketika Mood-mu Sedang Tak Baik

Naik ojek juga harus membuatmu piawai menjaga sikap.

Naik ojek juga harus membuatmu piawai menjaga sikap. via http://Simplelifestrategies.com

Hari ini mungkin begitu menjengkelkan bagimu. Baru saja dihukum guru, diberi nilai D oleh dosen, diomeli atasan, atau baru saja kehilangan dompet. Kamu pun susah payah mendapatkan ojek online agar bisa pulang ke rumah.

Mood yang sedang buruk biasanya membuat kamu jadi malas bicara dengan siapa pun, termasuk dengan pengemudi ojek. Nah, jika pengemudi ojeknya mengajakmu mengobrol, jangan kamu lampiaskan kemarahanmu pada dia. Apalagi aksi vandalisme dengan mengetuk-ngetuk helmnya menggunakan kepalan tanganmu. Jangan, ya.

Sebagai gantinya, kamu bisa mendengarkan musik dari headset, sambil memberi pesan pada si pengemudi ojek. Mungkin contohnya seperti ini :

“Pak, saya mau dengerin musik, nih. Nanti bapak berenti di terminal Kalideres, ya. Gak usah masuk terminal, berhenti di halte Semanan aja.”

“Oke, mas.”

10. Jagalah Kesopanan Dimanapun Kamu Berada, Termasuk Saat Di Atas Ojek.

Uhuk, yang tampilannya menawan memang sedap dipandang.

Uhuk, yang tampilannya menawan memang sedap dipandang. via http://Instagram.com

Suatu ketika anugerah dari-Nya datang tak disangka-sangka di hidupmu. Kamu mendapati pengemudi ojek lawan jenis yang tampangnya aduhai begitu rupawan. Tubuhnya wangi, atletis atau seksi, peluk-able, perangainya ramah, sopan, manis, dan begitu murah senyum.

Eits ! Kamu harus ingat dengan posisimu saat ini, ya. Hubungan kamu dan dia murni sebagai pelanggan dan pengemudi ojek. Tak ada maksud lain. Janganlah kamu baper dan menggodanya sepanjang perjalanan sampai-sampai dia tak fokus mengendarai motornya. Kagumi dia seperlunya saja dan jangan menelepon dia di jam kerja. Dia pasti kecewa karena mengira telepon itu dari pelanggannya, padahal cuma dari kamu yang ganjen dan usil ingin menggodanya.

 

Mungkin kamu merasa tips ini cukup menghibur dan benar adanya, walaupun juga agak ngawur. Mohon maklum saja dengan situasi, kalau kontributor yang akal sehatnya agak terkoyak sedang tergugah membuat artikel tentang keberadaan ojek online. Apapun anggapanmu setelah membaca ini, Hipwee ucapkan selamat datang di era baru sistem transportasi modern di Indonesia. Memesan layanan ojek? Tinggal sentuh dengan ujung jarimu saja !