Mungkin menurutmu sebuah kepastian tidaklah harus kamu ungkapkan. Tapi sadarkah kamu bahwa terkadang aku pun ingin merasa diperjuangkan?

1. Kau yang pergi dengan 1 kata “NETRAL”

Mungkin lebih baik jika aku pergi via https://www.google.co.id

Apa yang harus aku terka? Apa yang harus aku terjemahkan dari 1 kata itu? Mungkin sebenarnya aku mengerti, namun aku takut menerima arti. Hah rasanya mudah sekali mengucapkannya, rasanya dengan mudah pula kamu menerapkannya. Andai Tuhan menciptakan kemudahan itu juga padaku. Mungkin waktuku takkan habis terbuang untukmu. Dan mungkin akupun akan dengan mudahnya memalingkan wajahku terhadapmu, seperti apa yang biasa kamu lakukan itu.

2. Aku yang kau tinggal sendirian ditengah padang pasir yang sulit air

Aku yang kau tinggal sendirian ditengah padang pasir yang sulit air via https://www.google.co.id

Aku sendiri. Aku telah kau tinggal sendirian. Aku kepanasan dan aku kehausan. Mungkin kamu sudah asyik dengan kehidupanmu disana. Sehingga kamu lupa bahwa kamu telah meninggalkan seseorang ditengah padang pasir yang sulit air. Lalu ya, apa yang harus aku harapkan darimu kali ini? berharap bahwa kamu berubah fikiran dan akan kembali lalu membawaku pulang bersamamu? Hah… rasanya itu tidak mungkin. Kali ini aku hanya berharap Tuhan berbaik hati padaku dan Dia akan memberikan aku hujan. Dan ya, hujanpun mungkin telah iba melihatku dan dia mulai memercikan airnya padaku. Betapa aku mensyukurinya, hujan telah memberikanku kekuatan, hujan memberikan aku kesejukan dan hujan telah menghilangkan dahaga yang ku rasakan.

3. Karena hujan aku tak pernah merasa malu menangis bersamanya

Advertisement

Karena hujan aku tak pernah merasa malu menangis bersamanya via https://www.google.co.id

Kali ini hujan masih menemaniku. Aku yang selama ini menahan isak tangisku, kali ini aku rasa aku tak perlu malu menangis bersama rintik air yang ia berikan padaku. Air mataku dibuatnya hanyut, terhapus bersamaan dengan air yang mengalir diseluruh tubuhku. Mengalir lembut dan membawa segala perih itu. Karena hujanlah aku tak pernah malu menangis bersamanya, bahkan aku akan merindukan disaat hujan menemani dan membantuku menhapus air mata penuh lara.

4. Hujan rela pergi saat datangnya pelangi

Hujan rela pergi saat datangnya pelangi via https://www.google.co.id

Hujan rela pergi saat datangnya pelangi. Dia merasa tak keberatan sama sekali saat waktunya habis untuk menemaniku menangis. Katena menurutnya aku perlu menatap indahnya pelangi dan ikut ceria dengan warna-warna yang kan ku temui nanti. Bukan kah hidup tak selalu mendung? Tak selau gelap? Dan tak selalu hujan. Mungkin dalam hidupku hujanlah yang penuh makna dan penuh pengorbanan. Terimakasih Hujan…

5. Dan itu sebabnya aku menyukai hujan dan selalu mengharapkannya datang

Dan itu sebabnya aku menyukai hujan dan selalu mengharapkannya datang via https://www.google.co.id

Kini aku sangat menyukai hujan dan aku selalu menantikannya datang dan menghujaniku dengan ribuan kebahagiaan. Aku senang tertawa bersamanya dan bahkan menangis tersedu bersamanya. Dia tak pernah bosan untuk selalu menghujaniku dengan kebahagiaan yang selalu aku nantikan. Rintiknya menggelitik menghiburku saat aku bersedih. Suara gemericik seolah ia bernyanyi untuk menemaniku. Sungguh, aku sangat merindu.. Merindu hujan saat menyapaku.