Rasa cemburu merupakan sesuatu hal yang wajar dalam sebuah relasi percintaan. Perasaan tersebut sering kali menjadi simbol dari rasa memiliki yang begitu besar. Tak hanya itu, rasa cemburu juga bisa menggambarkan sejauh mana kadar cinta seseorang, pun dapat menggambarkan ketidakdewasaan seseorang dalam bersikap.

Perasaan cemburu yang berlebihan memang dapat membuat ketidaknyamanan salah satu pihak. Merasa dituduh, diawasi, ditanya ini dan itu terasa begitu menjengkelkan. Alhasil, hubungan percintaan yang sehat pun terkadang hanya berwujud angan-angan. Tetapi tunggu dulu, sebenarnya apa sih yang membuat si dia bersikap begitu?

 

1. 1. Meski terdengar basi, tetapi rasa cemburunya adalah tanda bahwa si dia begitu mencintamu, loh!

Terkadang kita memang begitu kesal ketika si dia mulai menuduh macam-macam, atau ketika si dia mulai curiga dengan beberapa sosok yang memang hanyalah teman. Tetapi, janganlah berfokus pada berbagai hal yang menyebalkan dari si dia. Lihatlah sesekali dalam-dalam kedua matanya, bukankah kita merasa senang ketika orang yang kita cintai begitu merasa takut kehilangan?

2. 2. Ketika si dia begitu cemburu, jangan buru-buru menghakiminya. Tapi sesekali lihatlah ke dalam diri, mungkinkah rasa cemburunya justru banyak bersumber dari perilaku kita yang sebenarnya?

Saling introspeksi, yuk!

Saling introspeksi, yuk! via http://www.chromegeek.com

Tidak dapat dipungkiri, pasti kita merasa sebal ketika si dia mulai gelisah tak jelas karena perasaan cemburu. Akan tetapi, sebaiknya jangan melulu menggerutu. Untuk beberapa saat, berintrospeksi adalah pilihan yang terasa begitu bijak. Coba tanyakan pada diri, apakah kecemburuannya justru dikarenakan perilaku kita yang terkadang begitu menyebalkan? Misalnya, begitu banyak hal biasa yang masih kita sembunyikan, ketidakmampuan kita dalam menempatkan sikap kepada teman lawan jenis, atau hal-hal sepele seperti arahan mata yang begitu jelalatan? 

3. 3. Jika memang perilaku kita tidak patut mengundang cemburu. Maka akan lebih baik untuk dibicarakan bersama. Bukankah suatu hubungan akan terasa manis jika semua hal dapat bersama-sama dipecahkan?

Bicarakan baik-baik

Bicarakan baik-baik via http://www.lipstiq.com

Jika alasan si dia cemburu hanya berasal dari ketakutannya belaka, maka sebaiknya dibicarakan bersama. Tak perlu berkeras hati untuk mengatakan bahwa kita tak menyukai sikapnya. Cukup yakini dia dengan perlahan tentang berbagai situasi yang sebenarnya terjadi. Bukankah seseorang yang mencintai selalu punya stock kesabaran yang begitu tinggi? 

4. 4. Tetapi, jika si dia tetap bebal dengan kecemburuannya. Tentu kamu sudah paham apa yang harus dilakukan.

Tahukan apa yang harus dilakuin?

Tahukan apa yang harus dilakuin? via http://galleryhip.com

Sesekali, melihat degup dan raut kecemburuan dari si dia memang begitu manis. Tetapi jika kadarnya sudah melampaui batas, tentu saja akan tetap terasa muak. Terlebih jika hal tersebut sudah sering kali mengganggu berbagai aktifitas, atau membuat hubungan pertemanan kamu menjadi bentuk yang tak jelas rupanya. Kamu tentu sudah paham, sosok seperti apa yang patut untuk terus kamu perjuangkan.

5. 5. Pada akhirnya, untuk mengatasi rasa cemburu si dia memang tidak bisa diatasi dalam waktu semalam. Perlu beragam cara yang berkesinambungan, untuk membuat si dia benar-benar sepenuhnya paham.

Sebagai seorang yang dicintai dengan sepaket rasa cemburu yang besar, mungkin memang sudah takdir kamu. Tapi jika memang kamu mau tetap bertahan, tentu beragam cara juga harus kamu lakukan. Misalnya, mengembangkan sikap saling percaya dan terbuka satu sama lain, dan terus mengembangkan percakapan yang bersifat dialogis ketika dia sudah mulai cemburu. Selain itu, memperlakukan si dia sebagai sosok yang spesial di depan khalayak juga menjadi faktor yang mendukung loh. Bagaimana tidak? Ketika pasanganmu merasa bahwa kamu benar-benar memperlakukan dia sebagai orang yang sangat dicintai, lalu untuk apa dia terus merasa cemburu berlebihan? Toh, dia tahu kalau di hati kamu cuma ada dia seorang!

Dalam suatu hubungan, pasti akan selalu ada sosok yang memiliki kadar cemburu lebih tinggi. Tetapi hal tersebut seharusnya tidak menjadi penghalang langgengnya hubungan kalian, kok! Dengan kedewasaan dalam menyikapi setiap situasi, dan berusaha saling mengerti satu sama lain, semua hambatan akan selalu terasa mungkin untuk dilalui.