1. Perkenalan singkat yang berkesan

Perkenalan via https://www.pexels.com

Perkenalan merupakan hal pertama yang harus dilakukan seorang presenter. Untuk membuat kesan pertama yang baik sekaligus perkenalan yang diingat oleh audiens, kamu perlu membuatnya dengan singkat, padat, dan menarik. Lakukan perkenalan dengan menyebutkan nama lengkap, pekerjaan saat ini, serta riwayat pekerjaan dan pendidikan secara singkat.

2. Menjelaskan tanpa membaca slide

Presentasi TED via https://youtu.be

Presenter atau pembicara yang baik akan menyampaikan presentasinya tanpa membaca slide, karena slide hanyalah pendukung atau visualisasi dari penjelasan lisan. Sebenarnya boleh saja jika kamu ingin melihat slide, namun bukan berarti kamu dapat membacanya sebagai penjelasan. Selain akan membuat audienmu jenuh dan mengantuk, melakukan presentasi dengan bahasa yang ada dalam slide juga akan membuat pesan dalam presentasimu gagal diterima dan dipahami oleh audien.

3. Sertakan sedikit teks

Slide yang clean via https://www.youtube.com

Advertisement

Masih berkaitan dengan poin nomor 2, agar kamu tidak melakukan presentasi dengan membaca slide, buatlah slide presentasi dengan sedikit teks yang berupa kata kunci atau inti dari sebuah konten.

4. Sebuah gambar berbicara lebih keras dibandingkan ratusan kata

Pada poin nomor 3, kamu disarankan untuk menyertakan sedikit teks, agar kamu tidak terlalu terpaku dengan teks pada slide. Dengan menyertakan sedikit teks, slide akan terlihat clean dan kosong. Untuk itu, kamu perlu memberikan visualisasi (bisa berupa gambar, video, ikon, dll) yang sesuai dengan konten pada slide. For Your Information, elemen visual itu lebih mudah dicerna oleh otak manusia loh, dibandingkan teks yang panjang.

5. Gunakan font yang simple namun menarik

Font yang simple via http://freetypography.com

Saat ini adalah era di mana semuanya bisa custom, termasuk presentasi dan elemen-elemennya. Orang-orang mulai meninggalkan template dan membuat desainnya sendiri. Begitu juga dengan font. Meskipun tidak semua orang dapat menciptakan font-nya sendiri, tidak sedikit pula yang menyediakan font custom (bukan template) yang bisa kamu dapatkan di berbagai situs di internet secara gratis (ada juga yang berbayar). Agar presentasimu menarik, namun tidak lebay, kamu bisa memilih font yang simple namun menarik. Hindari menggunakan font script untuk badan teks.

6. Bubuhkan humor di sela-sela penjelasan

Humor sebagai pencair suasana via https://www.pexels.com

Tidak ada hal yang lebih disukai manusia selain humor. Agar kamu dan presentasimu diingat, kamu perlu memberikan humor di sela-sela penyampaian. Buat audien presentasimu tertawa dan menikmati presentasi.

7. Berikan perbedaan nada suara untuk masing-masing konten

Variasi nada suara via http://www.gaapdynamics.com

Kamu tentu tidak ingin dianggap robot kan saat presentasi? Kamu juga pasti ingin audiens paham apa yang kamu sampaikan. Agar penyampaian presentasimu lebih hidup, gunakanlah nada suara yang bervariasi dan anggap saja kamu sedang bercakap-cakap dengan beberapa teman akrabmu.

8. Lakukan eye contact dengan audiens presentasimu

Meskipun kamu gugup dan grogi, kamu tidak boleh membuat presentasimu hancur dengan melakukan penjelasan sambil menatap lantai atau atap. Karena faktanya, kamu sedang berkomunikasi dan berinteraksi dengan banyak orang (audiens). Agar komunikasimu berhasil dan audiens tertarik dengan apa yang kamu bicarakan, buatlah kontak mata dengan mereka. Berikan tatapan yang tulus, sehingga audiens mempercayaimu sebagai sumber informasi.

9. Perhatikan body language

Body language via https://www.emaze.com

Meskipun inti dari sebuah presentasi adalah penyampaian yang baik dan menarik, penggunaan body language yang aktif bisa membantumu menyampaikan pesan dengan lebih tepat dan akurat kepada audiens.

10. Buat ekspresi wajah yang sesuai dengan konten yang sedang dijelaskan

Ekspresi wajah via https://www.enkimd.com

Hal yang tidak boleh dilupakan ketika melakukan presentasi adalah ekspresi wajah. Ekspresi wajah merupakan gambaran emosi seseorang, namun dalam presentasi atau hal yang berkaitan dengan kehidupan sosial, seseorang dituntut untuk bersikap profesional dengan menunjukkan ekspresi gembira (senyum) dan menyenangkan, meski kehidupan pribadinya sedang dilanda permasalahan.

Selain itu, kamu perlu menyesuaikan ekspresi wajahmu dengan konten yang sedang kamu jelaskan. Misalnya jika kamu sedang menirukan orang yang sedang bersedih, buatlah ekspresi sedih.