Menjalin hubungan yang serius itu susah-susah gampang. Perlu saling mengenal diri secara bertahap. Lama dalam pendekatan tidak menjamin pacaran bakal berhasil membawa ke tahap yang lebih serius. Pacaran yang lama juga tidak menjamin kamu bakal berdampingan di pelaminan akhirnya. Kamu juga gak perlu memaksakan diri untuk menuju ke tahap hubungan yang lebih kalau memang merasa tidak memiliki chemistry dengan si dia. Tidak perlu menunggu jauh-jauh hari untuk memastikan apakah benar perasaanmu yang lebih itu pantas untuk kamu berikan pada dia. Jika memang hari ini kamu merasa butuh memastikan dirimu sendiri, berbicara dengan hatimu sendiri, mengapa tidak? Bayangkan saja seandainya hal-hal di bawah ini terjadi pada hubungan kamu.

1. Berada di jaman kuno

Saling mencari meski terbatas media komunikasi via http://deadline.com

Kamu pernah menonton film “The Croods”? Jaman nenek moyang kita bisa diandaikan seperti kehidupan di film tersebut. Si perempuan meniup terompet dari kerang jika ingin memanggil si laki-laki. Tentunya tidak setiap saat dia memanggil, ada waktu tertentu. Kalau setiap saat, suara terompet tentu mengganggu sekitarnya. Namun, sepasang sejoli jaman purba ini saling setia karena media komunikasi yang digunakan hanya untuk menghubungi pasangannya.

Sangat berbeda apabila dibandingkan dengan jaman sekarang yang notabene setiap orang pasti memiliki ponsel. Komunikasi sangat mudah, bahkan terbiasa melihat wajah orang asing dari kejauhan pun sekarang menjadi kebiasaan. Postingan baru di jejaring sosial baru saja muncul, sudah bisa langsung dikomen. Berdalih ingin menambah teman, ternyata menjurus ke arah hubungan yang lebih karena intens mengirim pesan. Maka, bayangkan seandainya tiba-tiba kita dikirim ke jaman purba yang tidak ada ponsel. Dengan tabiat yang sama, kebutuhan dan ketergantungan yang sama, masih bisakah kalian saling setia? Apakah kamu yakin dia akan mencarimu, tidak mencari seseorang yang lain terlebih dahulu? Yang bisa saja ketika kamu tidak ada, diam-diam pasanganmu selalu menghubunginya.

Bisa langsung kamu terapkan, matikan ponselmu sehari atau dua hari saja. Anggap bahwa dirimu sedang berada di masa yang tidak tergantung oleh ponsel. Selanjutnya, lihat respon dan sikapnya terhadap perlakuanmu tersebut.

2. Perbedaan dandanan dari masa ke masa

Advertisement

Apa adanya via http://fustany.com

Lihat-lihatlah foto-fotomu jaman SD, SMP, SMA, bandingkan dengan sekarang yang mungkin kamu sudah bekerja atau masih berkuliah. Banyakkah perbedaan penampilanmu? Sebagian besar orang yang merasa memiliki style atau gaya dandanan yang “be myself” pun pasti merasa banyak perbedaannya. Jika pasanganmu mengatakan sayang padamu apa adanya, jangan kamu telan mentah-mentah ucapannya. Karena dia mengatakannya di saat kamu sedang cantik-cantiknya atau ganteng-gantengnya sekarang. Sekalipun kamu rendah hati dengan mengatakan kamu tidak cantik dan tidak ganteng, dia mengungkapkan rasa sayangnya di waktu yang sekarang. Coba saja kamu membayangkan seandainya dandananmu atau gaya penampilanmu yang sekarang sama dengan penampilan terburukmu di masa sekolah dahulu. Apakah pasanganmu akan tetap mengatakan bahwa dia sayang apa adanya denganmu?

Jika kamu berani ekstrim untuk mempraktikkan langsung, misalkan dahulu rambutmu panjang dan berantakan atau pendek dan keriting mungkin kamu sekarang bisa menggunakan wig, atau gundul dan kepalamu bau mungkin kamu bisa potong rambut segera dan olesi kepalamu dengan minyak kayu putih, atau kulitmu dahulu gelap mungkin kamu bisa membaluti kulitmu dengan sedikit lumpur, dan perbuatan ekstrim lainnya. Beri pasanganmu kejutan saat bertemu denganmu dan lihat bagaimana responnya.

3. Hidup dalam dunia fairytale atau dongeng

Indahnya dunia fairytale via http://huffingtonpost.com

Semua orang pernah mengalami masa kanak-kanak yang suka memuji-muji tokoh dongeng atau film kartun kesukaan, termasuk kamu. Dari bermacam-macam dongeng atau fairytale jaman dahulu, pilih salah satu yang menurutmu terdapat tokoh di mana latar belakang si perempuan dan si laki-laki berbanding terbalik. Contohnya, “Beauty and The Beast” atau “Cinderella”, boleh juga cerita lainnya. Akhir cerita dari film-film tersebut kebanyakan berakhir bahagia, meskipun tidak mulus jalan kehidupannya masing-masing. Jika cerita-cerita dongeng seperti itu berlaku untuk kamu dan dia, yakinkah kisah kalian semulus kisah di dunia fairytale? Mampukah bertahan dengan kondisi salah satu di antara keduanya bernasib tidak baik? Karena banyak orang yang bilang bahwa hidup tidak seindah negeri dongeng.

Jika ingin membuktikan langsung karena penasaran jika hanya dibayangkan dalam angan-angan, tidak perlu menunggu salah satu dari kamu atau dia berada dalam kondisi buruk. Lagi pula, tidak ada satu pun yang ingin mengaminkan untuk mendapat musibah. Ambil saja kejadian kecil sehari-hari yang biasa kamu lakukan dengan si dia. Misalnya saja kamu tiba-tiba mengatakan pada dia bahwa ingin segera tinggal berdua saja dengan dia, hidup serumah dengan dia tanpa menerima sedikit pun bantuan dari orang tua kalian, segera menimang bayi dan tidak lagi banyak menghabiskan waktu untuk bersenang-senang berdua. Dari ucapan dan gelagat responnya terhadap perkataanmu, lihatlah apakah dia adalah sosok yang mampu menjalani hubungan serius dan ucapan klisenya bahwa dia tidak akan meninggalkanmu apapun keadaanmu adalah benar adanya.

4. Terpisah jauh berbeda negara, benua atau bahkan planet

Berjuang di negeri orang via http://oneworld365.com

Kita semua tentu memiliki impian untuk pergi keluar negeri, apapun alasannya. Bayangkan jika impianmu itu terwujud di hari ini. Hidup di negeri orang sangat berbeda dengan di negara sendiri. Kamu akan secara alamiah berusaha untuk mengatur keuangan dan waktu secara sendirian. Perlahan pikiranmu dipenuhi dengan segala macam cara bagaimana agar bertahan hidup dengan nyaman di sana. Tidak lagi melulu tentang bagaimana kamu dengan si dia. Menjalani hubungan jarak jauh atau Long Distance Relationship (LDR) sangat berat bagi setiap orang, menahan rasa rindu yang muncul setiap saat itu tidak mudah. Jika LDR terjadi dalam satu negara, masih tidak apa-apa karena kendaraan tergolong murah biayanya demi menemui kekasih. Namun jika berbeda negara, bagaimana? Apakah harus setiap bulan kamu memesan tiket pesawat demi menemui si dia? Oke saja kalau kamu anak seorang milyarder, bahkan sekaya apapun kamu juga tidak bisa menjamin urusanmu di luar negeri yang kamu tempati sedang tidak segera diselesaikan atau tidak rumit.

Tidak menutup kemungkinan juga bahwa seseorang dikirim ke planet lain karena semakin modernnya dunia kita sekarang. Bayangkan jika kamu berada di situasi dalam film “The Interstellar”, apakah si dia mampu memahami kondisimu dengan tidak terburu-buru selalu menghubungimu setiap saat?

5. Terjebak di suatu pulau tak berpenghuni

Terjebak di pulau sepi via http://rumahkuliner.wordpress.com

Banyak sepasang kekasih menghabiskan waktu bersama dengan pergi traveling. Menikmati keindahan alam, berwisata ke tempat-tempat cantik, hunting foto untuk mengabadikan momen kebersamaanmu dengan dia, mencoba wahana-wahana asik dan menantang serta menguji adrenalin, dan banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan. Namun bagaimana jika kamu dan dia tersesat di tengah perjalanan? Lebih ekstrim lagi ternyata terjebak di suatu pulau yang tidak ada penghuninya, sama sekali tidak ada orang dan hewan. Di sana hanya ada rumput dan tumbuhan, dan tidak sedikit juga tumbuhan yang liat. Seandainya di sana kamu dan dia sedang sama-sama kelaparan, apakah dia akan mendahulukan kamu makan, ataukah kalian akan makan bersama-sama seadanya? Jangankan untuk makan, ketika mencari makan lihatlah perilakunya apakah kalian akan pergi bersama atau dia menyuruh kamu saja yang mencari yang mana ini dapat menunjukkan seberapa penting dirimu bagi dia.