Banyak yang bilang bahwa orang-orang yang datang ke Pare ini adalah orang-orang yang galau. Dalam artian galau karena belum belum S1, galau karena belum S2 dan bahkan belum keterima kerja.

Ada juga yang menjadikan Pare sebagai pelarian, karena galau dan gagal move on dari mantan. Maka, sembari menyelam minum air, sembari kursus ya siapa tahu dapet jodoh temen sekelas atau bahkan tutor pengajar?

Lebih penting dari semua di atas, ada beberapa hal yang perlu kamu ingat baik-baik kalau kamu berniat datang ke Pare. Ini dia!

 

1. Jangan pernah jatuh cinta di Pare! Begini lho penjelasannya...

uang dan waktu yang kamu habiskan di pare bukan untuk si dia, melainkan untuk dirimu sendiri. (Foto: Koleksi pribadi)

uang dan waktu yang kamu habiskan di pare bukan untuk si dia, melainkan untuk dirimu sendiri. (Foto: Koleksi pribadi) via http://google.com

Ada banyak kejadian orang-orang yang jatuh cinta di Pare dan sifatnya sering sementara atau lebih dikenal sebagai “cinta periode”. Jadi ketika kelas berakhir dan masing-masing pulang ke daerah asal, maka kandaslah hubungan; meskipun ada juga yang beruntung dan berujung ke pelaminan.

Kalau kamu memang niat dateng ke Pare untuk belajar, meraih ilmu dan menjemput cita-citamu, jadi ya fokus saja sama proses pengajaran di lembaga kursusmu. Di setiap hari kamu masuk ke kelas, niatkan secara tegas bahwa kamu datang kamu menang, Vini Vidi Vici!

Memenangkan tujuan awal kamu datang ke Pare yaitu untuk belajar bahasa, bukan untuk mencari cinta. Dengan mengulang-ulang niat “Vini Vidi Vici” dijamin di setiap harinya, mau semempesona apapun seseorang yang baru itu bakalan nggak ada apa-apanya dibanding keteguhanmu memenangkan pertempuran di dalam dirimu sendiri itu.

Ingat, uang dan waktu yang kamu habiskan di Pare bukan untuk si dia, melainkan untuk dirimu sendiri. Dan ingat pula bukankah ada yang sudah nungguin kamu di luar sana? Jadi jangan sampai karena kehadiran si orang baru ini kamu jadi lupa sama si dia.

 

2. Meskipun lebih dikenal sebagai kampung Inggris, tapi ada banyak bahasa yang bisa dipelajari di sana. Manfaatkan sebaik-baiknya, ya!

Berwisata bahasa di Pare Kediri. (Foto: Koleksi pribadi)

Berwisata bahasa di Pare Kediri. (Foto: Koleksi pribadi) via http://google.com

Pare kini semakin dikenal sebagai tempat wisata bahasa, karena ada begitu banyak kursus berbagai bahasa. Meskipun demikian ikon Kampung Inggris sudah terlanjur melekat di tempat yang sudah tidak bisa dibilang kampung lagi ini, mengingat ramainya pusat perbelanjaan, kafe dan tempat hiburan lainnya.

Kenapa disebut wisata bahasa? Karena selain ramainya kursusan Bahasa Inggris, mulai menjamurlah berbagai kursusan bahasa seperti Bahasa Arab, Bahasa Jepang, Bahasa German, Bahasa Korea, Bahasa Mandarin, dan lain-lain.

Memang jumlahnya belum sebanyak tempat kursus Bahasa Inggris, tapi peminatnya sudah cukup banyak. Kalau kamu jalan-jalan di sepanjang Jalan Brawijaya sampai Jalan Anyelir, kamu bakalan sering ketemu sama orang-orang yang komunikasinya bukan hanya dalam Bahasa Inggris, melainkan cas-cis-cus berbahasa Arab, dan lain-lain.

Beberapa lembaga kursus bahkan menyediakan tempat mondok alias nyantri sehingga para siswa tidak hanya belajar bahasa asing melainkan juga belajar ilmu agama. Bukan hanya bahasa yang bisa dipelajari di Pare, melainkan ilmu lainnya juga!

3. Tegaskan tujuanmu dan apa yang perlu kamu pelajari di Pare supaya pikiranmu fokus tak terbagi

Di pare mau ngapain? (Foto: Koleksi pribadi)

Di pare mau ngapain? (Foto: Koleksi pribadi) via http://google.com

Ada banyak kursusan yang tersedia di Pare, bahkan jumlahnya mencapai ratusan. Masing-masing memiliki keunggulan yang saling menjual, bahkan menawarkan janji-janji manis selepas kamu mengambil kursusan di sana.

Maka dari itu sebelum termakan rayuan setibanya di Pare ini, kamu perlu survey lebih dulu. Tujuanmu datang ke Pare ini untuk belajar apa, keperluannya apa, apakah kamu ingin belajar TOEFL atau IELTS sebelum kamu nantinya akan mengambil real test.

Atau kamu benar-benar ingin mempelajari Bahasa Inggris dari dasarnya, atau bahkan kamu hanya ingin belajar “Speaking” sehingga ngomong Bahasa Inggrisnya bisa cas-cis-cus kayak bule-bule.

Ada banyak program pilihan di berbagai kursusan di Pare. Mulai dari yang Translation, Speaking, Pronounciation, Grammar, Job Interview dan bahkan jika kamu punya banyak waktu kamu bisa mengambil semuanya. Jadi bertahun-tahun belajar Bahasa Inggris di sekolah kamu bisa diuji coba di sini. Perlu diingat kewajiban selama di Pare: kamu harus practice bercakap English setiap harinya.

Setiap kursusan memiliki keunggulannya masing-masing. Ada yang dikenal sebagai penghasil peraih beasiswa dengan para tutor yang akan mengajarkan TOEFL dan IELTS dengan baik. 

Ada juga yang dikenal sangat disiplin dan mampu mengajarkan Bahasa Inggris dari nol kepada para siswanya. Namun ada juga yang metode mengajarnya sangat menyenangkan karena diisi dengan permainan.

Di setiap kursusan selalu memiliki kelebihan serta kelemahan masing-masing. Namun yang terpenting adalah dirimu sendiri, akan seserius apa kamu dalam belajar maka itulah yang menujukkan kapasitasmu sesungguhnya di manapun kamu mengambil lembaga kursusan nantinya.

4. Jangan kaget kalau kamu akan menemukan banyak teman di sana. Sampai-sampai, kamu nggak akan punya waktu untuk dirimu sendiri

Pare itu miniaturnya indonesia. (Foto: Koleksi pribadi)

Pare itu miniaturnya indonesia. (Foto: Koleksi pribadi) via http://google.com

Di Pare ini kamu bakalan sibuk banget; sibuk belajar, sibuk bersosialisasi, bahkan sibuk sepedaan karena harus bolak-balik ke lembaga kursusan juga tempat makan. Hampir setiap aktivitasmu bakalan diisi sama orang-orang baru, mulai dari temen sekamar yang baru sampai temen sekelas bahkan temen ketemu di jalan yang baru.

Kamu bakalan jarang banget punya “me time” alias waktu untuk dirimu sendiri, ya kecuali kamu lagi di kamar mandi saja.

Karena Pare adalah tempat ideal untuk kamu mendapat banyak teman dari seluruh Indonesia, bahkan dari luar negeri juga ada! Maka manfaatkanlah kesempatan itu sebaik mungkin, bertemulah dengan orang-orang baru, berteman dengan baik, dan perluas jaringan sehingga kamu akan mendapat banyak pengalaman dan tentunya juga pengetahuan.

5. Biaya hidup di sana sangat terjangkau, buat kamu yang mau meminimalisir pengeluaran dan belajar menabung

Biaya hidup di pare sangat terjangkau. (Foto: Koleksi pribadi)

Biaya hidup di pare sangat terjangkau. (Foto: Koleksi pribadi) via http://google.com

Di Pare kamu bisa makan sehari hanya dengan 20 ribu rupiah. Nggak percaya? Ini beneran, tapi tentunya kamu juga harus tahu tempat di mana kamu bisa berhemat seperti itu.

Karena di Pare ini ada banyak pilihan tempat makan, mulai dari kafe mewah yang menjual makanan serta minuman di atas 10 sampai 20 ribu, sampai yang paling sederhana seperti di burjo atau warteg yang harganya hanya 5-10 ribu saja per porsi.

Untuk biaya kos juga tergantung kamu ingin tinggal di tempat seperti apa. Ada camp yang menyediakan tempat tidur untuk 2 sampai 9 orang dikamar! Hehe. Tapi ada juga tempat kos, homestay bahkan kontrakan yang lebih privat dan bisa dihuni 2 orang atau bahkan sendirian.

Kisaran harganya juga bervarisasi. Mulai dari 50 sampai 500 ribu. Ini kembali lagi ke pinter-pinternya kamu nyari tahu dan keliling untuk bertanya-tanya. Untuk transportasi utama di sini mayoritas memakai sepeda. Menyewa sepeda dimulai dari yang 50 sampai 200 ribu, tergantung kualitas sepedanya.

6. Kalau sudah penat sama suasana belajar, ada banyak pilihan untuk berwisata juga, lho

Jalan-jalan di kediri dan sekitarnya (Foto: Koleksi pribadi)

Jalan-jalan di kediri dan sekitarnya (Foto: Koleksi pribadi) via http://google.com

Di Pare ada beberapa travel penyedia jasa wisata ke tempat-tempat wisata di Jawa Timur seperti ke Kota Batu, Malang, Bromo, Kawah Ijen, Banyuwangi, Pacitan, bahkan sampai Pulau Bali. Dan kisarannya pun bervariasi mulai dari liburan ke Kota Batu yang hanya 150 ribuan sampai ke Pulau Bali yang 500 ribuan. Kalau kamu sudah penat banget sama suasana belajar, maka urusan liburan ini bisa jadi bahan pertimbangan sama teman-teman yang sama-sama butuh refreshing.

Tapi kalau mau yang deket-deket juga bisa, seperti Monumen Simpang Lima Gumul yang menjadi ikon Kota Kediri, sampai ke Gunung Kelud yang menawarkan pesona keindahan yang menyegarkan.

Dan rata-rata kalau tempat-tempatnya bisa dikunjungi dengan tempo waktu satu jam karena masih di sekitaran Kediri, kamu bisa menyewa motor. Ada banyak sekali tempat persewaan motor di Pare ini dan tarifnya pun mulai dari 50 ribu per 6 jam sampai 150 ribu per 24 jam.

7. Jangan pulang malam-malam, jaga norma dan kearifan penduduk lokal adalah yang terpenting

Jangan pulang malam ya di pare! (Foto: Koleksi pribadi)

Jangan pulang malam ya di pare! (Foto: Koleksi pribadi) via http://google.com

Masih ada beberapa lembaga kursusan yang membuat jam kursus malam, namun tidak pernah lebih dari jam 10. Begitupun jam pulang malam di beberapa camp dan kos-kosan, karena peraturan di Pare adalah larangan keluyuran di atas jam 10 malam.

Maka tidak heran jika ada ronda rutin di setiap malam dan beberapa pos kamling di persimpangan. Suasana pelajar di Pare memang harus dipertahankan, meskipun demikian masih ada juga sih beberapa anak muda yang bandel dan nongkrong sampai malam-malam.

Jadi kamu juga perlu hati-hati ya kalau pulang jangan sampai larut malam!

Intinya kamu datang ke Pare 'kan untuk belajar, jadi niat tersebut jangan sampai luntur hanya karena godaan-godaan kecil yang ada di Pare.

Semoga niat tulus belajar bahasanya dipermudah, ya! Karena Pare adalah tempat suci para pelajar Indonesia, dan katanya kalau sudah sekali ke Pare dijamin bakalan ingin balik lagi.