Teknologi menjadikan berbagai informasi semakin mudah diakses melalui media sosial. Berbagai informasi mengenai hal-hal yang terjadi di berbagai belahan dunia, kini dengan mudah dapat kita peroleh dalam hitungan detik. Bagus sih, tidak hanya kemudahan dalam mengakses informasi, si pembuat informasi juga memiliki kebebasan dalam berpendapat.

Namun justru dari situlah kita tidak dapat menjamin apakah informasi tersebut adalah informasi yang sebenar-benarnya atau sebuah rekayasa. Ada yang memang benar-benar memberikan informasi atau sekadar kepentingan pribadi.

Tidak heran, jika kini banyak informasi-informasi yang simpang siur. Informasi yang saling menjatuhkan disertai bumbu-bumbu penilaian sesuai kepentingan dan keuntungan. Informasi yang hanya berdasar pada pemikiran penulisnya tanpa sumber bacaan atau keterangan yang sesungguhnya.

Media kini dirasa sudah tidak dapat lagi dijadikan sebagai sumber informasi yang benar. Mereka sudah memiliki garis-garis fraksi yang mereka kagumi. Mereka memiliki kepentingan dan menyesuaikan keuntungan yang didapatkan. Namun, dengan berbagai kepentingan mereka justru sering kali menyajikan informasi yang tidak penting. Sering juga kita temukan headline yang menyesatkan dan menimbulkan kesalahpahaman.

Bukankah sebuah informasi yang baik seharusnya tidak menggunakan kosa kata yang dapat memunculkan multitafsir?

Sulit memang jika kita hanya terus membicarakan media dengan segala kepentingannya, karena kita tidak dapat mengendalikan mereka. Kecuali jika kita sebagai sumber media itu sendiri.

Maka dari itu, jadilah pembaca yang cerdas. Kita harus pandai memilah dan memilih, mana informasi yang memang benar, mana informasi yang memang pantas, mana informasi yang memang penting dan bermanfaat untuk dibagi dan diketahui oleh orang lain. Bagaimana caranya?

1. Kendalikan dirimu untuk tidak sembarang men-share informasi

smart readers, not readers in a hurry via https://jalantikus.com

Mengendalikan diri mungkin bukan menjadi hal pertama yang dapat kita lakukan ketika mendapatkan informasi. Tetapi, mengendalikan diri menjadi hal utama yang harus kita lakukan sebelum melakukan me-me- yang lain. Don’t be a clicking monkey. Kendalikan tangan kita untuk tidak dengan mudah men-share informasi-informasi yang kita dapatkan. Jangan mengira bahwa ini adalah hal sepele. Apa jadinya jika kita tidak mengendalikan diri dan tangan kita untuk asal share informasi-informasi tersebut tanpa membaca dan menganalisisnya terlebih dahulu.

Misal saja, saat kita mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan. Tanpa memilah dan memilih nya terlebih dahulu kita langsung men-share informasi tersebut. Kebetulan, ada teman-teman kita yang percaya dengan informasi tersebut karena memang mereka membutuhkannya. Namun, ternyata informasi tersebut bukan informasi yang benar. Alih-alih mendapatkan pekerjaan, teman kita tersebut justru malah kena tipu. Lantas, siapa yang akan bertanggung jawab? Meskipun kita tidak berniat untuk menipu dan tidak terlibat dalam penipuan tersebut, tetapi bukankah sebuah penyesalan jika informasi yang kita bagikan tersebut membuat teman kita kecewa?

Dan mungkin yang lebih menyebalkan adalah, jika seseorang ketahuan telah memposting berita hoax atau men-share informasi yang tak benar, cara pembenarannya adalah:

Advertisement

“Sorry, cuman bantu sebarin.”

Cape deeeeh..

2. Biasakan untuk membaca informasi secara utuh

baca informasi jangan setengah-setengah via http://chip.co.id

Saat mendapatkan informasi dari OA, grup, ataupun unggahan teman-teman kita, hal pertama kali yang harus kita lakukan adalah membaca informasi tersebut. Jangan membaca setengah-setengah, bacalah informasi tersebut sampai selesai, hingga kita mendapatkan informasi dan pemahaman isi berita secara utuh.

3. Jangan mudah percaya sebelum kamu melakukan analisa

jangan mudah terprovokasi dari satu sumber informasi via http://blogois.com

Setelah membaca informasi tersebut, jangan mudah percaya. Hal ini bukan untuk membatasi diri kita terhadap informasi. Tetapi lebih kepada menjadi pribadi yang lebih cermat dalam menilai sebuah informasi dan bijaksana dalam menanggapi informasi tersebut. Langkah selanjutnya adalah, carilah informasi yang serupa mengenai hal tersebut minimal dari 5 sumber yang berbeda. Perhatikan adakah ada perbedaan isi informasi dari kelima sumber informasi tersebut? Isi informasi yang relevan dapat menujukkan adanya kebenaran dari isi informasi tersebut.

4. Gunakan konsep THINK

THINK again via http://clickker.in

THINK dalah singkatan dari truth (sebelum men-share cek terlebih dahulu kebenarannya), helpful (apakah informasi tersebut bermanfaat), inspiring (sebaiknya men-share informasi yang menginspirasi), necessary (jika tidak penting, lebih baik tidak perlu dishare), dan kind (apakah jika dishare informasi tersebut akan membawa kebaikan?).

5. Jadilah pembaca yang cerdas dan pemberi informasi yang baik

kita tenang, orang lain senang via http://www.atjehcyber.com

Setelah mengetahui kebenaran isi informasi tersebut, pertimbangkan terlebih dahulu, apakah informasi tersebut penting untuk Anda? Kemudian apakah informasi tersebut penting bagi orang lain? Dan apakah informasi tersebut bermanfaat bagi diri Anda dan orang lain? Jika memang iya, maka bagikanlah informasi tersebut dengan cara yang baik.