Ayah bagaimana keadaanmu? Bagaimana perkembangan kesehatanmu? Aku berharap semoga semua obat-obatan itu membawamu dalam kesembuhan seperti sedia kala, walau mungkin terdengar sedikit mustahil karena penyakitmu mengharuskanmu mengkonsumsi obat-obatan seumur hidup. Tapi tidak ada yang mustahil di tangan Tuhan bukan. Karena itu, aku selalu berdoa dan memohon agar Tuhan mengirimkan mujizatnya buatmu.

Ayahku, aku ingat kebanyakan orang berkata bahwa anak perempuan akan lebih dekat dengan sosok ayahnya. Mungkin hal itu juga yang terjadi padaku. Terlahir sebagai anak sulung di keluarga, aku tidak hanya dekat dengan ayah. Orang-orang bilang wajahku pun mirip dengan ayah. Mulai dari bentuk wajah dan bentuk hidungku, tidak ketinggalan juga keras kepalaku.

 

1. Kau tidak pernah menyerah dengan keadaan.

Bagiku, kau adalah pahlawan kehidupanku

Bagiku, kau adalah pahlawan kehidupanku via http://www.voice.fi

Ayah, aku tahu bahwa kehidupan kita saat itu tidaklah mudah. Kau dan ibu harus berjuang semampu kalian demi menyekolahkan aku dan adik-adik. Pekerjaanmu juga bukanlah pekerjaan yang bergengsi. Tapi, sungguh ayah walaupun pekerjaanmu tidak sehebat dan sekeren ayah teman-temanku, tak sekalipun aku malu mengakui pekerjaan halalmu pada semua yang bertanya padaku. Aku tetap bangga padamu. 

Kau adalah ayah, pahlawan, sekaligus pelindung bagi ibu dan adik-adik. Aku tahu pekerjaanmu tidaklah mudah. Kau harus bangun paling awal untuk bekerja di saat aku dan adik-adik masih merajut mimpi. Kau tidak pernah mengeluh dan menyerah dengan keadaan, apalagi hanya karena terpaan teriknya matahari, dinginnya pagi yang menusuk ke tulang, serta hujan yang akan membuat semua pakaianmu basah dan mengering dengan sendirinya di badan.

Kau malah menjadikan semua itu sahabat dalam melewati hari-harimu. Ayah, buatku kau adalah inspirasiku.

2. Semua yang kau ajarkan tak pernah terlihat mudah. Tapi itu adalah caramu mempersiapkan aku menghadapi dunia.

Aku ingin setegar engkau dalam menatap dunia

Aku ingin setegar engkau dalam menatap dunia via http://creu.ru

Mungkin karena itu, kau menempa dan membentukku dengan keras. Sampa aku sempat berpikir apakah kau lupa bahwa aku adalah wanita? Tapi Ayah, tahukah kau? Bahwa hasil dari didikan dan tempaanmu yang keras telah membentuk karakterku dengan begitu rupa. Semua yang kau ajarkan tentang kemandirian, disiplin, kerja keras, semangat pantang menyerah, serta berusaha untuk tidak mengeluh dan merutuki keadaan, kini telah kurasakan buah manisnya.

Aku tidak lagi menjadi wanita yang manja. Aku juga tidak pernah gentar ataupun merasa ciut ketika aku dihadapkan dengan situasi sulit dan keadaan yang berjalan di luar kendaliku. Kecuali jika itu berasal darimu, Ayah. Entah kenapa terkadang nasehat lembut tapi tegasmu saja sudah cukup untuk membuatku meneteskan air mata. 

3. Meski jalanku tak selalu mulus, bekal yang Ayah beri cukup untuk membuatku bangkit dan berjuang.

Ayah selalu ada untukku

Ayah selalu ada untukku via https://www.google.com.sg

Ayah, kini aku sadar bahwa tidak ada jalan yang mudah untuk menggapai cita-cita. Karena itu, sedari awal kau telah mempersiapkan dengan menempa mental dan karakterku. Ada banyak belokan, jalan rusak, dan kerikil-kerikil tajam yang harus kulalui untuk mencapainya. Karenamu, aku memiliki pertahanan melewati semua proses itu. Aku mengerti kau hanya tidak ingin aku menjadi wanita yang cengeng dan gampang menyerah dengan situasi yang mungkin kuhadapi.

Ayah, tahukah engkau? Bahwa kalau aku bisa bertahan sampai saat ini, di tempat di mana aku sedang merajut masa depan, tempat yang membuat aku terpisah jarak ribuan mil darimu dan ibu, adalah semata karena apa yang telah kau tanamkan padaku sejak masa kecilku. Dan aku bersyukur untuk semua itu, Ayah. Aku bersyukur untuk semua masa-masa sulit kita dan masa-masa pembentukan diri yang tidaklah mudah.

Aku mengerti bahwa ada harga yang harus dibayar untuk meraih sesuatu. Ada perjuangan dan semangat pantang menyerah untuk bangkit dari satu kegagalan ke kegagalan lain menuju cita-cita.

“Kau membimbingku dengan nasehatmu dan memberi bukti nyata dengan tindakanmu.”

4. Kau adalah satu-satunya orang yang selalu percaya pada kemampuanku.

Ayah adalah sahabat berbagi keseruan

Ayah adalah sahabat berbagi keseruan via https://kevinrafali.files.wordpress.com

Ayah, tahukah kau bahwa kau bukan hanya sekedar ayah bagiku? Kau juga adalah sahabat untuk bermain dan berbagi semua petualangan seru. Saat aku dewasa pun, kau tetaplah sahabat yang selalu bisa diandalkan untuk berbagi hal-hal yang realistis. Berbagi tentang cerita hidup dan cita. Aku tak pernah merasa kekurangan waktu dan kasih sayangmu karena kau selalu mencukupkannya buatku.

Kau seperti guru buatku. Kau ibarat ensiklopedia hidup yang bisa membuatku mendapatkan jawaban dari semua kebingunganku. Terkadang kau ibarat rambu-rambu bagiku, menjadi penunjuk arah saat aku tidak tahu ke arah mana aku harus melangkah. Saat kegamangan mulai timbul. Terkadang ada saat di mana aku lelah dalam mengejar cita. Ada saat aku ingin menyerah menantang dunia, tapi kau selalu ada untuk mendorongku sampai ke limit akhir kemampuan.

Kau mengingatkanku kembali akan semangat dan kerja keras yang sudah aku mulai. Tentang sifat pantang menyerah untuk mengejar cita selama ini, kau selalu percaya pada kemampuanku. Kau adalah contoh nyata dalam hidupku. Ayah, aku heran bagaimana kau mampu mengenalku melebihi diriku sendiri.

5. Aku bangga padamu, Ayah. Aku bangga bisa menjadi putrimu.

 Kau membentukku menjadi sebuah pribadi yang utuh

Kau membentukku menjadi sebuah pribadi yang utuh via https://kevinrafali.files.wordpress.com

Mungkin selama ini aku tidak pernah mengatakan ini padamu, “Aku bangga padamu, Ayah. Aku sangat menyayangimu.” Aku berterima kasih karena Tuhan telah mengaruniakan padaku seorang ayah yang hebat, yang selalu bisa aku andalkan. Terima kasih untuk kepercayaan yang selalu kau berikan buatku. Akan kujaga kepercayaanmu itu sekuat dan sebisaku.

Ayah, aku selalu berdoa semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan dan panjang umur buatmu. Agar aku bisa sedikit saja membahagiakanmu. Membuatmu bangga adalah keinginan terbesarku. Di manapun dan seberhasil apapun aku meraih cita, semua karena tempaan yang kau bangun dalam diriku. Aku akan selalu membutuhkan tangan dan bahumu untuk melepas lelah sebelum putrimu ini bangun dan berjuang menantang masa depan demi menggapai cita.

Aku perlu pecutan semangat darimu yang selalu mampu membuatku bangkit dan menatap optimis masa depan. Doakan juga putrimu yang sedang merangkai cita dan masa depannya di sini. Jaga kesehatanmu, Ayah. Tunggu putrimu ini pulang dan kita akan bertukar cerita, membagi tawa, dan berkumpul seperti dulu lagi.