Percaya deh, menyandang julukan “Mahasiswa Abadi” memang tidak ada enak-enaknya. Setiap hari, “Mahasiswa Abadi” harus berhadapan dengan orang-orang terdekat di sekitarnya yang kompak bertanya, “Kapan lulus kuliah?”

Lama kelamaan, “Kapan lulus kuliah” menjadi pertanyaan bernada sensitif yang membuat para “Mahasiswa Abadi” serasa ingin teriak karena begitu kesalnya. Salah siapa, coba?

Renungkanlah baik-baik. Pada akhirnya, kamu akan kelelahan dan kehabisan tenaga ketika terus-terusan menyandang julukan “Mahasiswa Abadi”. Ingat, tidak ada kata terlambat bagi mereka yang ingin belajar dan berubah. 5 alasan ini akan membuat kamu semakin yakin bahwa lulus tepat waktu itu lebih baik daripada menyandang julukan “Mahasiswa Abadi”.

1. Adik kamu juga butuh biaya yang tak sedikit untuk rencana kuliahnya. Kelulusanmu yang tertunda membuat beban orang tuamu semakin berat.

Jangan menambah beban Orang Tuamu lagi via http://thescientificparent.org

Hei kamu, si “Mahasiwa Abadi” yang sedang menunda-nunda kelulusan. Baru saja, kamu mendapat kabar jika adik kandungmu lulus SMA dan sedang merencanakan kuliah. Lantas, orang tuamu berkata, “Nak, segera selesaikan kuliahmu. Adikmu juga butuh biaya.”

Alasan apa lagi yang hendak kamu sampaikan? Sudah, cukup! Kamu harus sadar diri. Kini saatnya, meringankan beban orang tuamu dengan cara menyelesaikan kuliah tepat waktu. Berikan kesempatan kepada adik-adikmu untuk merasakan betapa menakjubkannya masa-masa kuliah

2. Kamu mungkin lupa atau tidak sadar jika kuliah adalah kesempatan emas yang tidak dimiliki semua orang. Manfaatkan itu, dan selesaikan tepat waktu.

Tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk kuliah via http://www.accelerated-degree.com

Advertisement

Hei kamu, si “Mahasiwa Abadi” yang sedang menunda-nunda kelulusan. Masih ingatkah kamu, beberapa hari setelah pengumuman lulus SMA, kamu merengek-rengek minta kuliah? Demi masa depan kamu, orang tuamu berkata, “Ya.”

Kamu begitu beruntung, karena di luar sana banyak anak muda berprestasi yang tidak memiliki kesempatan untuk kuliah. Tapi, kenapa kamu tidak memanfaatkan kesempatan itu dengan baik? Sebelum kamu terlambat menyadari dan menyesal tiada henti, ini adalah kesempatan terakhirmu untuk berjuang. Buktikan bahwa kamu pantas menjadi seorang pemenang

3. Kamu dan orang istimewamu sama-sama berusia matang. Hanya saja, kelulusan kuliah yang tertunda menjadi penghalang.

Jangan buat orang istimewamu menunggu terlalu lama via Http://pixabay.com

Hei kamu, si “Mahasiwa Abadi” yang sedang menunda-nunda kelulusan. Mungkin, kamu lupa, bukankah ada orang istimewa yang sedang menunggu ajakan menikah darimu? Orang istimewamu semakin cemas. Calon mertua bertanya dengan tidak sabar, “Kalian pacaran terlalu lama. Kapan dia akan melamarmu, Nak?”

Tunjukkan bahwa kamu adalah calon menantu yang bertanggung jawab. Jangan buat orang istimewamu menunggu terlalu lama. Bukankah menunggu terlalu lama itu membosankan? Di momen seperti inilah, keseriusan dan komitmenmu diuji.

4. Satu persatu teman seperjuangan telah lulus mendahului kamu. Kehilangan mereka membuat kamu kian terasing di kampus.

Kuliah dengan keadaan terasing sangat tidak menyenangkan via http://unigo.com

Hei kamu, si “Mahasiwa Abadi” yang sedang menunda-nunda kelulusan. Teman seperjuangan adalah salah satu motivasi yang membuat kamu ingin segera menyelesaikan kuliah. Lantas, bagaimana jika satu persatu teman seperjuanganmu itu beranjak pergi meninggalkan gerbang kampus?

Kamu akan berada di ruang kelas yang didominasi oleh para junior. Sulit membayangkan betapa kikuknya kamu ketika harus sekelas dengan mereka. Tahukah kamu, mengikuti perkuliahan dalam keadaan terasing sangat tidak menyenangkan

5. Dunia itu lebih luas dari sekadar gedung kampus. Di luar sana, orang-orang hebat saling berkompetisi demi memperebutkan karier bergengsi.

Karier yang cerah telah menantimu selepas lulus kuliah via http://expertbeacon.com

Hei kamu, si “Mahasiwa Abadi” yang sedang menunda-nunda kelulusan. Terkadang, kuliah terlalu lama membuat kamu terlena. Kamu lupa jika ada fase selanjutnya yang harus kamu lalui. Fase itu bernama dunia kerja.

Zaman semakin modern, tuntutan di dunia kerja semakin tinggi. Persaingan begitu kompetitif. Lihat saja, lulusan perguruan tinggi terbaik saling beradu. Siapa saja yang lebih hebat daripada yang lain, dialah pemenangnya.

Nah, sekarang adalah waktu yang tepat untuk menyadari itu semua. Jika terlambat, kamu akan kelabakan karena tidak siap perang. Kamu juga akan ngos-ngosan karena kalah start dengan orang lain. Ingat, semakin cepat kamu lulus kuliah, semakin cerah kesempatanmu untuk berkarier