Kita semua tidak akan pernah terlahir di dunia yang begitu mengagumkan ini tanpa adanya pengorbanan seorang malaikat bernama Ibu. Kalian semua tentu memiliki panggilan istimewa yang berbeda-beda untuk seorang yang begitu mulia itu bukan? Ada yang memanggil ibu, mama, bunda, emak, mamak, nyak, umi, mami, bu’e dan mungkin masih ada yang memilliki panggilan keren lainnya. Tapi, pernah nggak sih kalian bertanya pada mereka bagaimana suka duka mereka ketika menjaga kalian sewaktu masih berada di dalam kandungan beliau? Sebagian besar yang diceritakan beliau adalah masa terindah dan bangga ketika di anugrahi malaikat kecil di dalam perutnya. Ya, beliau kerap kali menyebut kita malaikat kecil, padahal malaikat yang sebenarnya adalah beliau, seorang Ibu. Tak ada di dunia ini seorang manusia yang lahir tanpa adanya seorang ibu, kecuali Adam dan Hawa tentunya.

Ibu adalah seorang yang bisa jatuh cinta dengan sepenuh jiwa dan setulus hati tanpa perlu tahu bagaimana wujud sosok yang dicintainya itu. Entah berkulit hitam atau putih, berambut ikal atau lurus, ganteng atau cantik, beliau tidak mempermasalahkan semua hal itu. Beliau hanya terus menjaga, memastikan malaikat kecil yang ada di dalam kandungannya selalu sehat dan tumbuh dengan sebaik-baiknya. Nah, dalam penjagaan malaikat kecil tersebut, seorang ibu pasti mengalami masa suka duka, banyak sekali perubahan yang terjadi pada dirinya dan yang paling mengerti bagaimana rasanya ya pasti beliau semua. Yuk, ketahui suka duka yang beliau rasakan, agar kita tak henti berjuang untuk menjadi kebanggaan.

1. Morning Sickness Bikin Ngenes

morning sickness via https://www.rockthebabybump.com

Yups, morning sickness pasti di alami oleh mereka yang tengah mengandung. Hal ini biasanya terjadi pada trimester pertama. Tapi tahapan ini tidak juga sesuai dengan namanya ‘morning sickness’. Rasa mual, pusing, ingin muntah tidak hanya terjadi di pagi hari, tapi datangnya bisa kapan saja dan oleh faktor apa saja. Bisa karena aroma tak sedap, bisa karena aroma parfum sampai aroma sabun, bisa ketika mencium aroma masakan yang begitu menggoda malah mualnya tidak kira-kira. Betapa menderitanya ibu dulu ya, setiap hari hingga berminggu-minggu harus merasakan gejolak tak enak dalam perutnya. Tapi, beliau tetap menjaga kita dengan kasih sayangnya. Selalu mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi agar kita di dalam tidak sedikitpun kekurangan nutrisi.

Duh, makasih Ibu.

2. Sering Pengen Pipis Padahal Bukan Musim Dingin

tahan pipis via https://img.okezone.com

“HIV = Hasrat Ingin Vivis”

Advertisement

Hal ini juga di alami oleh mereka yang hamil pada trimester pertama, biasanya saat minggu keenam. Itu terjadi dikarenakan membesarnya uterus atau rahim dan terjadi penekanan pada kandung kemih. Kalian tahu tidak bagaimana kondisi kita saat minggu keenam di dalam janin Ibu saat itu? Tunas mungil mulai muncul pada diri kita  yang nantinya kan berkembang menjadi lengan dan kaki serta jari-jari kita yang kecil mungil. Tidak hanya itu, tabung saraf, sistem pencernaan dan pernapasan juga sudah mulai terbentuk.

Tapi hasrat ingin vivis tidak hanya terjadi pada minggu keenam, hal tersebut bisa saja terus berlanjut hingga kita yang di dalam sudah pandai melakukan tendangan yang tak tentu arah, bisa kanan, bisa juga depan. Dan ketika kita menyenggol kandung kemih Ibu kita, sudah pasti Ibu akan langsung menuju kamar mandi, tidak peduli pagi atau malam hari. Maafkan kita, Ibu.

Eh, tapi tendangan kita itu juga membuat hati Ibu berbunga-bunga bagai mengalami cinta pertama (cieee). Itu karena beliau tahu berati kita yang di dalam masih baik-baik saja dan sehat. Tak jarang beliau memamerkannya kepada ayah kita dengan begitu bangganya. Kalau zaman sekarang sih, diabadikan pakai hp supercanggih.

Yey!! Kita juga bangga punya malaikat hebat bernama Ibu.

3. Susah Buang Air Besar Alias Sembelit

susah buang air besar via http://ibudanmama.com

Kalau ini kebalikan  dari point yang kedua ya, tapi sama-sama menyiksa. Susah buang air besar ini disebabkan oleh meningkatnya hormon progesteron dalam sistem tubuh. Kasihan ya, Ibu. Padahal sudah berusaha makan yang berserat, yang bernutrisi, minum air putih yang banyak agar kita tidak kekurangan cairan walaupun sering pengin pipis tapi masih saja sembelit. Nah, di sini peran ayah bisa jadi sangat dibutuhkan. Ketika hari sudah larut malam, perut ibu mules banget, tapi susah keluar. Sakitnya sampai keringat keluar semua. Alhasil, sang ayah keluar deh tengah malam ke apotek untuk membeli obat. Ayah jadi superhero dadakan, ibu jadi semakin sayang sama ayah. Jadi, secara tidak langsung kita bikin ayah dan ibu jadi semakin saling cinta. Horee..!!

Tapi obat hanya ketika darurat, untuk setiap harinya Ibu mutlak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran supaya kita tidak kekurangan vitamin dan jadi anak yang kuat.

4. Wanita yang Mendadak Superseksi Sekali

berat badan naik via http://cdn.klimg.com

Saat kita berusia 10 minggu, biasanya si Ibu nafsu makannya mulai bertambah. Minggu berikutnya pun rasa mual sudah mulai berkurang kok. Ibu mulai sering lapar, itu karena kita semakin tumbuh besar. Barangkali bukan ibu yang mudah lapar, tapi kita yang berada di dalam perutnya, kan semakin butuh asupan yang lebih untuk tumbuh. Meningkatnya nafsu makan ibu sudah pasti menambah berat badan beliau, kita juga berpartisipasi sih dalam peningkatan berat badan beliau. Dan hal itu membuat beliau mendadak jadi wanita yang super seksi sekali. Beberapa bagian tubuh mulai membesar, seperti payudara, pantat, dan perut. Yeee..!!! Kan di dalamnya ada kita. Tak jarang ayah memuji keseksiannya. Ciee…

5. Muncul Keinginan Yang Tidak Biasa dan Kadang Sering Emosi Luar Biasa

“Yah, aku pengen makan mie ayam buatan kamu”

“Tapi aku kan nggak bisa bikin mie ayam, Sayang. Beli aja ya di tempat langganan kita. Nggak perlu nunggu lama”

“Nggak mau, pokoknya aku maunya buatan kamu”

(beberapa jam kemudian, sang istri yang sudah ketiduran pun dibangunkan)

“Sayang, ini sudah jadi mie ayamnya. Silakan dimakan.”

“Kasih sambal 5 sendok”

“Banyak banget, kamu kan nggak suka pedes”

“Aku maunya pedes!! Kasih 5 sendok!”

“Iya, iya. Udah nih, gih makan”

“Kamu yang makan, Sayang. Mau kan? Atau kamu nggak mau? Ini kemauan anak kita lho”

Dengan terpaksa tuh si Ayah melahap mie ayam yang rasanya sudah terjamin tidak karuan.

Siapa sih yang nggak kenal dengan istilah ngidam ? Tiba-tiba ingin begini, ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali (Eh, soundtracknya doraemon ya). Mood mereka juga bisa berubah dalam hitungan detik lho. Dari yang gembira, bisa jadi tiba-tiba manja luar biasa, lanjut ke sedih tiba-tiba (kayak ABG labil ya).

Tapi walaupun lagi ngidam, Ibu kita tetap memfilter mana yang diboleh dikonsumsi dan mana yang tidak boleh dikonsumsi kok. Ya, walaupun kadang harus menahan air liur supaya nggak ngiler. Saking cintanya beliau sama kita, sampai makanan kesukaannya pun benar-benar ditinggalkan. Bahkan tak jarang harus mengkonsumsi makanan yang tidak disukainya.

Sampai segitunya ya? Makasih Ibu, sudah menyayangi kita. Kita juga sayang Ibu.

Tak kumiliki sesuatu berharga

Untuk mama tercinta

Hanya ini kunyanyikan

Senandung dari hatiku untuk mama

Hanya sebuah lagu sederhana

Lagu cintaku untuk mama

Kenny – Cinta untuk mama

6. Sering Pusing Dan Insomdia. Eh..Insomnia Maksudnya

Umur kita sudah 16 minggu, mau tahu kondisi kita di dalam perut Ibu seperti apa? Di umur itu, jenis kelamin kita sudah bisa diketahui lho. Tulang dan otot kita juga sudah berkembang dan menjadi kuat. Selain itu, ternyata gerakan kita semakin aktif, kita mulai menghisap ibu jari kita, menguap, merenggangkan tubuh,, menelan, pipis, dan cegukan. Dan ketika cegukan, perut ibu tuh berdenyut terus. Rasanya bagaimana? Hanya Ibu yang tahu.

Tapi saat posisi kita menggemaskan seperti itu, Ibu malah kadang merasakan sakit dikepalanya. Itu karenakan volume darah yang bertambah, bisa juga dikarenakan lelah. Insomnia atau susah tidur juga beliau alami di minggu-minggu berikutnya. Hal itu dikarenakan kita yang semakin membesar dan ibu semakin susah menemukan posisi tidur yang nyaman tanpa menyakiti kita sedikitpun.

Tapi setelah kita segede ini, tanpa sengaja kita sering menyakiti ibu. Kami minta maaf, Ibu.

7. Sering Kontraksi, Merasakan Nyeri Hingga Sesak Napas

sakit pinggang via http://www.solusisehatku.com

Pada minggu ke 26, Ibu mulai merasakan nyeri dan pegal di bagian pinggang dan persendian tulang belakang. Nafas juga menjadi pendek menjadikan beliau mudah terengah-engah jika melakukan aktifitas yang sedikit berat. Dan seiring bertambahnya minggu, sakit punggung yang di alami juga semakin sering. Kadang Ibu juga merasa tidak nyaman akibat gerakan kita yang aktif, terutama ketika kaki kita berda di bawah tulang rusuk beliau. Tapi walau begitu, tak begitu dipermasalahkan oleh beliau. Sebab beliau semakin merasakan gerakan kita yang hampir seluruh ruang rahimnya di isi oleh kita.

Nyeri yang lain juga dirasakan oleh beliau, seperti nyeri pada pinggul, bokong atau panggul disaat kita berumur 35 minggu. Beliau juga semakin sulit tidur. Tapi beliau tetap setia mengelus kita yang berada di dalam perutnya, supaya kita tidurnya lelap mungkin.

Seperti udara, kasih yang engkau berikan

Tak mampu ku membalas..ibu..ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu

Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

Iwan Fals – Ibu

8. Malaikat Semesta Menanti Malaikat Kecil Menyapa Dunia

kebahagiaan via http://m.cumicumi.com

Umur kita sih kira-kira sudah 9 bulan, mulia sekali si Ibu mengendong kita selama itu. Kita aja gendong adik umur 6 bulan selama sehari sudah mengeluh luar biasa. Nah, di umur kita yang tepatnya 38 minggu, ibu semakin sering merasakan kontraksi. Tanpa sepengetahuan kita, ibu sudah menyiapkan segala keperluan kita dari popok, baju, tempat tidur, bedak, minyak telon, dan semuanya lengkap. Kehadiran kita telah dinantikan oleh keluarga, tak hanya ibu dan ayah, tapi juga kerabat lainnya.

Aku tidak bisa mendeskripsikan bagaimana sakitnya proses melahirkan, berjuang sekuat tenaga dan sepenuh hati agar kita mampu melihat dunia dan kelak menjadi kebanggaan semua orang. Malaikat kita bernama ibu, rela merasakan sakit yang luar biasa bahkan rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan kita. Satu sosok yang belum punya nama dan tidak pernah beliau tahu bagaimana wujud kita.

Tangan halus dan suci

Tlah mengangkat diri ini

Jiwa raga dan suluruh hidup

Rela dia berikan

Bunda – Potret

Dan saat kita telah lahir ke dunia beserta tangisan yang memekakan telinga juga membuat ibu berlinang air mata bahagia, dengan lembutnya beliau berkata, “Selamat datang di dunia ini, Sayang. Selamat melihat dunia, malaikat kecilnya Bunda”. Dan sebuag kecupan hangat mendarat di pipi halus kita.

Betapa beruntungnya kita memiliki malaikat bernama Ibu. Mereka menyebut kita malaikat, tapi siapa sebenarnya yang seorang malaikat? Bukankah beliau, malaikat yang begitu mulia itu. Bahkan hingga kita lahir ke dunia, sampai kita dewasa, menikah dan punya anak, Ibu tetap menjaga kita. Doa-doa terbaiknya tak akan pernah terhenti untuk kita selama beliau masih bernapas di dunia ini.

Sungguh apa yang kulakukan hingga saat ini tidaklah ada apa-apanya dibanding apa yang engkau lakukan kepadaku. Dalam hal kecil, aku sering mengeluh. Tapi mulai sekarang, aku akan terus berjuang agar kelak bisa engkau banggakan. Akan aku usap peluh tanpa keluh. Seperti engkau yang tak pernah mengenal lelah, akupun akan belajar untuk tidak menyerah, sebetapapun keadaan menginginkanku agar kalah. Aku tidak akan lagi membuatmu susah, apalagi membuat sepasang matamu jadi basah.

Terimakasih ibu, untuk segalanya. Bahkan hal sebesar apapun tak akan bisa membalas setiap kebaikan dan pengorbananmu. Terimakasih ibu, izinkanlah aku membahagiakanmu. Terimakasih ibu, aku menyayangimu dari puncak kepala hingga ujung kaki. Sebab aku tahu, surga berada di telapak kakimu, Ibu. Maafkan kenakalanku selama ini, bantu dan doakan aku agar bisa menjadi kebangganmu, Malaikat Semestaku.