Guru memang seorang pahlawan tanpa tanda jasa. Tanpa beliau, kita hanyalah remah-remah rempeyek yang bertaburan dimana – mana. Dari beliaulah pertama kali kita mengenal abjad sekaligus angka, mengeja, berhitung, dan menulis. Kita yang sekarang adalah hasil tempaan kesabaran dan kedisiplinan bapak ibu guru dimasa lampau. Beliau pula yang menjadi orang tua kita selama di sekolah. Tentu tidak sedikit dari kita dengan orang tua yang berprofesi sebagai guru. Hal-hal dibawah ini tentu tidak asing lagi bagimu, apa sajakah itu?

 

1. Kikuknya berada satu sekolah dengan orang tua sendiri

Bertemu kembali orang tua di sekolah

Bertemu kembali orang tua di sekolah via https://www.natcom.org

“Eh, ada anak baru tuh.”

“Oh, anaknya bu Lastri yang mengajar matematika ya?”

Pada awal-awal bersekolah mungkin kamu akan merasa kikuk.  Tanpa diberitahu, lambat laun dengan sendirinya seluruh penjuru sekolah akan tahu orang tuamu adalah salah seorang guru di sekolahmu. Sebagai anak seorang guru, mendadak kamu akan menjadi populer dengan sendirinya. Selain itu wajahmu juga menjadi familiar untuk dikenal.

2. Tidak bisa bergerak bebas

Kepengen bolos bentar

Kepengen bolos bentar via http://www.lavc.edu

Kepengen bolos sekolah.

Tapi mama guru BK

(.............)

Ada masanya sebagai siswa kamu merasakan kejenuhan yang luar biasa hebat di sekolah.  Kamu pun  bosan dengan suasana pembelajaran yang  ada di kelas. Keinginan untuk cabut dari kelas untuk sekedar jajan di kantin atau mencuri waktu untuk tidur di UKS semakin membara. Ditambah lagi jika kebosanan sudah mencapai puncaknya. Rasa-rasanya ingin sekali untuk melompati pagar sekolah dan hang out saja. Akan tetapi hal ini susah susah gampang untuk kamu lakukan. Jika ayah atau ibumu seorang guru di sekolahmu, tentu gerak-gerikmu tidak bisa sebebas anak-anak yang lain. Kamu dituntut menjadi anak yang baik. Kalau macem-macem dikit aja, nama orang tuamu yang akan ikut terseret. 

3. Menang Jadi Arang dan Kalah Jadi Abu

Prestasimu di sekolah

Prestasimu di sekolah via http://latifmaarif.blogspot.co.id

“Si B ikut olimpiade fisika loh.”

“Ya jelaslah, doi kan mamanya guru fisika.”

 

“Masa sih si A remedi biologi?

Padahalkan ayahnya guru Biologi yang legendnya kemana-mana..”

Hal ini tentu akrab ditelinga jika ayah ibumu guru mapel tertentu di sekolahmu. Apapun buah yang kamu dapatkan ketika belajar, ujung-ujungnya nggak jauh-jauh dari bisik-bisik tetangga semacam itu. Padahal, hasil yang kita kerjakan merupakan buah dari kerja keras. Sama seperti yang lain. Kamu pun terjebak dalam kondisi pepatah “Menang jadi arang, kalah jadi abu”.  Tentu hal ini tidak menjadikanmu patah arang. Hakikatnya keberhasilan adalah kolaborasi usaha internal dan eksternal, bukan? Selain kerja kerja keras dan keuletanmu, justru keberadaan orang tuamu sebagai guru adalah bonus yang tidak semua orang bisa dapatkan.

 

4. Membantu mengoreksi lembar jawaban

Begadang jangan begadaaang

Begadang jangan begadaaang via http://dataq.lecture.ub.ac.id

Musim ujian tiba. Saatnya dapet lemburan.

 

Kamu harus siap siaga ketika musim ujian usai. Mendadak kamu akan dapat job tambahan. Kamu akan akrab dengan tumpukan amplop cokelat, aneka macam lembar jawaban, dan pena berwarna merah. Kegiatan mengoreksi beraneka ragam mulai dari membolongi lembar jawaban, skoring, memasukkan ke dalam daftar nilai, dan membuat list siapa saja yang remidi. Tapi jangan salah, selama mengkoreksi biasanya kamu akan mendapat hiburan. Mulai dari ketawa-ketawa sendiri membaca jawaban yang konyol dan kadang nggak masuk akal, jawaban yang isinya A semua, dan memuncaknya kekesalan melihat tulisan yang parah banget nggak kebacanya. Perjuanganmu belum berakhir karena lembar jawab yang kamu koreksi baru satu amplop saja. Masih ada belasan amplop-amplop yang lain karena ayah ibumu tidak hanya mengajar satu kelas saja. 

5. Update Berita Terkini

Pecinta kebebasan

Pecinta kebebasan via http://twitter.com

“Udah, nggak usah bawa buku, besok Kamis pulang pagian, ada rapat guru..”

“Seriusan? Yeay, pulang besok es teler, yuk...”

Menjadi anak guru ternyata juga memberikan kemudahan bagi khalayak sekolahan. Ketika ada kabar dadakan, tentunya kamu menjadi garda yang terdepan. Dirimu menjadi sumber berita yang aktual dan terpercaya.  Tak ayal lagi, untuk situasi yang terkini kamulah yang paling update. Mulai dari jam kosong, jam bebas, jam tambahan, berita sukacita, bahkan berita dukacita.

6. Anak Guru Biasanya Sukses

Dekat dengan kesuksesan

Dekat dengan kesuksesan via http://www.behance.net

A : “Kalau aku amatin biasanya anak guru itu sukses-sukses looh...”

B : “Amiiiiiiiiiiiin”

(buru-buru diaminin)

Merupakan suatu rejeki tersendiri dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan pendidik. Seorang pendidik pada umumnya mengerti apa yang dibutuhkan anak-anaknya. Ayah ibu yang berprofesi sebagai guru akan menekankan pentingnya pendidikan bagi anak-anak. Jika bertemu dengan kesulitan pun, kamu tak perlu repot-repot mencari bala bantuan karena ayah ibumu yang berprofesi sebagai guru akan siap membantu. Mereka juga mengerti kondisimu dan apa yang terbaik buatmu.

7. Sebagian dari Kamu Juga Ingin Menjadi Guru

Belajar yang Rajin Biar Jadi Guru

Belajar yang Rajin Biar Jadi Guru via http://sman1-slo.sch.id

Tidak sedikit dari kamu yang ternyata terinspirasi untuk menjadi guru. Melihat suka duka seorang guru dari orang tuamu membuat profesi guru menjadi seksi dimatamu. Tidak jarang pula kamu menemui teman-teman yang berkuliah di jurusan keguruan dan ilmu pendidikan dibesarkan di lingkungan pendidik mulai dari kakek, nenek, dan orang tua. Guru merupakan sebuah profesi yang berbeda dengan profesi-profesi lain. Ada kepuasan tersendiri ketika kamu dapat membantu seseorang yang sedang mengalami kesulitan dalam belajar dan memahami serta melihat anak didikmu meraih kesuksesan nanti. 

Guru adalah profesi yang mulia dan penuh kasih sayang. Sungguh, keberuntungan apa lagi yang kamu dustakan karena diberikan kesempatan untuk berproses dan belajar. Sebab dibalik kesuksesanmu saat ini, tersimpan jerih payah bapak ibu guru di dalamnya.