Pemerintah Korea Selatan memberikan kode 'alert' terhadap banyaknya remaja mereka yang mengalami kecanduan akibat game online. Kecanduan game online ini dianggap sebagai wabah penyakit (epidemi) berbahaya. Bukan hanya itu, pemerintah Cina bahkan ikut campur untuk mengatasi game online, begitupula Jepang.

Di Indonesia meski jumlah populasi internet gaming disorder tidak dianggap sebagai wabah, namun tidak dipungkiri kasus kecanduan game online sudah mulai berkembang. Beberapa kasus internet game disorder yang ditemukan author dapat menjadi motif kriminal seperti kasus DG (15) di Jabar yang nekat mencuri motor untuk main game dan NT (15) bunuh diri gara-gara koneksi internetnya terputus. 

Ternyata seram juga ya. Sesuatu yang berlebihan memang tidak baik sih... 🙁 Mari kita lihat ciri-ciri intenet gaming disorder.

 

1. Keasyikan dengan permainan

Kecanduan game

Kecanduan game via http://cerita.picmix.it

Kecanduan bermula ketika kamu menganggap permainan itu mengasyikkan, karena hal itu menyenangkan kemudian kamu mengulang-ngulang lagi. Ketika selesai bermain, pemain sering kepikiran tentang permainan tadi menyebabkan kesulitan konsentrasi terhadap pekerjaan, tugas sekolah, deadline, bahkan aktivitas sosial. Pemain mulai menganggap game online adalah prioritas utamanya. Itulah sebab kenapa cewek sering marah jika pacarnya main game. 😀

2. Berbohong atau menyembunyikan aktivitas game online

Main pokemon

Main pokemon via http://jabar.pojoksatu.id

Pecandu game akan menghabiskan waktu siang dan malam untuk menyelesaikan permainannya, bahkan mereka bisa sampai lupa makan atau tidak tidur beberapa hari, bisa jadi mereka tidak mandi berhari-hari saking asyik bermain. Hal ini membuat cemas orang sekitarnya seperti keluarga, pacar, atau teman. Pecandu biasanya berbohong mengenai aktivitas mereka di depan komputer seperti beralibi sedang mengerjakan tugas kuliah. Hal ini dilakukan agar mereka memiliki banyak waktu bermain game. Seringkali kita melihat anak SD yang bolos sekolah demi main game online di warnet. Wah tanda-tanda ini sudah memasuki 'waspada' guys... 🙂

3. Kehilangan ketertarikan dengan aktivitas lainnya

Keima anime

Keima anime via http://ryanime.com

Saking senangnya dengan game, para pecandu mulai kehilangan minat pada hobi atau aktivitas yang sering dilakukannya. Main futsal dianggap bukan sesuatu hal yang tidak menarik lagi. Ketemu pacar ngabisin waktu, mending selesaikan game COC

4. Menarik diri secara sosial

Tweet party

Tweet party via https://www.google.co.id

Ciri ini mulai mendekati berbahaya karena pemain mulai memutuskan hubungan sosial di dunia nyata karena lebih tertarik membangun pertemanan baru di dunia maya. Pada beberapa kasus yang sering ditemukan, para pemain game yang memiliki kepribadian introvert atau mereka yang memiliki masalah dalam hubungan sosial lebih memilih game karena dianggap mampu menerima keadaan mereka. Keadaan ini mulai awas guys.... Be aware!!!

5. Pembelaan dan kemarahan

Game sudah menjadi prioritas hidupnya, tidak ada hal lain selain game yang menarik dalam hidupnya. Pemain mulai terobsesi mengumpulkan jumlah 'like' atau 'poin' untuk meningkatkan level mereka. Aktivitas game menjadi sebuah aktivitas yang tidak dapat dihentikan, sehingga ketika ada orang lain yang memaksanya untuk berhenti, mereka akan marah. Ada kasus ekstrim di Cina, seorang anak membunuh ibunya karena dilarang bermain game online. Suami istri yang tertangkap polisi karena menelantarkan anak sampai kelaparan, hal ini disebabkan suami istri ini sedang asyik main game Dungeons & Dragon Series

6. Ketertarikan secara psikologis

Ciri ini mulai berbahaya karena individu mulai menganggap dunia game adalah dunia fantasi yang diidam-idamkan selama ini. Pemain tidak mau kehilangan kehidupan di dalam game, akibatnya ketika dia terpaksa melepaskan dunia game untuk sementara waktu dia mengalami gejala depresi dan cemas. Pikiran mereka tidak bisa berkonsentrasi kecuali isi pikiran mengenai game, level yang mereka mainkan. 

Para pemain yang kecanduan mulai berpikir aneh dan tidak rasional terhadap orang lain di dunia nyata. Di dalam pikiran mereka hanya untuk bermain game. Kasus ekstrim; di Jepang, seorang remaja keluar rumah lalu menusuk orang lain yang ditemuinya karena masih terbayang dengan permainan yang dimainkan. 

7. Menggunakan gaming sebagai wahana melarikan diri

Tekanan hidup, masalah hubungan sosial, masalah keuangan ataupun masalah pribadi tidak dapat diselesaikan baik, bahkan individu menganggap jalan penyelesaian masalahnya buntu. Akibatnya individu yang kecanduan menjadikan game sebagai tempat melarikan diri. Di dunia game dia dapat menjadi orang lain yang diinginkannya, sehingga dia merasa percaya diri dan melupakan masalahnya.  

8. Melanjutkan penggunaan meski tahu konsekuensinya

Terbengkalai tugas

Terbengkalai tugas via https://www.google.co.id

Pemain ingin menjadi terbaik dari pemain lainnya dengan berusaha meningkatkan level permainan, sehingga tantangan permainannya menjadi besar. Meski membutuhkan waktu yang cukup banyak, pemain tidak peduli. Meski menyadari banyak pekerjaan yang belum terselesaikan dan akan berdampak bagi dunia nyata serta kehidupannya. Ya contohnya skripsi menjadi terabaikan. 🙁

9. Mari kalahkan internet gaming disorder

Apakah kamu sudah merasa menggunakan game intenet secara berlebihan tanpa bisa kamu hentikan lagi? Apakah hobi yang kamu lakukan menyebabkan pekerjaanmu terabaikan seperti tugas sekolah, skripsi, atau nilai akademikmu turun karena asyik main game? Apakah kamu merasa tidak peduli dengan hubungan sosial entah keluarga, teman atau pacar? Apakah kesehatanmu mulai terganggu seperti insomnia, pegal di daerah punggung dan bahu, mata sering berkedip atau merah? 

Jika tiga dari 8 ciri sudah kamu dapatkan, berarti kamu mengalami internet gaming disorder level ringan. Jika ciri itu ada 5 dalam dirimu masuk kategori sedang. Namun jika semua ciri-ciri kamu alami, maka kamu sudah masuk kategori parah. 

Penelitian terbaru melaporkan pemain game online menjadikan game sebagai upaya melarikan diri karena ketidakmampuan untuk mengatasi permasalahan dan tekanan sosial yang dialami. Game dianggap sebagai tempat aman baginya, padahal upaya MELARIKAN DIRI TIDAK DAPAT MENYELESAIKAN MASALAH. Jika kamu merasa kamu sudah mengalami adiksi game online, maka mulailah berhenti.

10. Kalahkan internet gaming disorder

Main game itu sangat mengasyikkan, apalagi teman-teman game onlinemu itu orangnya seru banget. Sayangnya kehidupan sebenarmu bukan berada di dunia game yang sudah kamu ciptakan. Mulailah untuk mengurangi, pada tahapan awal mulai membuat jadwal kegiatan yang harus kamu lakukan. Kamu boleh main game setelah tugasmu selesai, jangan lupa batasi waktu main game minimal 2 jam dalam sehari. 

Mulai keluar kamar dan menghubungi teman-teman lamamu, ajak temanmu olahraga bareng atau mengunjungi kerabat. Minta bantuan kepada orang terdekatmu seperti orang tua, teman atau pacar untuk membantumu melepaskan adiksi. 

Ayo kalahkan kecanduanmu!!!

Selamat mencoba.. 😀