Bagi para pecinta anime, tentu bukan hal yang asing lagi mendengar serial anime yang satu ini. Saitama, seorang pengangguran yang bercita-cita menjadi pahlawan, mencoba mewujudkan impiannya di kota Z. Berkat latihan dan tekad, dia menjadi sangat kuat. Anime ini menceritakan seorang pahlawan yang mempunyai kekuatan super karena bisa membunuh setiap musuhnya hanya dengan sekali pukulan.

Bagi yang belum menonton anime ini, buruan ditonton, highly recommended ! Banyak pelajaran dan pesan moral yang dapat kita petik dari karakter unik ini. Penasaran? Here it is..!

 

1. Di antara banyak profesi, dia lebih memilih menjadi pahlawan

Hanya ingin jadi pahlawan biasa

Hanya ingin jadi pahlawan biasa via http://www.onepunchman.org

Ada yang bilang, heroisme sudah menjadi sesuatu yang langka di zaman ini. Inilah yang mendorong Saitama untuk menjadi seorang pahlawan walaupun banyak yang tidak menghargai pengorbanannya.

Di kehidupan nyata, Kamu tidak perlu mengalahkan monster untuk dapat dianggap menjadi pahlawan. Cukup dengan perlakuan kecil, misalnya merelakan tempat duduk saat di angkutan umum, bersedekah kepada yang kurang mampu, bahkan hanya untuk melemparkan senyum dan sapaan pun akan berpengaruh besar terhadap orang lain.

Selalu ada setitik heroik dalam diri kita. Jadilah pahlawan dengan cara yang sederhana.

Karena perbuatan heroik sekecil apapun bisa sangat berarti bagi orang lain,

2. Meski dia karakter terkuat, Saitama tak sungkan memberi pujian dan berterima kasih

Jangan lupa mengucapkan terima kasih

Jangan lupa mengucapkan terima kasih via http://www.onepunchman.org

Sebagai pahlawan, Saitama pun pernah diselamatkan oleh temannya, Genos, yang jauh lebih lemah. Dia tak pernah sungkan untuk memuji dan berterimakasih.
Perhatikan sekelilingmu. Rasakan bantuan-bantuan kecil yang kamu dapat dari orang di sekitar kamu. Hargai dan apresiasi setiap pertolongan, pemberian dan perhatian yang diberikan orang lain kepada kamu meskipun dia tidak mengharapkannya, Ini akan mendorongmu dan dia untuk mau menolong orang lain lagi.

Berterima kasih dapat menjadi pengalaman yang sangat positif, baik bagi kamu maupun untuk penerimanya.

3. Hanya kamu yang bisa mengubah dirimu sendiri!

It comes from me

It comes from me via http://www.onepunchman.org

Saitama mengungkap rahasia kekuatannya berasal dari tekad yang datang dari dirinya sendiri untuk berubah menjadi lebih kuat. Keinginannya untuk menjadi kuat mendorongnya untuk mengubah dirinya dan pola pikirnya.

Banyak qoutes yang mendorong kita untuk menjadi diri kita sendiri. Tidak salah memang, tapi akan lebih baik jika pedoman yang kita pegang Be The Best Version of You karena perubahan mutlak dibutuhkan, Keluarlah dari zona nyaman mu kawan!

changes depend upon yourself.

4. Jangan mengharapkan apapun ketika berbuat baik

Episode 7 adalah yang paling dalam menyentuh perasaan menurutku. Perbuatan baik Saitama dibalas dengan pengucilan dirinya.

"Aku menjadi pahlawan bukan untuk dipuji! Aku menjadi pahlawan karena aku menginginkannya !

Jangan mengharap balas budi, dengan harapan bila kini kita berbuat kebaikan untuk menolong orang lain, maka kelak bila diperlukan, kita mengharapkan orang yang kita tolong akan membalas budi kepada kita. Karena bila hal ini dilakukan, maka kelak kita akan merasakan kekecewaan.

"Lakukanlah kebaikan, kemudian lupakanlah !" -TJIPTADINATA EFFENDI

5. Lari dari masalah bukan merupakan solusi!

Satu lagi yang bisa kita teladani dari karakter fiksi ini, One Punch Man tak akan lari dari masalah. Saat menghadapi Tuan Kanirante (episode 1), dia tak berniat menghindar ataupun lari. Masalah akan selalu ada, itu manusiawi.

Masalah terbesar dari sebuah masalah sebenarnya bagaimana Anda menyikapinya, bukan pada masalahnya. Menghindari masalah tidak akan memperbaiki apapun. Hadapi masalahmu daripada memendamnya. Memendam permasalahan itu ibarat bom waktu yang suatu saat akan meledak.

“If a problem is fixable, if a situation is such that you can do something about it, then there is no need to worry. If it's not fixable, then there is no help in worrying. There is no benefit in worrying whatsoever.”