Ketika musim hujan telah tiba, banyak orang yang berkeluh kesah bahwa hujan telah menghambat aktivitas mereka, tak jarang banyak orang yang tak menyukai hujan. Namun tidak bagi seorang "Pluviophile". Mungkin kamu belum pernah mendengar istilah tersebut, tetapi ada baiknya bagi kamu si pecinta hujan untuk mengetahui arti istilah tersebut. Pluviophile adalah sebutan bagi mereka yang menyukai hujan dan merasakan kedamaian serta kebahagiaan di kala hujan turun.

Seorang Pluviophile menyukai hujan bukan hanya dengan melihatnya saja, tetapi mereka juga rela jika hujan membasahi mereka, bahkan terkadang ada hasrat untuk bermain di tengah hujan. Apakah kamu salah satu dari mereka? Kenali tanda di bawah ini yang menunjukkan bahwa kamu adalah seorang Pluviophile.

1. Entah mengapa, langit yang mulai mendung malah membuatmu bahagia. Damai saja rasanya

Perasaan gembira ketika langit mendung via https://afiftalilia.files.wordpress.com

''Meski langit mendung, namun hatimu tak semendung langit karena langit gelap lebih menarik bagimu.''

Langit mulai gelap, menandakan akan turun hujan, namun ada perasaan senang yang kamu rasakan ketika melihat langit mulai gelap. Semua orang bersiap-siap ketika akan turun hujan, namun tidak bagi seorang pluviophile. Melihat langit gelap adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagimu walaupun langit mendung, namun hatimu tak semendung langit dan membuatmu ingin diam lebih lama lagi menatap langit mendung hingga turun hujan.

2. Gemericik air hujan begitu menentramkan, meski kamu sedang berada dalam kesendirian

Ketika hujan turun, hatimu terasa damai via https://pexels.com

''Hanya dengan merasakan hujan, seorang pluviophile mampu merasakan kedamaian.''

Advertisement

Kamu pernah mendengar lagu bertema hujan? Tentunya sang pencipta lagu tersebut menulis lirik yang bercerita tentang hujan, mereka sendiri merasakan kedamaian saat turunnya hujan hingga dapat menuangkannya menjadi sebuah lagu. Apa yang kamu rasakan sangat mendengar lagu tersebut? Ya benar, kedamaian saat mendengarnya, itulah yang seorang pluviophile rasakan ketika turun hujan. Saat turun hujan kamu akan antusias, merasa bahagia hingga seulas senyuman tersirat di wajahmu, kedamaian dan kenyamanan saat turun hujan pun dapat kamu rasakan.

3. Ketika hujan turun dengan derasnya, kamu pun enggan memalingkan pandangan dari jendela

Berharap ada di tengah-tengah hujan, merasakan turunnya hujan via http://pexels.com

"Hanya dengan menatap hujan saja tidak cukup bagimu, rasanya tetesan air hujan seolah-olah mengetuk kaca jendela dan mengajakmu berada di tengah-tengah hujan."

Mungkin yang satu ini pernah kamu rasakan, ketika turun hujan dan kamu hanya mampu berdiam diri di rumah, kamu hanya bisa berlama-lama menatap kaca jendelamu yang penuh dengan tetesan hujan. Rasanya kamu ingin bergabung dengan mereka di tengah-tengah hujan, namun kamu tak mampu. Apalagi jika kamu telah berumur cukup dewasa mungkin terasa aneh jika harus hujan-hujanan sehingga terkadang kamu berharap menjadi anak kecil kembali agar dapat hujan-hujanan.

4. Bagimu, hujan adalah media terbaik untuk refleksi diri atas kenangan-kenangan yang tercipta

Hujan mempunyai cerita kita masing-masing via http://media.keepo.me

"Hujan punya cerita tentang kita, dari suka maupun duka tetap saja itu adalah sebuah kenangan.''

Mungkin agak terdengar lebay, tetapi memang hujan punya cerita kita masing-masing, seperti sebuah lagu, kita memiliki genre masing-masing dalam hidup kita. Tentunya kamu memiliki kenangan saat hujan suka maupun duka bersama kekasihmu, teman ataupun keluargamu. Hingga jika hujan turun kamu mengingat kenangan tersebut. Apalagi bagi seorang Pluviophile mereka mengingat kenangan tersebut ketika turunnya hujan, tentunya sangat sulitkan jika harus melupakan kenangan yang ada ketika hujan.

5. Serasa ingin segera keluar, derasnya hujan justru membuatu semakin tertantang

Meski hujan kamu tetap akan melakukan aktifitas seperti biasanya via http://webneel.com

''Sederas apapun hujan tetap saja kamu tak tahan untuk diam di rumah bahkan hujan tak mempersulit aktifitasmu."

Ketika semua orang tak melakukan aktifitas seperti biasanya dan memilih untuk berdiam diri di rumah, karena hujan menghambat aktifitas mereka dan yang sedang berteduh pun menghentikan langkah mereka karena hujan. Namun tidak bagi seorang pluviophile, kamu lebih memilih hujan-hujanan menerobos derasnya hujan tetapi tetap dengan hati yang senang. 

6. Uniknya, tetes demi tetes air hujan justru seperti lantunan musik buatmu

Tetesan hujan seperti sebuah lagu yang easy listening via http://pexels.com

"Hujan yang deras seakan menjadi sebuah musik yang berdentum keras dan gerimis bagaikan menjadi orkestra membuatmu enggan ketika hujan reda."

Siapa hayooo yang suka dengerin musik? Semuanya sukalah ya, tapi kalau menurut si pluviophile tuh, dengerin tetesan hujan kaya dengerin musik orkestra, jika kamu seperti itu maka kamu salah satu dari mereka.

7. Tanganmu pun sudah tak sabar untuk merasakan basahnya air mata dari ‘tangisan’ awan

Bukan hanya tanganmu yang ingin kebasahan, kamu rela tubuhmu basah kuyup karena hujan via http://s5.favim.com

"Biarlah tetesan hujan membasahimu, membasahi tanganmu bahkan wajahmu, karena ketika kamu menangis di saat hujan turun, air matamu tak akan terlihat, sembunyikanlah kesedihanmu lewat hujan."

Ketika hujan datang, kamu tak bisa hanya melihatnya saja, kamu pasti ingin merasakan tetesan air hujan dalam genggamanmu, setidaknya kamu dapat merasakan dinginnya air hujan yang menetes di tanganmu. Bukan hanya itu ketika merasa sedih dan ingin menangis, hujan seakan menghapuskan air matamu agar tak terlihat kesedihan di wajahmu. Bahkan kamu rela jika harus kehujanan dan basah kuyup karena hujan membasahi tubuhmu.

8. Berbeda dengan orang lain, hujan bukanlah penghambat segala kegiatan dan aktivitasmu

Inspirasi terkadang datang ketika hujan turun via http://cdn.quotesgram.com

"Hujan tak menghentikan waktumu, namun hujanpun perlu waktu agar seorang pluviophile tahu bahwa hujan sangat berarti untukmu."

Beberapa orang berpikir bahwa hujan adalah waktu yang tepat untuk tidur dan bermalas-malasan, namun bagimu tidak. Bagimu hujan adalah waktu yang tepat untuk melakukan aktivitas, seperti menonton televisi, membaca buku bahkan menulis novel ataupun hanya sekedar ngopi saja. Kamu pasti pernah membaca novel atau cerpen bertema hujan. Penulis tersebut menulis dan merasakan ketika hujan datang, mereka meresapinya hingga mampu menulis buku bertema hujan dan mereka terinspirasi tentang hujan.

9. Ibarat menentramkan hati dan jiwa, kamu pun sangat menyukai aroma tanah setelah hujan reda

Jika kamu teringat tentang hujan, maka kamu tahu aroma setelah hujan via http://logikarasa.com

"Hujan tak mampu berbohong sehingga ketika hujan berhenti, ia meninggalkan aroma yang selalu kamu nikmati."

Jika kamu pecinta hujan, pasti kamu tahukan apa yang ditinggalkan ketika hujan telah reda. Bukan hanya meninggalkan tanah basah karena air hujan, melainkan hujanpun meninggalkan aroma yang tak lain aroma tanah basah yang kamu sukai, pertanda kamu tak mau berpisah tentang hujan. Meski hujan telah reda, tetapi aroma bekas hujan tersebut dapat mengingatkanmu tentang hujan.

Adakah tanda-tanda di atas yang mirip denganmu, atau mungkin kamu salah satunya? Jika kamu si pecinta hujan dan memiliki tanda-tanda di atas maka kamu adalah seorang Pluviophile. Seorang Pluviophile yang selalu bahagia ketika datangnya hujan.

Kita harus bersyukur bukan ketika hujan memang memberi kebahagiaan, bukankah bahagia itu sederhana? Dengan datangnya hujan saja kamu sudah dapat bahagia dan mampu bersyukur atas ciptaan-Nya.