Ayah, lihatlah putri kecilmu sudah beranjak dewasa. Dulu waktu aku masih ditimang timang. Aku tau kau tidak pernah menyusuiku tapi kau memenuhi kebutuhanku. Tapi, tahukah Ayah bahwa putri kecilmu sudah beranjak dewasa, bahkan ketika aku memutuskan untuk bekerja sambil sekolah dan waktuku hampir tak ada untuk Ayah

1. Ayah Aku Merindukan Tidur Dalam Gendonganmu

Ayah, 20 tahun lalu aku masih tidur terlelap dalam gendonganmu. bahkan waktumu tersisa hanya karena mengurusku,mengompol di celana kerjamu. Tetapi yang ada hanya senyuman kecil yang ada dibibirmu. 20 tahun lalu aku masih suka mengajak ayah bermain bersamaku, hingga ayah lupa pada waktu apapun yang menurut ayah itu adalah pekerjaan.

tetapi ketika aku beranjak dewasa, aku selalu berbeda pendapat hingga membuat ayah kesal. Maafkan mulut anakmu ini ayah, mulut yang dulu selalu kau ajarkan memanggil namamu "AYAH"

2. Ayah Maafkan Aku

hormatayah via http://wpyudi.co.id

Ketika aku masuk dalam usia remaja, apalagi waktu menginjak masa SMA aku sering membuatmu kesal bahkan aku tak jarang tidak menyapa ayah hanya karena ayah menegurku untuk hal kecil saja. berbeda pendapat dengan ayah pada masa masa ini membuatku sulit untuk berkata kata. bagaimana tidak hampir setiap hari aku berbeda pendapat dengan ayah.

Advertisement

ketika aku sudah mendapatkan ijazah SMK ku, akupun masih berbeda pendapat dengan ayah

ayah : mbak lulus smk lanjut kuliah jurusan apa ?

aku : aku nggak mau kuliah yah

ayah : kenapa sih mbak ? mumpung ayah masih bisa biayain mbak kuliah

aku : ih ayahh aku nggak mau , aku maunya kerja aja

ayah : *terdiam*

tak jarang mulut ini membentakmu yah dengan kata kata tidak sopan,bahkan untuk menuruti perintahmu aku masih belum bisa ayah.

3. Tetapi Masihkah Aku Tetap Menjadi Putri Kecilmu ?

bersamayah via http://panjimas.com

Ayah aku memang sudah beranjak dewasa tapi masih bolehkah aku tetap menjadi putri kecilmu ? bolehkah aku tetap bersama ayah dan ibu saja ? tetap menjadi putri kecilmu yang selalu kau gendong, kau dambakan, kau banggakan, bahkan kau khawatirkan.

tak ada yang bisa menjagaku lebih dari ayah, sekalipun orang yang menyayangiku sekalipun. seorang lelaki yang tidak akan pernah menyakitiku hanya ayah, karena ayahlah yang tau semua apa yang aku rasakan, hanya ayahlah yang mampu menjadi pelipur laraku

4. Seringkali Ayah Pulang Kerja Tibatiba Demi Melihat Anaknya

ayah :'( via http://trivia.id

Waktu aku diterima kerja pertama kali, ayahlah yang sangat antusias. ayahlah jadi orang pertama yang bangga denganku. hingga saking antusiasnya aku dibelikannya peralatan kerja, entah sepatu baru tas baru bahkan tak lupa kerudung baru. senangnya bukan main bahkan pertama kali kerja ayah menyempatkan pulang kantor lebih awal

ayah : gimana mbak hari pertama kerjanya ? banyak teman ?

aku :gitu gitu aja yah

ayah : kok gitu sih mbak ? sini cerita sama ayah

tak heran ketika aku hanya menjawab pertanyaannya dengan singkat ayah malah lebih antusias mendengarkan ceritaku, yang mungkin tidak akan aku ceritakan dengan ayah

5. Aku Sudah Menemukan Jodohku Tetapi Ayah Selalu Dihatiku

Ayah bagaimana tidak aku rasanya ingin menangis, melihatmu menangis didalam kamarmu. rasanya aku tidak ingin meninggalkan rumah walaupun aku pasti menjenguk ayah dan ibu, ingin rasanya aku berteriak aku tidak mau benar benar tidak mau yah

ayah : sering sering main kerumah ya nduk tengok ayah ibu disini

aku : maafkan anakmu ini ayah

ayah : selamanya kamu akan selalu jadi putri kecil ayah yang selalu membanggakan ayah nduk, hapus air matamu dan segera temui jodohmu

airmata ini rasanya tidak berhenti menetes, sungguh rasanya tidak percaya dengan ini semuua. terimakasih ayah maafkan putrimu ini jika putrimu ini masih belum bisa membuat ayah bahagia, maafkan putri kecilmu ini yang selalu membuat ayah kesal. tetapi putri kecilmu ini sangat menyayangimu ayah