Punya pacar yang ganteng, baik, sabar, nggak berarti kita jadi nggak mandiri. Lalu dengan alasan cinta, nggak berarti kamu bisa memonopoli hidupnya. Hellooo? Ini kan masih pacaran, santai saja. Dan seperti kamu, dia juga punya kehidupan yang harus diurus selain cinta melulu kan ?

Kalau baru jadian, pasti kamu maunya lengket terus dengan pasangan. Apapun selalu berdua, kemana-mana harus bersama pasangan, dan segalanya terasa manis dan romantis. Rasanya tidak ada yang memisahkan kalian berdua.

Wajar, sih. Namanya juga baru jadian. Tetapi, bagaimana kalau semua itu berlangsung tiada henti dalam hubungan? Kamu jadi lupa untuk mandiri dan berinteraksi dengan orang lain selain pasanganmu. Namun, karena kalian terlalu lengket, tanpa sadar kamu jadi mengisolasi diri demi pasangan. Ingat, apapun yang terlalu manis bisa bikin kamu terlalu sakit juga, lho. Inilah yang terjadi kalau kamu terlalu lengket dengan pasangan tanpa memberikan ruang gerak dalam hubungan.

1. Perlahan kamu mulai kehilangan teman – temanmu

Teman-teman yang klik via http://health.liputan6.com

Teman? Apa itu? Itu lho, orang-orang yang sering berkumpul denganmu sebelum kamu punya pasangan. Kalau kamu sampai lupa teman atau kamu selalu mengutamakan pasangan ketimbang temanmu, tandanya kamu terlalu sering menghabiskan waktu dengan pasangan.

Ingin punya hubungan yang sehat dan bahagia? Jangan lupa untuk nggak lengket – lengket deh dengan pasangan, lihat tuh, orang – orang sekelilingmu pun udah mulai nyengir hehe.

2. Hellooo, isi medsos kamu itu lho, tentang dia mulu.

Advertisement

Sebelum punya pasangan, media sosialmu berisi banyak hal. Dari kuliner, kehidupan sehari-hari, selfie, travelling, dan masih banyak lagi. Sekarang, sejak punya pasangan, akun media sosialmu hanya berisi itu-itu saja tentang pasangan, kemesraan kalian, dan kegalauan hubunganmu. Memang, mungkin sebenarnya kamu hanya suka update tentang hubunganmu, tetapi, orang yang terlalu lengket dengan pasangannya biasanya mudah terlihat di medsos mereka. Kamu mau jadi salah satunya ?

Ladies, beware of this attitude. Jangan sampai hidup kamu cinta melulu sehingga hanya ada kamu dan pacar. Kamu tidak punya banyak teman, pokoknya hanya ada cinta, pacar dan mimpi akan menikah. Hey… kita masih bisa mewujudkan banyak mimpi dan kesempatan. Come on, lebih banyak bergaul dan membuka diri pada orang lain, lakukan banyak hal di luar hubungan kamu dengan pacar.

Jadi pacar jangan jadi terlalu kepo ya Ladies. Sampai-sampai lupa makan hanya untuk mengecek Facebook dan Twitternya setiap saat. Belum lagi kalau ada yang komen, kenal nggak kenal pokoknya kamu harus nimbrung. Nggak nyaman juga kali ya kalau seperti itu. Hargai privasi dan teman-temannya supaya mereka juga nggak merasa takut atau gerah berteman dengan pacarmu. Nggak harus berbagi password akun juga, karena kebiasaan seperti ini kalau dibiarkan akan membuat kalian curigaan lho.

3. Keluarga kamu mulai nyinyir soal hubungan kalian.

Lihat tuh mereka mulai nyinyir via http://lifestyle.okezone.com

Kalau kamu terlalu fokus dengan pasangan, keluarga bisa merasa kehilangan kamu. Mulanya mereka hanya menegur kamu dengan sopan karena khawatir. Tetapi, lama-kelamaan, mereka akan nyinyir juga. Mereka akan berkata pasanganmu tidak baik buatmu, kamu terlalu terobsesi dengan pasangan, dan kamu jadi berubah sejak jadian dengan pasangan. Jangan anggap enteng teguran mereka, siapa tahu mereka ada benarnya juga berkata demikian. Lama – lama hal ini bisa mengubah seluruh prioritas hidup kamu, termasuk karier kamu.

4. Kamu mulai kehilangan identitas diri.

Kehilangan diri sendiri via http://lifestyle.bisnis.com

Hilangnya identitas diri terjadi perlahan-lahan. Orang lain dapat menyadarinya ketika kamu berhenti membicarakan dirimu sendiri dan hal lain di luar hubungan kalian. Setiap kali kamu bertemu dengan teman atau keluarga, kamu tidak punya hal lain untuk dibicarakan selain hubungan kamu.

Well, selama kepercayaan ada di antara kalian, nggak usah pesimis dan curiga semacam itu. Kalau sama-sama mau menjaga komitmen, tentunya dia akan bertanggung jawab pada hubungan kalian berdua di mana pun dia berada.

5. Kamu selalu sibuk, meskipun kamu tidak punya kesibukan.

Kamu jadi makhluk terkepo didunia via http://ngobrolsaja.blogspot.com

Jika teman merencanakan acara jalan-jalan denganmu, apakah kamu langsung menolak karena kamu tahu kamu pasti sibuk dengan pasangan? Kalau jawabanmu ya, artinya hubunganmu memiliki indikasi codependen, controlling, atau abusive karena kamu takut pergi bersama teman karena tidak mau berpisah dengan pasangan. Ingat, meski kamu sudah berpasangan, kamu tetap berhak membuat rencana tanpa pasangan.

Dulu kamu hobi melukis, atau memainkan alat musik, atau bermain futsal. Sekarang? Kamu berhenti melakukannya atau perlahan-lahan frekuensi hobimu berkurang sejak bersama pasangan. Parahnya, sekarang kamu jadi malah fokus dengan hobi pasangan. Boleh-boleh saja sih, kamu mencoba hobi pasangan, tetapi jangan sampai kamu berhenti melakukan hobimu sendiri.

Ketika pasangan sudah terjebak dalam hubungan codependen dan clingy, mereka tidak bisa melakukan apapun tanpa satu sama lain. Pergi kemana-mana kamu harus laporan pada pasangan. Apapun yang ingin kamu lakukan, kamu harus minta izin pada pasangan. Pasangan juga ngambek saat kamu memisahkan diri sehari saja. Kamu jadi terikat, tidak bisa bebas melakukan apapun tanpa persetujuan pasangan.

6. Kehidupan kamu mulai hancur.

Sibuk ngurusin dia aja via http://hatikubicaraaa.wordpress.com

Kalau kamu tetap delusional dan membiarkan semua hal terjadi di atas tanpa pencegahan berarti, kehidupan kamu akan hancur. Meski sudah hancur pun, kalau kamu tidak segera memperbaikinya, kamu akan celaka. Kamu akan kehilangan teman-teman, keluarga, dan karirmu. Kebahagiaanmu akan lenyap, hidupmu akan selalu terasa seolah kamu berada di ujung tanduk. Tentu kamu tidak mau semua itu terjadi padamu, bukan?

Ada baiknya kita menjadi pacar yang mandiri dan suportif. Mungkin di jaman sekarang ini kita takut dengan peluang perselingkuhan, tapi itu kembali lagi pada komitmen kita dan pacar untuk saling menjaga hubungan ini. Have a nice relationship, Ladies.