Sembilan bulan kita hidup dalam kandungan ibu, ibu selalu membawa kita kemanapun dia pergi. Dia tidak pernah berfikir untuk meninggalkan kita walaupun sejenak, lalu kita pun lahir dengan tangis pertama untuk menyapa dunia ini.

       

 

1. Perhatian Ibu yang sungguh luar biasa

perhatianmu sungguh luar biasa ibu

perhatianmu sungguh luar biasa ibu via http://infosehatully.com

Saat kita kecil ibu lah yang sering menggendong kita , mengganti popok yang basah, memberikan air susu ketika lapar, saat menangis kita selalu di ayun , di pangku dan di timang-timang. Lalu apa balasan kita waktu itu? Kita malah sering membuat basah baju ibu dengan air kencing dan ibu tidak pernah sekalipun memarahi kita.

2. Ayah terlalu sibuk mencari nafkah untuk menghidupi keluarga

Ayah mencari nafkah untuk menghidupi keluarga

Ayah mencari nafkah untuk menghidupi keluarga via http://tat.ks.kidsklik.com

Membeli susu, makanan , dan semua kebutuhan berasal dari uang hasil jerih payah Ayah. Apakah kamu tahu bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih, ayahlah yang selalu menanyakan apa yang kamu lakukan seharian, walau beliau tak bertanya langsung kepadamu karena terlalu letihnya mencari nafkah dan melihatmu terlelap dalam tidur nyenyakmu.

3. Ingatkah ketika hari pertama masuk sekolah?

kedua orang tuamu sangat peduli dengan pendidikanmu

kedua orang tuamu sangat peduli dengan pendidikanmu via http://abiummi.com

           Usia kita beranjak perlahan , ingatkah ketika hari pertama masuk sekolah? Setiap pagi ibu memandikan , menyuapi sarapan pagi , ayah mengantar dan menjemput kita ke sekolah. Ayah dan ibu melakukan kan nya setiap hari dengan sepenuh hati demi anak nya bisa mengetahui penting nya pendidikan.

            Saat beranjak remaja, Ayah dan Ibu tak henti untuk mengkhwatirkan kita. Ketika kita sering pulang ke rumah hingga larut malam dengan berbagai alasan. Ibu hanya menatap dengan penuh cemas dan ayah selalu mempringati agar pulang ke rumah tepat waktu. Karena bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat kamu sudah dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya. Maka kadang kamu melanggar kepercayaannya. Ayahlah yang setia menunggumu di ruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temanmu untuk menanyakan keadaanmu, “ dimana, dan sedang apa kamu diluar sana.

Saat mengenal cinta, sering kali kita membohongi ayah dan ibu hanya untuk berkencan dengan pasangan kita. Ketika ayah dan ibu bilang :

Nak, mestinya kamu sekolah dulu yang benar, jangan dulu berpacaran“.

 

Lantas kita menjawab :

Ayah, ibu, saya udah besar , saya tau apa yang baik buat saya, Ayah dan Ibu jangan terlalu mengatur saya dong!!“.  (Ayah dan Ibu hanya tersenyum dan menatap dengan penuh kasih sayang).

4. Terimakasih Ayah Dan Ibu Yang Telah Memenuhi segala kebutuhanku

Terimakasih Ayah Dan Ibu Yang Telah Memenuhi segala kebutuhanku

Terimakasih Ayah Dan Ibu Yang Telah Memenuhi segala kebutuhanku via http://skullers.tf.itb.ac.id

          Saat memasuki bangku kuliah, Ayah dan Ibu dengan penuh semangat memberikan biaya kuliah yang setinggi langit. Disaat kamu merengek memerlukan ini – itu, untuk keperluan kuliahmu, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan cuma berpikir, kemana aku harus mencari uang tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam.

           Saat kamu berjaya. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukmu. Ayahlah yang mengabari sanak saudara :

“anakku sekarang sukses“. Walau kadang kamu cuma bisa membelikan baju itu pun cuma setahun sekali untuk orang tuamu. Ayah dan Ibu akan tersenyum dengan bangga.

5. Dalam sujudnya Doanya ayah juga tidak kalah dengan Doanya Ibu, cuma bedanya ayah simpan doa itu dalam hatinya.

ayah simpan do'a itu dalam hatinya

ayah simpan do'a itu dalam hatinya via http://www.anneahira.com

         Sampai ketika nanti kamu menemukan jodohmu, ayah akan sangat berhati – hati mengizinkannya.Dan akhirnya, saat ayah melihatmu duduk di atas pelaminan bersama pasanganmu, ayah pun tersenyum bahagia. Lantas pernahkah kamu memergoki, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat bahagia.

Dan beliau pun berdoa :

“Ya Tuhan, tugasku telah selesai dengan baik. Bahagiakanlah putra putri kecilku yang manis bersama pasangannya”.

6. Pesan Ibu ke anak untuk seorang Ayah

Ayah, Ibu kalian berdua bagaikan sang surya menyinari dunia

Ayah, Ibu kalian berdua bagaikan sang surya menyinari dunia via https://www.google.co.id

”Anakku.. Memang ayah tidak mengandungmu, Tapi darahnya mengalir di darahmu, namanya melekat dinamamu, Memang ayah tak melahirkanmu, Memang ayah tak menyusuimu, Tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang menjadi air susumu.”

“Nak.. Ayah memang tak menjagaimu setiap saat, tapi tahukah kamu dalam do'anya selalu ada namamu disebutnya. Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar,Karena dia ingin terlihat kuat, Agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya.”

”Nak.. Ketika kau merasa tak aman Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat Ibu, Karena kecintaanya dia takut tak sanggup melepaskanmu. Dia ingin kau mandiri, Agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri.”

”Ibu hanya ingin kau tahu Nak Bahwa Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta Ibu Anakku Jadi di dirinya juga terdapat surga bagimu...”.

Cintai, Sayangi, dan Jagalah sebaik mungkin Kedua orang tuamu sebelum mereka tiada, dan jika rambut hitam mereka telah berubah menjadi putih ingatlah bagaimana mereka memperlakukanmu di waktu kecil.