Melihat anjing jenis siberian husky, golden, labrador, pitbul, bulldog, dan masih banyak lagi lainnya mungkin sudah sangat sering kita jumpai sebagai anjing peliharaan di Indonesia. Berbeda dengan anjing lokal yang biasa disebut dengan anjing kampung, pemandangan yang sudah biasa kita lihat bahwa anjing kampung hanya berkeliaran di jalan, di tempat pembuangan sampah, di lempar di kali, bahkan ada yang sengaja pula memasang jeratan besi di lehernya berharap cepat mati agar bisa di kuliti, miris sekali ya melihat anjing lokal yang tak di akui di rumah sendiri, boro-boro diakui cari pengadopsinya aja susahnya setengah mati.

 

1. Kenapa Harus Membeda-bedakan Jenis Anjing? Tidakkah Semuanya Sama?

anjing ras vs anjing kampung

anjing ras vs anjing kampung via http://www.dogbreedslist.info

Anjing baru bro ?

Iya nih siberian husky 5 jutaan bro

Mau adopsi anak anjing gue gak ? udah lahiran 2 bulan yang lalu

Harganya berapa? emang anak anjing lu apaan ?

Adopsi bro gak pake beli, anjing kampung udah vaksin sama steril kok

Yaelah anjing kampung doang

Saya jadi berpikir, mengapa tidak ada yang tertarik untuk mengadopsi anjing kampung ya? Apakah karena mereka jelek? Bulunya pendek? Kurang gagah atau lucu? Rasanya tidak perlu kita menyatakan kecintaan terhadap hewan melampaui jenis atau rasnya. 

Gak ada yang salah dari anjing kampung semuanya tetep sama setianya tetep sama, lalu apa masalahnya? Apa karena sekarang memelihara anjing menjadi sebuah tren dan gengsi maka orang berlomba-lomba mengeluarkan uang banyak untuk membeli anjing ras? Apakah sekarang memelihara, mencintai dan ketulusan hati menjadi sebuah momok yang di atur oleh gengsi? Sah sah aja kamu memelihara anjing ras, tapi kalau kamu memang berniat “memelihara” gak usah membeda bedakan, tampung lah anjing kampung dengan rasa kemanusiaan.

2. Anjing Kampung yang Berakhir di Warung RW

Semakin banyak warung RW bertebaran dimana-mana menandakan anjing sudah dianggap tak memiliki hak hidup, terutama untuk anjing anjing kampung yang sudah sangat sulit dicarikan adopter, anjing-anjing yang berkeliaran di jalan yang diketahui tak memiliki adopter lagi, anjing inilah yang biasanya menjadi buruan untuk berakhir di warung RW. Miris banget ya melihat kehidupan anjing kampung menjadi makanan di rumah sendiri.

Lihat aja deh komunitas dog rescue, di sana lebih banyak ditampung anjing-anjing kampung, karena di jalanan itu jumlah anjing kampung yang telantar sudah memprihatinkan sekali, beranak pinak tidak pernah disteril sebelumnya karena tak ada yang peduli dengan anjing kampung dan dianggap sebelah mata, jumlahnya semakin membludak di jalan, ini pun membuat warung-warung RW dengan mudah mendapatkan daging anjing.

Sedangkan kalau anjing ras dipelihara anakannya dijual, mengingat harganya yang mahal 90% mereka akan mendapatkan penghidupan yang layak. Kalaupun ada anjing ras yang ditampung di dog rescue, itu pun anjing ras yang sakit setelah sembuh pun tak perlu susah-susah mencarikan adopter baru, yang mau banyak. 

3. Sekali Ada yang Mau Adopsi Mintanya Puppy, Udah Gede Malah Dibuang

angry gif tmblr

angry gif tmblr via https://49.media.tumblr.com

Ini nih yang kadang bikin gak ngerti, maunya apa sih? minta ngadopsi anak anjing kampung, tapi udah gede malah gak dirawat bahkan sengaja dibuang di jalanan jauh dari rumah supaya gak balik balik lagi. Ini niat melihara apa pengen-pengenan doang? Atau sekarang mulai berdalih dengan alasan gak punya uang buat beliin makan, anjingnya kutuan kotor, mulai beranak-pianak dan lain lain.

Saran saya sih kalau belum mampu buat hidupin anjing seperti keluargamu sendiri lebih baik jangan pernah adopsi, kalau gak mau punya resiko anjingmu kutuan kotor jangan adopsi atau belum pernah dengar steril anjing ya sampe masih aja ada alasan ngebuang anjing gara-gara beranak pianak. Kalau sudah berani memulai untuk mengadopsi seekor anjing berarti kamu harus memperlakukannya selayaknya dia keluargamu.

4. Perlakukan Mereka Layaknya Mahluk Hidup

Sering tidak sih, melihat anjing kampung di jalanan, diusir, dibentak, dilempar batu, hidupnya udah susah ditambah perilaku manusia yang kadang tak berperi kemanusiaan, come on, guys! mereka cuma bisa pasang tampang memelas sama kamu, kasilah mereka sepotong roti yang kamu bawa apabila bertemu di jalan, kalaupun gak suka gak usahlah sampai melemparinya (kecuali jika memang kamu sedang terancam).

Ia memang anjing jalanan, mengais sampah untuk sekedar mengganjal perut yang lapar, ia tidak memaksa manusia untuk menyukainya, tapi jika kau tidak menyukainya jangan menyakiti, sampah yang bagi kalian kotor itu adalah makanan termewah biarkan ia menikmatinya, jangan melemparinya dengan batu. Apa lagi kasus rabies yang sedang marak ada di Indonesia saat ini, membuat pemerintah menerapkan pembunuhan masal terhadap anjing-anjing liar yang notabene anjing kampung, tanpa melihat terkena virus atau tidak.

Kalau sudah anjing tanpa pemilik ya dibunuh. Ngeri ya seolah mereka tak punya hak hidup di rumah sendiri. Berkaca juga pada diri sendiri jika memiliki anjing kampung rawatlah dia, beri vaksin jika tidak suka ia beranak pinak sembarangan berikan steril, jangan lupa memberikan kalung agar orang tau bahwa ia ada yang memelihara.

5. Anjing Kampung Bukan Berarti Kampungan

anjing kampung

anjing kampung via http://4.bp.blogspot.com

Anjing kampung bukan berarti menjadi kampungan atau norak dan jangan pula menganggap remeh. Anjing kampung sebenarnya juga punya banyak kelebihan. Misalnya, harganya yang tidak terlalu mahal, kemudian pakannya yang juga tidak harus istimewa. Karena terbiasa berkeliaran di alam bebas atau kampung, jadi tidak butuh perawatan khusus. Bandingkan dengan anjing ras yang butuh perhatian dan perawatan lebih.

Nah, karena gayanya yang terbiasa di alam bebas, anjing kampung jadi mudah beradaptasi. Sehingga memiliki daya tahan tubuh yang baik. Tidak mudah sakit, tubuh anjing kampung sudah memiliki daya tahan tubuh yang sangat baik. Dan yang tak kalah penting, anjing kampung tidak penakut. Anjing kampung dikenal pemberani, kecuali pada tuannya. Itulah sebabnya, anjing kampung sering dijadikan anjing pemburu, penjaga rumah dan juga penjaga peternakan.

6. Sah-sah Saja Memelihara Anjing Ras

Namun dari itu semua sah-sah aja kok memelihara anjing ras, tapi atas dasar kemanusiaan jika memang berniat “memelihara” janganlah membeda-bedakan jenis atau ras mereka. Sebelum mengeluarkan uang berjuta-juta untuk membeli anjing ras, kenapa kamu gak mengadopsi saja anjing yang lebih membutuhkan tuan dan rumah?

Atau buat kamu yang memang ekonominya cukup tak apalah memelihara anjing ras sebatas 1 atau 2 namun ketiganya adopsilah anjing kampung yang begitu sangat menginginkan rumah yang nyaman. Ia pasti akan setia jika kamu menyayanginya, ia tetap akan menunggumu di depan pintu saat kamu meninggalkan rumah, ia akan tetap menggonggong jika melihat orang asing di rumahmu, ia akan tetap mengegolkan ekornya pertanda ia ingin dimanja, perasaan mereka semua sama walau ras membedakan mereka.