Kamu anak introvert ya, tidak bisa bergaul, menyendiri, kutu buku, susah dapat teman, sosialisasinya parah. Dan kamu anak ektsrovert ya, hobinya cuman sosialisasi ke sana-kemari. 
Stigma-stigma tersebut, yang selalu dilekatkan dalam 2 kepribadian ini. Okay mungkin semua stigma tersebut benar adanya. Tetapi juga tidak menutup kemungkinan dari 2 kepribadian yang bertolak belakang tersebut, tidak dapat bersahabat. Bisa lhoo, dari 2 kepribadian yang berbeda tersebut, akan bisa bersahabat dengan baik. Dan ini adalah tips bersahabat dengan teman yang memiliki kepribadian Introvert.

1. Harus Bisa Saling Memahami Kepribadian Masing-masing

Belajar Saling Memahami via https://www.google.co.id

Memahami kepribadian masing-masing, menjadi salah satu kunci berhasilnya hubungan, baik itu hubungan persahabat, ataupun hubungan cinta, karena sejatinya, akan lebih mudah bagi kita untuk menentukan sikap dan tutur kata. Dan hati-hatilah dengan sikap dan tutur kata kepada seorang introvert, karena dia lebih suka  menganalisa dan menyimpanya dalam hati, daripada mengungkapkan ketidaknyamanan tersebut.

2. Dukung Apapun Yang Menjadi Hobinya

Melaksanakan hobi hal yang menyenangkan untuk anak introvert via https://www.google.co.id

Anak Introvert, biasanya tidak teralalu suka menceritakan hobi, kesukaanya secara gamblang dan detail kepada siapa-siapa. Dia hanya mau menceritakan segala kehidupan pribadinya, hobinya, dengan semangat kepada orang yang sudah dia anggap  di percaya. Itupun kalau ditanya, kalau dia tidak di tanya, dia lebih suka menyimpanya sendiri. Karena sejatinya anak introvert itu tidak suka semua infromasi pribadi tentang dirinya itu kesebar dimana-mana. Sesungguhnya dia hanya ingin bercerita tentang kebahagianya kepada orang-orang yang dia anggap berarti dalam hidupnya.

3. Jangan Suka Memaksakan, Untuk Melakukan Apa Yang Dia Tidak ingin lakukan.

Jangan suka memaksa via https://www.google.co.id

Advertisement

Memaksa dia untuk menceritakan hal, yang sebenarnya itu tidak ingin dia lakukan, adalah malahpetaka bagi kamu yang memaksa. Semakin kamu memaksa anak introvent untuk bercerita tetang kehidupan pribadinya, tentang apa yang dirasakan semakin dia bilang bahwa " semua baik-baik saja,dan tidak apa-apa" dan dia akan semakin menjauh dan  enggan untuk bercerita sama kamu. Karena sejatinya dia tidak bisa dipaksa.Lebih baik Anda menerapkan sistem 'tunggu bola.' Dengarkan ia jika ingin curhat, tapi jangan pernah memaksa. Hargai sikapnya

4. Jagalah Kepercayaanya

Menjaga Kepercayaan via https://www.google.co.id

Pribadi introvert akan sangat kecewa jika kamu mengkhianati kepercayaan yang diberikannya. "Jika anak inrovert sudah tersakiti, anak introvert tidak akan percaya kepada kamu selamanya. Dia bisa memilih untuk meninggalkan kamu selamanya, dan tidak ingin mendekati kamu lagi sebagai sahabatnya. Kepercayaan adalah harga mati bagi seorang introvert. Anak introvert, bisa memaafkan pada sebuah pengkhinatan, tapi jangan harap dia akan bergaul sehangat dulu kepada kamu.Kalau pengkhinatan sudah dilakukan dan dia bisa masih memberikan senyuman dan pertanyaan apa kabar? itu sudah bagus banget. 

5. Dia Tidak Akan Mudah Minta tolong

Dalam keadaan genting dia masuh percaya dia bisa melakukanya via https://www.google.co.id

Anak introvert, bukan anak yang membiarkan dirinya ditolong Sahabatnya, atau orang yang dia anggap baik. Selama dia masih bisa melakukanya sendiri, dia akan melakukanya sendiri, dan tidak mau merepotkan sahabat-sahabatnya, bahkan keluarganya sendiri dia pun enggan. Kalaupun dia memang membutuhkan bantuan dia lebih nyaman meminta bantuan dengan orang yang dia nggap kompenten untuk meyelesaikan masalahnya, dan meberikan imbal balik secara finacial, tetapi memang sebelumnya tidak ada hubungan apapun. Karena sejatinya anak introvert tidak mau merepotkan orang lain, karena perasaanya yang gak enak-an. 

6. Dia Akan Tertawa Lepas Kalau Kamu sudah dianggap Nyaman

Dia akan tertawa kalau dia nyaman via https://www.google.co.id

Anak introvert, itu bukan anak yang mudah mendapatkan Sahabat, dia butuh waktu berbulan-bulan, bahkan tahunan, untuk meyakinkan bahwa orang ini bisa dijadikan teman baik atau sahabatnya. Dia harus melewati beralapis-lapis perasaan dan hal serta pertimbangan menurutnya, apakan dia bisa menjadikan seseorang sebagai sahabatnya. Dan jika dia sudah merasa bahwa orang ini bisa baik menurutnya, dia bisa akan menjadi orang yang menyenangkan untuk dijadikan sahabat. Dia akan dengan mudah memberikan bantuan  dengan ringan untuk sahabatnya, karena perasaan yang ga tegaa an dan halus, dan bahkan dia bisa "gila".  dan syaratnya dia harus nyaman dengan orang itu. Selama orang lain dianggap tidak nyaman untuknya, dia hanya akan bercerita hal-hal yang sifatnya permukaan, dan dia akan lebih cenderung untuk diam dan sibuk dengan kegiatan yang menurutnya menyenangkan.Dan dia adalah anti terhadap teman yang "palsu"