Kampungan, cupu, norak bin katro,kurang kekinian dll. Saya pernah mendapatkan cap seperti itu baik dari teman maupun atasan. So, disini bukannya mau curhat ataupun menyindir karena saya bukan tukang nyinyir ya. Tapi saya akan sedikit berbagi kenapa sih kalian harus bangga menjadi gadis atau orang desa padahal sering diejek bin dihina. Yuk mari kita simak dan resapi:

1. Tempat ternyaman

pemandangan via http://wallpaperweb.org

Mau isi rumah berantakan, mau isi rumah berisik, mau suasana rumah lagi nggak karuan, tetap saya merasa nyaman di rumah desaku. Bahkan terkadang saya kangen akan hal kecil seperti itu. Karena di desa, aku mendapat sentuhan kasih sayang secara langsung baik itu dari keluarga, saudara, maupun tetangga bahkan sahabat. Bukankah kasih sayang yang tulus mampu membuatmu tersenyum bahagia daripada kemewahan namun miskin sentuhan

2. Belajar sederhana

belajar bebas via https://www.swocc.nl

Jelas bener banget nih. Dulu, bermain congkak di tanah dengan melubanginya seperti bentuk congkak dan menggunakan kerikil pasir untuk dijadikan umpan, mengumpulkan belalang didalam botol dan nantinya mungkin akan digoreng untuk santapan makan malam, lebih jahat lagi menangkap capung dengan getah buah nangka yang masih muda dan yang paling saya suka dulu adalah bermain "pecle".

Advertisement

Jadi intinya dulu tak mengejar reputasi, tak mengenal gengsi maupun gaya hidup apalagi mengejar dia yang tak tahu ada dimana. Stop curhat! So, bahagia itu sederhana cukup mensyukuri dan mencintai sesama dengan tulus dan ikhlas. Karena zaman sekarang banyak yang terlalu mengejar duniawi sampai meninggalkan jati diri.

3. Kenangan terindah

Senyum-senyum sendiri di balik jendela kamar, tertawa sendiri sambil menutupi muka dengan bantal, berbunga-bunga sendiri padahal ada rintikan air hujan di balik jendela, bahkan tersandung saat berjalan melewati kenangan mantan. Sekilas episode yang pernah saya alami akhir-akhir ini setelah lama merantau mungkin sobat juga pernah mengalaminya. Sudah sangat jelas kan bahwa episode-episode di atas itu menggambarkan lamunan yang membahagiakan. Karena kenangan pahit maupun manis, kau akan tetap tersenyum suatu saat nanti ketika membayangkannya. Karena kamu bangga mempunyai hal itu dan bangga mampu melewati semua itu.

4. Mempunyai senyum manis

Terkadang saya benci. Hidup di gemerlapnya dunia. Mengikis kesederhanaan cinta. Merapuhkan jati diri. Sangat benci mengendurkan kepedulian. Demi mengejar gaya hidup. Bukankah kehidupan, tanpa aba-aba bisa redup? Terkadang mati selucu itu.

Puisi diatas salah satu karya gadis desa yang sedang jauh dari perantauan sana dan sangat merindukan desanya.

5. Orang desa akan setia

setia sampai tua via https://www.google.com

Bukan promosi termasuk promosi ya. Karena gadis desa sudah banyak belajar bagaimana bahagia dari yang sederhana, mencintai secara sederhana, sangat menyayangi anak-anak, terbiasa hidup sederhana dan jauh dari kata gengsi sudah pasti gadis desa setia sampai tua.

Itulah sedikit alasan kenapa saya bangga menjadi gadis desa, so buat kamu gadis desa lainnya yang sedang merantau jauh dari peraduan tetap jaga jati diri kamu yang sesungguhnya bahwa menjadi gadis desa bukan berarti tidak keren.


Karena keren itu bagi saya adalah ketika kita bisa memberi manfaat maupun inspirasi kepada banyak orang dengan tanpa meninggalkan jati diri kita yang sebenarnya.