Setiap manusia pasti melewati suatu proses. Fase pertumbuhan seseorang dari bayi hingga dewasa sendiri sudah merupakan suatu proses. Walaupun setiap orang pasti melewati suatu proses, tetapi proses yang dilewati setiap orang berbeda-beda satu sama lain. Hal tersebut dapat disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang dapat membedakan proses seseorang dengan yang lainnya adalah hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh seseorang. Manusia hidup untuk terus menjalani proses serta tantangan dan hambatannya seperti air yang terus mengalir.

Pada dasarnya, air jika berada di laut ataupun sungai maka akan terus menerus mengalir. Ketika berusaha untuk mengalir ke tujuan, air akan menemui banyak hambatan, begitu juga dengan manusia. Ketika seseorang berusaha menjalani setiap proses yang ada, maka orang tersebut akan bertemu dengan berbagai macam tantangan dan hambatan. Seseorang dapat bertemu dengan hambatan yang memang dari awal sudah ada, entah berasal dari dirinya sendiri atau lingkungan yang dimasukinya, seperti batu besar yang memang dari awal sudah ada di sungai atau pulau yang memang dari awal sudah ada di tengah laut. Seseorang juga dapat bertemu dengan hambatan yang tiba-tiba muncul ketika menjalani proses, seperti batang pohon yang tiba-tiba jatuh ke sungai. Aliran air sebenarnya memperlihatkan bahwa berhasil tidaknya seseorang mencapai tujuannya bukan ditentukan dari tantangan-tantangan yang muncul, tetapi dari sikap seseorang menghadapi tantangan tersebut. Melalui proses mengalirnya air, air mengajarkan tentang persistensi. 

1. Ketika mengalir, air menemui berbagai macam hambatan tetapi air terus mengalir untuk sampai tujuannya.

Pada waktu air mengalir, air dapat dihalangi oleh batu besar atau hambatan lainnya, tetapi air terus mengalir. Walaupun tantangan tersebut dapat memperlambat aliran tersebut, tetapi air berusaha untuk mengalir. Air berusaha untuk menghadapi tantangan tersebut bukan lari dari masalah tersebut. Hal tersebut mengajarkan untuk selalu berusaha dalam menghadapi setiap tantangan. Walaupun terkadang masalah tersebut memperlambat langkah seseorang, hingga seolah-olah tidak mengalir, tetapi harus terus berjuang. Seseorang yang gagal bukan seseorang yang tidak berhasil tetapi seseorang yang berhenti berjuang. Hasil akhir dapat berubah selama seseorang masih terus berusaha.

2. Air, terutama air laut yang mengalir secara terus menerus dan dalam waktu tertentu dapat menghancurkan atau mengubah bentuk batu yang kokoh.

Pada awalnya, batu yang dari awal sudah ada memang merupakan hambatan dan seolah-olah hal tersebut tidak dapat diubah, Segala sesuatu yang dilakukan tidak akan mengubah keadaan bahwa batu tersebut akan selalu berada disitu. Akan tetapi, jika dialiri air, terutama air laut secara terus menerus dan dalam jangka waktu tertentu, batu yang kelihatannya tidak dapat dihancurkan dapat rusak atau berubah bentuk. Hal tersebut memperlihatkan bahwa bahkan hambatan yang besar, berat dan berakar sekalipun juga ada kemungkinan untuk berubah selama seseorang terus menerus berusaha.

3. Air tetap fokus akan tujuannya, yaitu mengalir ke laut atau ke tepian.

Advertisement

Selama berjuang untuk mencapai tujuannya, air mungkin dapat menghancurkan setiap hambatannya, tetapi begitu hancur air tetap berusaha untuk mencapai tempat yang ditujunya. Air terus berusaha mengalir untuk mencapai tujuannya. Selama menjalani proses, seseorang dapat bertemu dengan godaan-godaan yang membuatnya berpikir untuk mempunyai tujuan baru, menurunkan standard atau menyerah terhadap tujuan lamanya. Akan tetapi, jika sudah yakin akan tujuan yang ingin dicapai, seseorang harus terus berusaha untuk mencapai hal tersebut. Jika memang selama proses dapat menghancurkan hambatan yang ada atau mendapatkan pencapaian yang kecil, itu merupakan suatu bonus yang harus disyukuri, bukan justru meninggalkan tujuan awal. Sebaliknya, walaupun ada kemungkinan hambatan untuk berubah, ada juga kemungkinan hambatan untuk tidak berubah. Akan tetapi, berubah atau tidaknya hambatan, air tetap mengajarkan untuk selalu fokus dan berjuang untuk tujuan yang ingin dicapai.

4. Walaupun tetap mengalir, tetapi ada saatnya air memperlambat alirannya.

rocks water via https://www.google.co.id

Pada saat air berusaha untuk mengalir ke tujuan, air tetap melihat situasi atau lingkungan yang muncul. Air menyesuaikan diri terhadap situasi atau lingkungan yang ada. Hambatan-hambatan yang ditemui aliran air terkadang membuat air tersebut harus memperlambat alirannya dan air memperlambat alirannya. Hal tersebut memperlihatkan bahwa ketika menghadapi hambatan atau masalah, seseorang harus dapat menyesuaikan diri dengan situasinya. Jika memang harus memperlambat langkahnya terlebih dahulu, maka sebaiknya memperlambat langkahnya. Memperlambat langkah bukan berarti menyerah atau belum tentu membuat waktu untuk prosesnya menjadi lebih lama. Tidak menutup kemungkinan bahwa dengan memperlambat langkah sejenak, justru dapat mempersingkat waktu untuk mencapai tujuan karena masalah juga jadi selesai dengan lebih cepat.

5. Air juga memperlihatkan bahwa untuk mencapai tujuan bukan hanya harus berusaha, tetapi juga harus bersabar.

boat on the river via https://www.google.co.id

Jika air ingin mengalir ke laut atau tepian, air harus mengikuti jalur yang ada dan butuh waktu untuk mencapai tujuannya. Hal tersebut memperlihatkan bahwa jika ingin mencapai sesuatu, seseorang harus berusaha dan belajar untuk bersabar, karena pada dasarnya semuanya butuh waktu. Makanan atau minuman yang dikatakan instan saja masih tetap butuh waktu untuk membuatnya, begitu juga dengan proses dalam hidup.

Persistensi bukan merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Selama menjalani proses, banyak hal yang dapat membuat seseorang menyerah untuk mencapai tujuannya. Akan tetapi, seperti halnya aliran air, kita juga harus belajar untuk tetap fokus, berusaha, dan bersabar untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai,