Siapa yang tidak tertarik dengan drama Korea? Menonton drama Korea menjadi salah satu hobi yang tak dapat dielakkan dari kawula muda saat ini. Drama yang menguras emosi menjadi salah satu ketertarikan dari drama Korea. Selain itu pelajaran hidup juga banyak diselipkan diantara episode-episodenya.

Well, bagi kamu yang katanya suka menonton drama Korea, hidupmu tidak akan lengkap jika tidak pernah menonton drama yang satu ini. Remember War Of The Son; drama dengan 24 episode yang popular di akhir tahun 2015 menceritakan perjuangan seorang anak  yang ingin membuktikan ayahnya bukanlah seorang pembunuh .

Penderitaan, tangisan kesedihan dan kebahagiaan, serta perjuangan melawan segala carut marut kehidupan menghiasi drama ini. Hayo, mulai penasaran 'kan dengan drama ini?

 Tentunya setelah kamu menonton drama ini, selain air matamu terkuras, kamu juga akan mendapatkan 3 hal ini:

 

1. Pergunakan segala kelebihan yang ada pada dirimu untuk memberi manfaat kepada keluarga dan orang lain

www.google.com

www.google.com via https://www.google.com

Di episode awal drama ini, kamu akan menyaksikan bagaimana sutradara menggambarkan kelebihan yang dimiliki oleh tokoh utama. Kelebihan dalam mengingat secara detil sesuatu yang dimiliki oleh tokoh utama dimanfaatkannya untuk menjadi seorang pengacara yang tak terkalahkan untuk membela dan membuktikan ayahnya tidak bersalah dalam persidangan serta membela orang-orang yang dizhalimi oleh hukum.

Sebagai seorang manusia, kita diciptakan dengan segala kelebihan dan kekurangan. So, kenalilah kelebihanmu dan berikan manfaatkan bagi keluarga dan orang sekitarmu.

2. Penyakit yang menggerogotimu tidak menghalangimu mencapai tujuan hidup terbesarmu

www.google.com

www.google.com via https://www.google.com

Di pertengahan episode, tokoh utama didiagnosa menderita Alzhaimer. Namun dengan diagnosa tersebut tidak menghalanginya mencapai tujuan hidupnya yaitu membersihkan nama baik ayahnya yang telah berada di surga. Tokoh utama memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mengumpulkan bukti bahwa ayahnya tidak bersalah, sampai pada akhirnya ingatannya menghilang.

So, bagi kamu yang saat ini sedang sakit atau sedang berjuang melawan penyakitmu, teruslah semangat untuk sembuh dan jangan jadikan sakit sebagai penghalangmu untuk berhenti menggapai mimpi.

3. Menjaga nama baik orang tua adalah bahagia terbesarmu

www.google.com

www.google.com via https://www.google.com

Di akhir-akhir episode dengan segala perjuangan tokoh utama, akhirnya tokoh utama berhasil membuktikan bahwa ayahnya tidak bersalah. Tangisan haru dan senyum kebahagiaan menjadi ending drama ini. Tokoh utama mendapatkan kebahagiaan terbesar dalam hidupnya sehingga dia sendiri lupa bahwa Alzhaimer telah bersemayam dalam dirinya.

Bagaimana denganmu, apakah kebahagiaan terbesarmu sama dengan yang dirasakan oleh tokoh utama? Tentunya banyak cara untuk meraih kebahagiaan, namun memberikan kebahagiaan kepada orang tua adalah kebahagiaan terbesar bagi seorang anak.

Well, penasaran banget 'kan dengan drama ini? Ayo buruan tonton dramanya serta jangan lupa siapin tisu, ya!

4. Jadikan orang tua sebagai prioritas utama

www.google.com

www.google.com via https://www.google.com

Dalam drama ini, cerita keluarga lebih mendominasi dari pada cerita lainnya. Terlihat dari kegigihan tokoh utama yang selalu berjuang demi mengembalikan nama baik sang ayah. Ayah adalah segala-galanya bagi tokoh utama. Tokoh utama selalu mementingkan kepentingan sang ayah tercinta.

Then, bagi kawula muda yang selama ini lebih memprioritaskan yang lain ketimbang orang tua, yuk prioritaskan orangtua duluan baru yang lain. Karena seburuk-buruknya kita, hanya orangtualah yang mampu menerima segala sisi dari anaknya.

5. Berbicaralah sesuai fakta kebenaran

www.google.com

www.google.com via https://www.google.com

Ayah dari tokoh utama dicap sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan seorang mahasiswi. Hal ini disebabkan ada pihak ketiga yang memfitnah sang ayah, sehingga sang ayah dijatuhkan hukuman mati. Dikarenakan tokoh utama yakin bahwa sang ayah tidak bersalah, tokoh utama berniat menjadi seorang pengacara untuk membuktikan sang ayah tidak bersalah. Di tengah-tengah perjuangan tokoh utama, sang ayah meninggal dunia karena penyakit Alzhaimer serta tekanan dari berbagai pihak di dalam sel. Namun semua itu tidak menyulutkan semangat tokoh utama untuk membuktikan kepada seluruh masyarakat bahwa sang ayah tidak bersalah.

Dari drama tersebut, kita dapat melihat bagaimana memutar balikan fakta menjadi penyebab hancurnya sebuah keharmonisan keluarga. So, mari kita tanamkan kejujuran mulai dari sekarang ya, guys!