Baper alias bawa perasaan merupakan hal yang belakangan ini sering dijadikan alasan untuk nggak bersemangat menjalani aktivitas. Akibatnya banyak anak muda yang menghabiskan waktunya hanya untuk bergalau ria. Baper merupakan hal yang wajar, namun kalau sudah terlalu sering rasanya itu bukan hal yang wajar lagi. Bagaimana solusinya?

 

1. Berhenti stalking si doi! Mulailah urusi kehidupanmu sendiri

Move on dong

Move on dong via http://thoughtcatalog.com

Seseorang yang mudah baper biasanya tidak memiliki kesibukan yang cukup berarti, sehingga hari-harinya di isi oleh hal yang kurang bermanfaat. Padahal sebagai anak muda kita dituntut menjadi seorang yang kreatif dan produktif, karena anak muda masih memiliki energi yang banyak dan semangat yang tinggi. Seringkali baper terjadi akibat seseorang masih mencari tahu tentang kehidupan orang lain di masa lalunya yang mungkin sekarang sudah bahagia.

Ingat, kamu sudah tidak hidup di masa itu. Mulailah bangkit dan benahi kehidupanmu sendiri, karena masa depanmu jauh lebih penting ketimbang kehidupan si doi!

2. Positive thinking itu menyehatkan

Positive thinking aja

Positive thinking aja via http://www.arnoldgroup.com.au

Orang yang mudah baper terbiasa berpikiran negatif dan memandang segala sesuatu hanya dari pemikirannya saja. Padahal kalau kamu mau berpikiran lebih luas dan terbuka, kamu akan menemukan bahwa hal-hal negatif yang selama ini kamu pikirkan adalah hal yang nggak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Dengan berpikir positif, kamu akan terhindar dari baper. Kamu juga akan jauh dari stress yang merupakan salah satu penyebab utama dari penyakit fisik.

3. Mulai susun jadwal travellingmu!

Jangan sampai kurang piknik

Jangan sampai kurang piknik via http://www.worldofwanderlust.com

Coba kamu ingat-ingat, kapan terakhir kali kamu travelling?

Kalimat “galau karena kurang piknik” mungkin ada benarnya. Rutinitas sehari-hari ada kalanya menemui titik jenuhnya, akibatnya kita jadi stress dan kurang produktif. Kalau sudah begini ujung-ujungnya mudah baper.

Cobalah untuk mulai menyusun jadwal travellingmu. Ajak teman-teman, keluarga dan gebetanmu untuk berlibur bersama menghabiskan waktu yang ada untuk sejenak refreshing. Travelling merupakan hal yang sangat bermanfaat, selain untuk menghibur diri yang sedang penat, berkunjung ke tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya akan menambah pengetahuanmu dan juga rasa syukurmu. Kamu bisa mendapatkan teman yang memiliki beragam suku, budaya dan bahasa yang unik. 

4. Selektif dalam mengonsumsi

Kebanyakan drama gak bagus girls

Kebanyakan drama gak bagus girls via http://www.thealternativedaily.com

Sah-sah saja mendengarkan lagu melankolis atau menonton film romantis, tapi hati-hati jika kamu meng-konsumsinya terlalu banyak. Sifat baper mu terbentuk dari apa yang kamu sukai dan bagaimana kebiasaanmu sehari-hari, jika kamu terlalu banyak mengkonsumsi hal-hal yang mudah membuatmu baper lebih baik kurang-kurangin deh!. Mulailah untuk mencoba hobi baru yang lebih bermanfaat nggak cuma untuk kamu, tapi juga untuk sekitarmu. 

5. Hilangkan kebiasaan menggantungkan harapan kepada orang lain!

Udah ikhlasin aja

Udah ikhlasin aja via http://milaswellness.com

Seringkali kita menggantungkan harapan yang terlalu besar, hingga pada akhirnya sering pula kita mengalami kekecewaan. Padahal kekecewaan tersebut timbul karena memang gak seharusnya kita menggantungkan harapan pada orang lain. Ketika kecewa sudah dialami, akhirnya timbul baper. Apa-apa menyalahkan dan men-judge orang lain, padahal dia juga merupakan manusia biasa yang bisa salah dan khilaf. Berharap boleh-boleh saja, namun jika tidak ingin dikecewakan sebaiknya jangan sekali-kali menggantungkan harapan kepada orang lain.

Baper bukan hal yang salah, namun bagaimana kita mengelola perasaan yang kita miliki adalah hal yang penting. Tidak semua orang bisa menerima sifat bapermu yang kadang sudah kelewat batas dan menjengkelkan. Dengan menghilangkan sifat baperan, kamu akan menjadi pribadi yang menyenangkan dan disukai orang-orang di sekitarmu deh!