1. Niat

Menurut, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Niat adalah maksud atau tujuan suatu perbuatan; kehendak (keinginan dalam hati) akan melakukan sesuatu; serta janji untuk melakukan sesuatu jika cita-cita atau harapan terkabul.

Sudah tergambar jelas ya, dari arti Niat itu sendiri. Maka dari itu, apa sebenarnya Niat kita untuk menikah. Apakah Gengsi, karena sudah banyak kerabat yang melangsungkan, ataukah karena memang sudah tau arti dari 'Pernikahan' itu sendiri ?

2. Masa lalu

Cewe – Cowo via http://Facebook.com

Mengapa ?

Advertisement

Seperti kita ketahui, bahwa 'kita' yang saat ini tentu sudah sangat jauh berbeda dari 'kita' di masa lalu. Tentu, ada hal – hal yang terbekas di dalam hati. Misal, jika kamu memutuskan menerima sebuah lamaran dari seseorang yang datang di saat ini, akan tetapi kamu masih merasa ada yang mengganjal sebab seseorang yang telah lalu. Sebaiknya, kamu bicarakan dengan si 'dia' tentang si 'dia' di masa lalumu itu. 

Apa yang harus dibicarakan ? "Mas, aku ada yang mengganjal. Bolehkah aku bertemu dengannya dan menyelesaikan segala tanya di dalam hatiku ini tentang masa laluku". Dan berbagai alasannya itu.

Mengapa harus begitu ? Kembali lagi 'Pernikahan' adalah sakral, dan tidak bisa dibuat sebagai ajang permainan. Maka dari itu, ada baiknya untuk menyelesaikan yang harus diselesaikan sebelum melangkah ke jenjang ini. Sehingga, si 'dia' di masa kinimu itu tidak merasa dibohongi jika suatu hari si dia mengetahui bahwa kamu ternyata 'masih saja' memikirkan orang lain.

3. Ikhlas dan sabar

sabar dan ikhlas via http://www.sabarhadi.com

Ikhlas dan sabar adalah dua hal yang saling berhubungan, kenapa ? sebab, mereka memiliki keterikatan satu sama lain. Di saat Sabar maka landasannya adalah Ikhlas. Begitupula, di dalam pernikahan. Kata orang "menikah itu seperti bermain roller coster, ada naik-turun, senang-sedih, berliku tajam lalu jatuh seketika". Maka dari itu, sudah belajar Ilmu Sabar dan Ikhlas belum? Kalau belum, mulai belajarlah dari sekarang, setidaknya belajar sabar dan ikhlas dari hal – hal kecil. Misal, di PHP Dosen, ketika sudah di kelas dan ternyata Dosen tidak masuk.

4. Siap

Pahami seberapa siapnya dirimu untuk membangun sebuah keluarga kecil bersama si 'dia' setelah menikah kelak. Bukan, untuk membuatmu bingung atau ragu untuk melangkah, namun ada baiknya segala hal untuk sebuah keseriusan itu dipahami lebih jauh lagi. Jika sudah paham dengan Niat dalam melangkah, sudah pasti paham juga akan 'seberapa siap sih kamu melangkah'

5. Menikah adalah …

Poin terakhir adalah poin terpenting dalam beberapa hal yang harus kamu pahami sebelum menikah. Memang ada baiknya, kita mencari tahu seperti apa pernikahan itu berikut dengan maknanya. Tentu, di dalam Agama atau suatu Kepercayaan pasti sudah tertulis tentang hal – hal apa saja dalam pernikahan. Maka, pahami lebih jauh dan dalam lagi sebelum benar – benar akan melangkah ke jenjang ini bersama si 'dia'.