Pembaca, kamu pastinya telah memperhatikan bahwa di era modern seperti sekarang ini, hampir setiap individu sudah tidak lagi menutupi fakta apapun tentang dirinya. Termasuk tentang jenis orientasi seksual masing-masing. Dewasa ini, keterbukaan akan segala hal mendorong mereka yang memiliki orientasi seksual menyimpang untuk lebih membuka diri. Isu LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) pun semakin marak dibahas di negara Dunia Barat, mereka membentuk kelompok dan melayangkan protes-protes sosial terhadap masyarakat, menuntut kesetaraan perlakuan terhadap kaum mereka.

Hal ini tentunya cukup wajar, mengingat bahwa di masa lalu, perlakuan masyarakat dunia terhadap mereka yang memiliki orientasi seksual menyimpang sangat mengarah pada diskriminasi. Percintaan mereka dilarang, bahkan tidak sedikit di antara mereka yang harus bertahun-tahun menyembunyikan hubungan cinta karena tidak ingin mendapat hukuman sosial. Tidak hanya itu, di beberapa wilayah, percintaan sesama jenis dan praktik pengubahan jenis kelamin bahkan dipandang sangat hina sampai siapapun yang tertangkap basah melakukannya akan diberikan hukuman fisik. Atau, yang lebih mengerikan lagi, mereka akan dipisahkan dari pasangan yang mereka cintai.

Bagi Anda yang tidak paham, tentu masalah ini akan terasa tidak penting. Namun, nyatanya, banyak kaum LGBT yang menderita karena sikap resistensi masyarakat terhadap mereka. Lalu, apa sih sebenarnya orientasi seksual itu? Apa yang normal? Dan apa pula yang dianggap menyimpang?

Secara singkat, orientasi seksual merupakan ketertarikan seseorang secara emosional dan seksual terhadap jenis kelamin atau hal tertentu. Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa di era modern ini, Anda pastinya menyadari bahwa orientasi seksual seseorang bukan lagi hal yang tabu untuk dibahas secara publik. Apalagi sejak pernikahan sesama jenis menjadi legal di Amerika dan beberapa belahan dunia lain.

Saat pertama kali diteliti oleh Alfred Kinsey pada tahun 1948, orientasi seksual seseorang terhadap sesama gender atau lain gender tidaklah konsisten setiap saat dan para pria maupun wanita cenderung lebih menunjukkan ketertarikan terhadap lawan jenisnya. Lalu, mengapa hal ini cenderung berubah seiring semakin majunya zaman? Mengapa banyak individu yang kini lebih tertarik kepada sesama jenis?

Ternyata, hal ini dikarenakan orientasi seksual seseorang sejatinya bukanlah sekadar bawaan lahir. Terdapat faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi ketertarikan seksual, seperti faktor lingkungan, keluarga, pola asuhan, dan trauma. Karena itulah, kemudian muncul beragam orientasi seksual di tengah masyarakat masa kini. Ini dia beberapa di antaranya :

 

1. Heteroseksual

Perempuan dan lelaki

Perempuan dan lelaki via https://pixabay.com

Jenis orientasi seksual yang satu ini mungkin sudah sering Anda dengar. Heteroseksual merupakan jenis orientasi yang lurus (straight) di mana mereka yang termasuk golongan ini memiliki ketertarikan terhadap lawan jenisnya. Orientasi seksual inilah sering dianggap “normal” oleh masyarakat pada umumnya. Sedangkan sisanya dalam daftar artikel ini, hingga sekarang dalam beberapa budaya masih dianggap menyimpang. 

2. Homoseksual

Happy pride!

Happy pride! via http://www.sciencemag.org

Homoseksual dipercaya sebagai bentuk penyimpangan seksual yang pertama kali ada. Jenis orientasi seksual ini dimiliki oleh pria. Seorang pria homoseksual tidak akan malu menunjukkan ketertarikan seksualnya terhadap sesama pria. Jangan sampai salah mengira, ya. Laki-laki yang termasuk dalam tipe ini tidak selalu mereka yang “tulang lunak”, lho. Kadang, pria kekar dan maskulin pun sebenarnya penyuka sesama jenis. 

3. Lesbian

Love is love!

Love is love! via https://pixabay.com

Ini satu lagi orientasi seksual yang mungkin sudah kedengaran familier bagi kamu. Kebalikan dari homoseksual, lesbian merupakan suatu jenis orientasi seksual wanita, di mana kaum hawa menyukai sesama jenisnya. Meskipun tipe orientasi seksual ini juga sudah lama ada, namun keberadaannya hingga sekarang masih belum dapat diterima sepenuhnya oleh masyarakat di banyak negara.

4. Biseksual

Seorang biseksual memiliki ketertarikan seksual terhadap kedua kubu jenis kelamin, yaitu sesama jenis dan lawan jenisnya. Karenanya, seseorang dengan orientasi seksual ini mempunyai tingkat ketertarikan yang sama baik kepada pria maupun wanita. Aktris Hollywood cantik Megan Fox dan model Cara Delevingne termasuk dalam orang-orang yang menyatakan diri sebagai biseksual.

5. Panseksual

Miley Cyrus mengidentifikasi dirinya sebagai Panseksual

Miley Cyrus mengidentifikasi dirinya sebagai Panseksual via http://www.fashiongonerogue.com

Panseksual merupakan kondisi di mana satu individu baik pria, wanita, interseksual, transeksual, dan lainnya tertarik dengan individu lain yang memiliki orientasi berbeda dengan dirinya. Orientasi ini memiliki konsep yang hampir sama dengan biseksual. Hanya saja, penderita panseksual tidak mempermasalahkan jenis orientasi pasangannya dan bisa jatuh cinta dengan semua jenis kelamin yang ada.  Mereka yang telah mengaku sebagai seorang panseksual antara lain adalah aktris dan penyanyi Miley Cyrus serta dua rapper asal Amerika, Brook Candy dan Angel Haze.

6. Aseksual

Seorang aseksual tidak memiliki ketertarikan seksual kepada individu yang lain, baik pria atau wanita. Mereka mungkin dapat menyayangi bahkan mencintai seseorang, namun tidak akan memiliki gairah untuk melakukan hubungan seksual. Banyak rumor yang beredar bahwa kondisi ini sebenarnya tidak hanya secara alami timbul pada seseorang, melainkan juga  merupakan dampak dari lingkungan dan trauma yang pernah dialami oleh mereka.

7. Poliseksual

Satu orang dua pasangan

Satu orang dua pasangan via https://www.pexels.com

Sedikit mirip dengan panseksual, mereka yang memiliki orientasi poliseksual dapat tertarik dengan semua jenis gender. Perbedaannya adalah mereka tidak memiliki hasrat untuk bersama dengan pasangannya.

8. Demiseksual

Demiseksual mengutamakan ikatan emosional

Demiseksual mengutamakan ikatan emosional via https://unsplash.com

Seseorang dengan jenis orientasi demiseksual dapat tertarik dengan semua jenis gender. Namun, mereka tidak akan memiliki ketertarikan seksual dengan siapapun kecuali sudah memiliki sebuah ikatan yang kuat. 

9. Skolioseksual

Skolioseksual senang pada androgini

Skolioseksual senang pada androgini via https://sipofstarrshine.com

Individu dengan jenis orientasi skolioseksual tidak akan tertarik dengan orang yang memiliki gender “biasa”. Mereka cenderung menyukai orang-orang yang mengidentifikasi diri sebagai non-biner, yaitu memiliki identitas seksual yang bukan pria dan bukan pula wanita. Contohnya adalah para androgini dan intergender.

Jadi, Anda termasuk jenis orientasi seksual yang mana?