Kita hidup jelas butuh teman dong , yang kelihatannya pendiam atau pemalu yang  jarang gabung juga butuh , ya karena mereka juga manusia biasa bukan superhero (ya sekalipun dia superhero juga butuh teman dong). Kita hidup di lingkungan yang penuh dengan berbagai jenis manusia dengan sikap, sifat serta watak yang berbeda satu sama lain. Oleh karena itu, jika ingin berteman kita harus tetap pilih-pilih teman.

 Menurut saya agak kurang benar kalau ada yang menasehati kita dengan kata-kata seperti ini “kalau mau berteman jangan pilih-pilih ya, bertemanlah dengan semua orang”. Alasannya karena saya tidak mau teman tersebut membawa pengaruh buruk terhadap saya. Misalnya kamu berteman dengan orang yang malas kuliah tapi aktif berorganisasi, jangan salah ya teman-teman, ada kok yang seperti itu, jadi dia paling malas ke kampus, tapi paling rajin ikut serta jadi panitia di event organisasi, dan karena kamu berteman (mungkin aja teman dekat) bisa jadi (bisa jadi lho ya) kamu juga terpengaruh sama dia. So, kritislah dalam memilih teman, bila teman kamu agak melenceng , dekati dia ajak dia berubah jadi lebih baik. Mari berteman (dengan cara pilih-pilih teman).......

Tapi , nasehat yang di atas tadi ada benarnya juga teman-teman, alsannya karena dengan berteman dengan semua orang kita bisa belajar lebih  banyak lagi tentang orang-orang di sekitar kita. Mengenai dia membawa pengaruh buruk atau tidak, itu kembali lagi ke diri kita masing-masing. Mari berteman (dengan tidak pilih-pilih teman) .......

Karena sikap, sifat serta watak  yang berbeda satu sama lain  seperti yang sudah saya singgung diatas tadi, jadi pastinya kita punya teman dengan segala keunikannya. Saya akan menjabarkan beberapa kenunikan atau beberapa jenis dari teman-teman kita (ehm, kita? oke, mungkin cuma saya aja)

 

 

1. Yang ada di urutan pertama adalah teman ala “Ruang rindu”

datang dan pergi

datang dan pergi via http://ohandrian.net

Ruang rindu , iya ruang rindu yang lagunya Letto , jadi si teman itu akan datang dan pergi begitu saja. Kalau dia lagi butuh bantuan dia datang , kalau udah beres dia pergi lagi , kalau dia lagi nggak ada teman dia datang , kalau temannya ada yang baru dia pergi , dan begitu seterusnya sampe mpok Atik nggak latah.

“kau datang dan pergi oh begitu saja

Semua ku terima oh apa adanya

,mata terpejam dan hati menggumam

Di ruang rindu kita bertemu”

2. Teman ala “Kutunggu kau putus”

Tau lagunya ? itu lho lagunya Sheryl Sheinafia ft Ariel Noah.

Jadi teman kita itu agak-agak menyimpan rasa gimanaaaa gituuuuuu... (maksudnya rasa ayam bawang , kalo nggak rasa soto , hidup indomie !!! Jayalah selalu !!!!)

Teman yang satu ini masih belum jelas modus pertemanannya awalnya sih curhat tapi  ujung-ujung nya ya gitu . agak risih juga sih , udah dianggap teman eh malah, tapi kalau kamunya mau , nggak pa pa sih, ya nggak salah juga (bagus juga mungkin)

“maafkan aku jadi suka sama kamu

Awalnya curhat lama-lama ku cemburu

Maafkan aku yang mengharapkan cintamu

Bila belum saatnya ku sabar menunggu

Bila masih bersama kutunggu kau putus”

 

3. Teman ala “Sambalado”

sambalado

sambalado via http://icak.com

Waoooooowwww teman yang ini , pedeeeessss banget ....

Dia tipe orang yang  suka ngomong blak-blakkan, persetan sama perasaan orang yang diomonginnya. Misalnya dia nggak suka cara berpakaian  kamu maka di bakal terus terang ngomonginnya bhakan di depan banyak orang, dan kata-katanya itu bikin sakit sampe ke sum-sum tulang belakang. Saya pernah punya teman kayak “sambalado” ini , saya sering menghindar dari dia karena saya nggak kuat dengar segala kesaksian nya yang menyakitkan itu (lebayyy)

“sambala ... sambala ... sambalado

Terasa pedas teras panas

sambala ... sambala ... sambalado

mulut bergetar lidah bergoyang”

kutipan lirik lainnya yang ngena benget

“di dalam lidahmu itu

Mengandung bara api

Yang mebakar hati”

Si Ayu ting ting kayaknya pengalaman banget ya dalam bidang per-sambalado-an

4. Teman ala “Saat aku lanjut usia”

saat aku lanjut usia

saat aku lanjut usia via http://pinterest.com

Teman ini biasanya bukan Cuma teman lagi tapi udah jadi sahabat.

Dia ada buat ngomelin segala tingkah bodoh kita, dia ada buat nyemangatin kita, dia ada kapan aja , bahkan dia ada saat kita lagi eek nggak butuh bantuan dia. Huuuh pokoknya teman ini de bes lah

“saat aku lanjut usia

Saat ragaku terasa tua

Tetaplah kau selau disini

Menemani kau bernyanyi”

Kutipan lirik lainnya yang saya suka

“genggam tanganku saat tubuh ku terasa linu

Kupeluk erat tubuhmu saat dingin mneyerang mu

Kita lawan bersama dingin dan panas dunia

Saat kaki tlah lelah kita saling menopang

Hingga nanti di suatu pagi salah satu dari kita mati

Sampai jumpa di kehidupan yang lain”

Sheila on 7 , paling keren dah 

5. Teman ala “Gadget”

Jenis teman kita yang satu ini , sangat aktif dalam berbagai jenis media sosial. Dia selalu online , biarpun dalam keadaan yang super nggak penting juga tetap dia post. Jenis ini lebih sering sama gadget nya. Mereka punya kemampuan berjalan sambil main gadget. Beberapa waktu lalu saya pernah liat video tentang seorang wanita yang tercebur ke sungai karena ke asyikkan main  gadget, lol , tapi kasian banget. Agak risih juga sih sama yang begini , apalagi disaat kita ngomong dia malah asyik sama gadget nya , liatin segala jenis medsosnya . Kamu punya teman yang kayak gini ? segera sadarkanlah dia !! dunia lebih besar dibanding layar touch screennya itu. Cocok banget nih dengan lagu dari SHE

“tiap detik tiap menit

Kudengar tak tak tak

Entah handphone , entah I-phone ataupun BB nya

Mau kesal, ingin marah , tapi bagaimana ow ow ow ow “

Pernah dengar lagunya ? kalau belum search aja ya , di mbah kita tercinta, hihihi

 

Jadi kamu termasuk teman yang mana nih ?