Kalau tahun baru, semua orang pasti hafal dong. Tapi apakah kalian sudah familiar dengan hari introvert sedunia sejak tahun 2011 yang dirayakan setiap 2 Januari? Sebelum kita membahas apa itu hari introvert itu, sebaiknya kita jelaskan dulu apa itu introvert dan ekstovert itu?

1. Katanya Introvert Seperti Ini

medium.com via https://id.pinterest.com

Berdasarkan pola interaksinya, kita mengenal yang namanya kepribadian ekstrovert dan introvert. Stereotipe umum masyarakat ini menyangkut karakter ekstrovert dan introvert adalah ekstrovert itu orang yang blak blakan dan rame, sedangkan orang introvert adalah orang yang tertutup dan tak suka bergaul. Padahal hal itu tidak benar sama sekali. terus, sebenarnya apaan sih bedanya?

2. Beda Sumber Energi

whisper app via https://id.pinterest.com

Kalau kita umpamakan seperti baterai, perbedaan introvert dan ekstrovert adalah sumber energinya. Para ekstrovert adalah tipe orang yang memiliki energy yang bersumber dari orang orang disekitarnya, secara umum orang orang dengan kecenderungan ekstrovert lebih produktif saat ia bersama orang lain. Misalnya dalam tipe belajar biasanya mereka lebih menyenangi belajar bersama atau lebih paham jika membacanya dengan keras.

Advertisement

Beda lagi dengan orang dengan kecenderungan introvert, mereka menyerap energi dari kesendirian mereka. Bukan artinya mereka anti-sosial atau enggan bersosialisasi, tapi setelah mereka berkumpul dalam keramaian, setelah itu mereka akan butuh waktu sendiri atau Bahasa kerennya me time untuk mencharge energy mereka yang telah terkuras sebelumnya untuk bersosialisasi. Misalnya, pada akhir pekan seorang introvert bisa bermain dan jalan jalan ke puncak dari jumat sampai minggu bersama sama teman temannya tapi pada hari seninnya dia akan lebih memilih untuk santai dirumah sendirian untuk membaca novel kesukaannya dengan tenang dan jarang membuka hp (itupun kalau ga ada jadwal kuliah :P). secara umum orang dengan kecenderungan introvert lebih produktif saat ia bekerja dengan sendiri, atau tak bisa bekerja bersama orang banyak dalam waktu yang lama atau terus menerus.

Jadi, ekstrovert tidak suka tampil di depan umum? Gak juga. Introvert bisa dan mampu tampil di depan umum sebaik ekstrovert, hanya saja setelahnya mereka membutuhkan waktu tenang. Banyak juga loh selebriti dan pemimpin terkenal yang memiliki kecenderungan introvert. Bagi para ekstrovert, waktu tenang ini bukan sekedar waktu bersantai atau bermalas – malasan saja, tapi merupakan momen untuk rileks, merenung atau mencari inspirasi baru. Para introvert dapat berpikir dan menemukan inspirasi baru saat ia menyendiri. Karena itulah introvert seringkali dapat produktif di waktu chilling dan me time ini.

3. Ambivert

more-than-ideas.tumblr.com via https://id.pinterest.com

sebenarnya, kepribadian seseorang itu gak sekotak yang kamu kira. Tidak ada orang yang benar benar ekstrovert atau orang yang introvert sejati. Setiap orang pasti punya sisi ekstrovert dan introvert nya sendiri sendiri. Hanya saja, kebanyakan orang memiliki kecenderungan kuat ke salah satu sisi. Tapi ada juga loh tipe orang yang punya punya kedua ciri kepribadian ini dengan seimbang. Istilahnya mereka disebut Ambivert.

4. Merayakan Sifat Introvert

vedmedidi.tumblr.com via https://id.pinterest.com

Lalu apakah fungsi dari diadakannya hari introvert internasional ini?

Kita hidup di dunia yang bersifat ekstrovert. Orang lebih senang menghargai dan menilai apa yang dapat terlihat secara nyata. Hal tersebut dapat dilihat dengan meluasnya social media, dll. Banyak orang berlomba lomba mempertontonkan dirinya kepada dunia untuk menyatakan eksistensinya. Hal tersebut tentu tak salah, karena orang senang menunjukan keberadaannnya pada orang lain agar dianggap bagian dari mereka.

Bagaimana dengan para introvert yang senang dalam keprivasiannya? Karena banyaknya persepsi dan stereotip yang salah tentang para introvert (mereka anti social, tak suka bergaul, pemalu, leta aneh, dll) hari introvert dirayakan untuk membangkitkan kesadaran orang orang untuk lebih memahami introvert seperti sebagainya mereka. karakter introvert bukanlah hal yang aneh, hanya saja mereka memiliki cara bekerja yang berbeda dengan para ekstrovert. Hari introvert sedunia diharapkan mampu mendorong para introvert untuk memahami dirinya dan ingkungannya dengan lebih baik.

Lalu mengapa harus dirayakan 2 desember? Seperti yang saya jabarkan tadi, orang dengan kecenderungan introver suka me recharge energy mereka setelah habis untuk beramai ramai bersosialisasi dengan menyendiri atau melakukan aktivitas me time dengan tenang. Seperti misalnya setelah berpesta dan bermain semalam suntuk dengan teman temannya untuk tahun baruan, para introvert akan beristirahat di tempat privasinya pada tanggal 2 desembernya.

5. Minoritas yang Berbakat

mediawebapps.com via https://id.pinterest.com

Semua kepribadian memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing, serta diciptakan berbeda justru untuk saling melengkapi. Contohnya, jika kalian memperhatikan pasangan suami istri yang serasi dan memiliki hubungan yang sehat dan langgeng, biasanya mereka memiliki kecenderungan kepribadian yang bersebrangan, salah satunya introvert dan yang lain ekstrovert.

Orang introvert yang senang dengan ketenangan biasanya juga pasti memiliki teman yang bersifat ekstrovert dan seringkali jadi “jembatan” untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, sebaliknya orang ekstrovert juga sennag berteman dengan orang introvert karena senang punya teman yang bisa mengimbangi “kehebohannya”.

Dalam masyarakat umum, kepribadian introvert memang tergolong minoritas, tapi ketahuilah sebagian besar ilmuan, seniman, aktor, dan pemikir visioner yang banyak mempengaruhi dunia adalah seorang introvert. Introvert, yang lebih menghargai waktu kesendiriannya, memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan bakat, ide dan pemikirannya yang unik dan mengembangkannya agar dapat berguna untuk orang lain. Para introvert juga memandang dunia dengan cara yang berbeda dengan kebanyakan orang sehingga seringkali melahirkan banyak gagasan yang tidak biasa dan menjadi revolusioner sertatidak takut untuk memiliki gagasan yang berbeda dengan orang lain. Atau kalau kata seorang ilmuan fisika dan visoner, Stephen Hawking, “the quitest people have the loudest minds.” Jadi, selalu bangga pada dirimu sendiri ya.