Menjadi guru PAUD merupakan hal yang mulia. Bagaimana tidak, selain ikut mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang tertuang dalam UUD, menjadi guru PAUD juga artinya ikut berinvestasi seumur hidup dalam mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak sehingga implikasinya, seorang anak yang distimulus aspek-aspek perkembangannya sejak dini, akan menjadi manusia yang tak hanya cerdas dari segi intekletualitasnya, tapi juga moral dan akhlaknya. By the way, sebelum tulisan ini bertransformasi menjadi makalah yang siap direvisi dosen, yuk cek beberapa fakta ini emang cuman mahasiswa jurusan PGPAUD yang khatam betul rasanya!

 

1. Para kaum hawa strong yang defisit kaum adam

http://www.shutterstock.com

http://www.shutterstock.com via http://www.shutterstock.com

Dari mulai ambil proyektor, jadi kahim, jadi divisi logistik di acara jurusan, jadi ketua tingkat yang selalu sibuk ngurusin birokrasi kelas.. kami kuat! Ingatan teman laki-laki yang jahil di tengah-tengah jam pelajaran, rasa-rasanya sudah terhapus permanen dari longterm memory. Yakali, sekelas kaum hawa semua,kak. Tapi dari sini kami belajar, bahwa jadi wanita tangguh itu luar bisa!

2. Mahasiswa jurusan PGPAUD juga berfilsafat!

http://www.shutterstock.com

http://www.shutterstock.com via http://www.shutterstock.com

Kata siapa mahasiswa jurusan PGPAUD cuma belajar nyanyi lagu anak-anak doang? nyatanya kami juga belajar filsafat pendidikan, belajar aliran-aliran filsafat. Progresivisme, Pragmatisme, Esensialisme, Konstruksionisme, Rekonstruksionisme dan isme-isme lainnya. Bahkan John Locke sudah kami anggap sebagai ayah kandung kami sendiri.

3. Nyatanya psikologi perkembangan adalah cabang ilmu paling fundamental dari pendidikan anak usia dini

http://www.shutterstock.com

http://www.shutterstock.com via http://www.shutterstock.com

Bukan hanya filsafat, mahasiswa PGPAUD juga belajar psikologi. Kami belajar psikologi perkembangan Elizabeth Hurlock, teori perkembangan kognitif Jean Piaget, hierarki kebutuhan Maslow. Kami belajar bagaimana agar anak dapat memenuhi tugas-tugas perkembangannya secara optimal. Tak tanggung-tanggung kami belajar psikologi perkembangan sampai 3 sks dalam seminggu, tambahan 10 sks untuk tugas hehehe. Dengan belajar psikologi perkembangan kami akhirnya tahu, bahwa mendidik anak tak hanya asal mendidik.

4. Kami menyadari bahwa memaksa anak untuk belajar sama dengan memperkosa haknya

http://www.shutterstock.com

http://www.shutterstock.com via http://www.shutterstock.com

Setelah masuk PGPAUD pikiran kami pun tercerahkan. Kami akhirnya menyadari memaksa anak mempelajari segala hal dengan dalih masa golden age adalah masa dimana anak akan dengan mudah mempelajari dan menguasai banyak kemampuan. Lupa bahwa pada hakikatnya hak seorang anak adalah bermain. Kami jadi tahu bahwa anak-anak yang kurang piknik dan diforsir untuk belajar padahal tidak sesuai tahapan perkembangannya akan mencetak manusia-manusia prokrastinator yang mengalami burn out pada belajar kelak. Naudzubillah!

5. Menantu idaman itu lulusan PGPAUD!

http://www.sisiuk.com

http://www.sisiuk.com via http://www.sisiuk.com

Oki Setiana Dewi, S2 Pendidikan Anak Usia Dini. Kalau Bu Oki Setiana Dewi guru PAUDnya, Kakak menolak masuk SD Ma!

 Ketahuilah the adams, bahwa ketika kalian selesai bimbingan skripsi dengan dosen, maka terbitlah bimbingan jodoh dengan orang tua.Tak ada yang lebih siap selain lulusan PGPAUD untuk menjadi ibu dari anak-anakmu kelak. Karena kami bukan hanya tulang punggung pendidikan anak usia dini, tetapi delegasi paling tepat dalam birokrasi rumah tangga.

Salam Pedagogik!