Jarak itu bagian dari hidup, jarak juga menentukan kualitas hidup. Bagaimana cara bertahan dengan jarak yang ada di antara kita dan pasangan kita?

 

1. Jarak itu, uji ketahanan sesungguhnya

koleksi pribadi via https://www.facebook.com

Jarak sebagai penentu kualitas hidup seseorang.

Tidak sedikit dari kita yang sedang dalam proses berjuang, baik kuliah diluar kota, ataupun yang bekerja di luar negeri, tentu semuanya butuh pengorbanan. Rela meninggalkan kampung halaman, ikhlas meninggalkan barang-barang kesayangan, dan harus sanggup meninggalkan kebiasaan lama.

2. Aku dan Jarak Keluarga

Dari kampung ke kota via https://www.google.co.id

Advertisement

Ketika Jarak memisahkan hangatnya bersama keluarga

Sebagai saudara tertua dalam sebuah keluarga, tentu ada tuntutan tersendiri dari orang tua. Selain harus mandiri, kita juga disarankan untuk memperbaiki kesejahteraan keluarga, terutama untuk adik-adik kita nantinya.

Berpamitan pergi mencari ilmu di kota sebesar Jakarta tentu bukanlah hal yang mudah, melepaskan seluruhnya yang pernah kita punya saat berada bersama keluarga. Kita harus merelakan makan malam yang sepi tanpa ada suara cerewet ibu karena kita telat makan, kita harus mulai terbiasa merajinkan diri, harus sepandai mungkin mengelola keuangan.

Disinilah sang Jarak menguji kita, akan kan kita taat dan masih patuh pada nasehat orang tua yang saat ini terpisah oleh jarak, atau kita mengabaikan karena mereka tidak sedang bersama?

3. Aku dan Jarak dengannya

Cinta memang tak kenal waktu tak kenal tempat

Sebagai laki-laki normal tentunya punya hasrat memiliki wanita yang diidam-idamkan, di usia 20 tahunan ini mungkin sedang getol-getolnya nyari pasangan (pacar).

Bukan perkara yang mudah ketika aku lebih memilih wanita yang jauh di sana, ditempuh perjalan darat selama 5 jam lebih, tentu bukanlah jarak yang dekat bagi seorang freelancer photographer seperti aku ini. Bayaran tak menentu, kerjaanpun kadang tak pasti selalu ada.

Ini bukan kali pertamanya aku menjalin asmara pacaran dengan jarak, dari beberapa kali pengalamanku, aku selalu gagal. Kadang aku terlalu lemah membiarkannya pergi, rasa ibaku selalu menang.

Aku masih sanggup menahan untuk tidak menggoda bahkan melirik cewek – cewek metropolis.
Di usia 20 tahunan ini aku sudah belajar setia, hanya memiliki satu pasangan saja, saat ini masih berjalan, Aku teap berpegang pada keyakinanku dia lah yang terbaik, dan menjadi prioritasku, tapi entah, aku seperti itukah baginya.

Apakah aku sanggup menahan menggoda? atau apakah dia sanggup menahan godaan? Jarak mengujinya!

4. Aku dan Jarak bersama Kawan

kawan kawan kawan via http://www.merdeka.com

Halaman Surau tempat kami bersendagurau

Apakah ini yang dimaksud sebuah teori yang pernah aku baca bahwa " Setiap 7 tahun sekali seseorang akan kehilangan teman dan mendapatkan teman yang baru"

Teman-teman semasa kecil merupakan teman yang paling mengerti diri kita, selama bertahun tahun dari saat kita masih ingusan, sampai kita tumbuh dewasa tentu menjadi hal yang sulit untuk dilupakan.

Tentu menjadi salah satu kendala bagi kita yang sudah menjalin pertemanan selama bertahun-tahun, bukanlah menjadi perkara mudah, ketika salah satu diantara kita harus memutuskan untuk pergi merantau, mencari ilmu, mencari nafkah dll.

Akankah jarak menghapus kenangan kita selama bertahun-tahun?

5. Aku dan Jarak Tuhan

tasbih via http://vk.com

Jarak itu bagian dari hidup, jarak juga menentukan kualitas hidup.

sejauh apapun Jarakmu dengan orang tua, kamu akan tetap patuh dan berbakti kepada mereka, itu dalam ranah Birrul Walidain.
Jarak juga menjadi penguji kesetiaan, sejauh apapun pasanganmu, suami dan atau istrimu, kamu akan tetap setia, itu dalam ranah berumah tangga.
Lebih jauh lagi, seperti Jarakmu – dengan Tuhanmu, kamu akan selalu merasa tenang, nyaman, terlindungi dan tercukupi, bahkan diperhatikan lebih, jika Tuhan kamu tempatkan di hatimu, di pikranmu, itu dalam ranah ketaqwaan.

So… Jarak itu bisa disebut dengan ujian. Jangan sampai kamu dikalahkan oleh jarak, jangan karena jauh orang tua, kamu lalai nasehatnya. Jangan karena jauh dari pasangan, kamu abaikan kesetiaannya.

Kamu bisa lolos uji jika menempatkan Tuhan dengan jarak sedekat hatimu, dan selalu berada dipikiranmu.