Mang, nanti bangunin tahajud yah misscall ajah. Mang, bangun mang.. shalat tahajud!

Itulah beberapa penggal kalimat yang sering kita lontarkan satu sama lain. Saling mengingatkan dan memotivasi untuk meningkatkan kadar keimanan. Aku tak ingat kapan terakhir kali kau memberikan kalimat tersebut. Padahal dulu kita begitu dekat meski tak sering bertemu.

 

 

1. Perkenalan Singkat Aku dan Kamu.

Singkat cerita sampai akhirnya kita bisa kenal

Singkat cerita sampai akhirnya kita bisa kenal via http://google.co.id

Awal kedekatan kita itu sama seperti kebanyakan orang, kau adalah teman dari seseorang yang kukenal. Ayahmu berasal dari daerah yang sama dengan daerah aku dibesarkan saat aku kecil. Aku dan kamu saling bercerita tentang masa kecil masing-masing, tentang kebiasaan dan keseharian.

2. Aku dan Kamu Masih Memiliki Dia yang Selalu Disamping Kita.

Bahwasanya kita tak sama-sama sendiri

Bahwasanya kita tak sama-sama sendiri via http://google.co.id

Saat itu, Kau masih memiliki seorang yang spesial, begitu pun denganku.Kemudian aku mendengar hubunganmu berakhir dengan seseorangmu, dan kita semakin dekat karena curahan hatimu.

Tak hanya sebatas sebagai teman bertukar cerita isi hati, kita pun semakin dekat dengan persamaan misi yaitu meningkatkan kadar iman kita pada sang pencipta.

Saling membantu untuk mendukung dan memotivasi saat semangat beribadah, semangat belajar bahkan semangat beraktivitas meredup.

Kau selalu punya cara untuk menjadikan yang tidur terbangun. Kau selalu tau kapan saat lembut atau harus kasar dan pada waktu yang pas. 

3. Kita pun Pernah Berlibur ke Suatu Kota Tak Sengaja.

Liburan singkat yang tak mudah dilupakan

Liburan singkat yang tak mudah dilupakan via http://google.co.id

Takdirkah? Kebetulan?

Entahlah itu apa namanya.

Saat kau bersama teman-temanmu, sedang aku dan sahabatku berada dalam gerbong kereta yang berbeda. Kita hendak berkeliling ke suatu kota di Jawa Tengah. Aku merasa senang karena jarang sekali memiliki kesempatan bisa berwisata dengan teman lawan jenis, termasuk kamu di dalamnya.

Pada hari pertama kita sampai di kota tersebut, aku singgah ditempat kos sahabatku, sedangkan kau bersama temanmu singgah disalah satu temanmu di desa lain yang jaraknya beberapa kilometer dari tempatku singgah.

Karena sahabatku punya tugas dari kampus, aku hanya berada dikamarnya dan berinteraksi denganmu melalui sms. Ada yang menarik dari pesan singkatmu, “kalo gue tau wilayah sini mang, udah gue pinjem motor trus kita jalan keliling-keliling deh”. Hal sepele yang buatku merasa senang bukan kepalang.

Begitulah keseharian kita hanya berinteraksi melalui pesan singkat atau pesan media social.

4. Julukan yang Kita Gunakan Tanpa Adanya Kesepakatan

Kita punya nama panggilan yang lucu

Kita punya nama panggilan yang lucu via http://move-media.blogspo

Aneh, ancur dan abnormal panggilan yang begitu saja terjadi antara kau dan aku. Ketika itu kita saling mencemooh satu sama lain chipmunk, sialan dan akhirnya siamang.

Entah bagaimana ceritanya, panggilan siamang itu menjadi panggilan yang seringkali terlontar antara kau dan aku. Emoticon monyet lucu yang terdapat dalam salah satu aplikasi pesan social media menjadi sering bertengger dalam setiap percakapan kita. 

5. Sssssttttt…. Aku Pengagum Rahasiamu!

Diam-diam aku memperhatikanmu

Diam-diam aku memperhatikanmu via http://www.pickthebrain.com

Tak kuhitung pasti berapa lama kita kenal dan saling mengenal, tapi dari awal aku mengenalmu aku sudah tertarik denganmu karena sikapmu. Meski tak seutuhnya mengenalimu, selalu saja ada yang membuatku berdecak kagum. Mulai dari urusan agama, urusan kesopanan, dan sikapmu.

Kau seringkali memberikan ilmu soal pengetahuan islam, seringpula memberikan masukan dan saran cara berperilaku dengan orang tua atau orang lain.

Aku pun tak mengerti, mengapa aku bisa seperti itu, entahlah.
 

6. Kau Motivator yang Handal

Tanpa kau sadari kau telah memotivasi

Tanpa kau sadari kau telah memotivasi via http://potongankalimat.blogspot.com

Tahukah kau bahwa aku memiliki motivasi internal yang baik? Tak ada yang tahu selain diriku sendiri hehe..

Aku pun manusia biasa yang pastinya terjadi fluktuatif dalam hidup. Kadang aku merasa kesulitan saat aku membutuhkan semangat untuk kembali bangkit dari dinginnya lantai keterpurukan.

Pernah seorang sahabat berkata “lo emang butuh seseorang yang kejam. Gue ngomong berkali-kali ga pernah di denger. Cuma angin lalu.” Entah mengapa aku teringat padamu ketika mendengar ucapan sabahatku.

Jujur sampai detik ini baru kau orang yang mampu sangat kejam tanpa kau sadari itu sangat membantuku untuk membangkitkan semangatku.

Meski terdengar jahat dan arogan dari ucapanmu, tapi ucapanmu mampu menghentakkan bathin dan nuraniku.

7. Aku Tak Mengerti Dirimu Seutuhnya

Begitu banyak tanda tanya tentang dirimu

Begitu banyak tanda tanya tentang dirimu via http://phobiagrafis.blogspot.com

Aku tak tahu bagaimana sifatmu, seperti apa sikapmu, dan apa yang ada dalam hati dan pikiranmu. Karena banyak sekali pertanyaan soal dirimu, teramat banyak sampai-sampai aku tak mampu menghitungnya.

Ketika kau berinteraksi denganku melalui pesan singkat, kau bisa sangat hangat bagai kita sangat dekat, tapi ketika kita bertatap muka langsung kau sangat amat dingin seperti tidak mengenalku. Tak jarang dalam setiap pesanmu kau begitu misterius dan membuat aku menebak-nebak teka-teki apa yang kau sembunyikan.

Namun entah kau sadari atau tidak, aku kurang merasa nyaman dengan sikapmu yang kadang arogan dan ketus. Mungkin itulah sifat aslimu, tapi terkadang aku merasa ilfeel dengan keangkuhanmu karena “kelebihan” yang kau punya.

8. Ada yang Lain Setelah Malam Itu.

Berubah dalam sekejap waktu

Berubah dalam sekejap waktu via http://senyumlah.com

Pada malam di luar kota itu, kau menyatakan bahwa ada rasa nyaman saat berinteraksi denganku. Aku tak mengerti maksud dari pesan tersebut. Akhirnya kunyatakan pesan yang sama ketika sudah kembali ke kota asal kita. Entah mengapa setelah pernyataan yang sama itu terlontar, aku merasa kita semakin renggang.

Tak ada lagi miscall untuk membangunkanku di pagi hari untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Tak ada lagi pesan yang hanya berisi hal sepele “sedang apa?” atau “jangan lupa makan”.

9. Terkadang Kita Tidak Tahu Nilai Sebuah Peristiwa Sampai Tinggal Menjadi Kenangan.

Perasaan apa ini namanya? Ada rasa yang tak biasa ketika yang biasa mengisi hari-harimu hilang. Rasa nyaman yang terbentuk dan dia memilih untuk pergi. Terbang mengudara dan tak dapat kuraih hanya dengan tangan kosong.

Kadangkala aku bertanya “bisakah kita seperti dulu kembali? Senyaman tanpa adanya perbedaaan sedikitpun?” Lalu aku teringat pepatah :

Bukankah gelas pecah tak akan bisa utuh seperti sediakala meski menggunakan perekat sekalipun?

Akupun menyadari bahwa pepatah tersebut benar adanya. Sehebat apapun hubungan yang tercoreng akan berbeda dan pasti tak akan sama seperti sebelumnya.

Coretan ini kupersembahkan untuk seseorang yang pernah membuat hariku merasa nyaman.

 

Terima kasih yang setulus-tulusnya,

 

Dariku yang tak pernah Menyimak Ucapanmu.