Aku dilahirkan dan dibesarkan di tanah Jawa dengan segala kebudayaannya termasuk kepercayaan dan mitos-mitosnya. Memaksaku untuk bertekuk lutut tanpa bisa berbuat banyak. Jangankan untuk membela orang lain, membela diriku sendiri pun aku tak kuasa.

Aku berdiri, nanar menatap sekitarku, ingin rasanya marah membabi buta. Namun siapa yang akan kusalahkan? Nenek moyang yang membuat aturan yang kadang ngak masuk diakal ku.

Semua  berawal dari sini, "Kebo Mbalik Kandang" dalam bahasa Indonesia disebut Kebo yang pulang ke kandangnya.

 

1. Aku mengenalnya karena dia juniorku, dan aku pun jatuh hati padanya.

http://muslimah.web.id

http://muslimah.web.id via http://muslimah.web.id

Bukan hitungan hari aku jatuh hati padamu. Pada sosok lelaki yang tak pernah kubayangkan akan mampu membuatku menjadi seperti sekarang. Karena kamu lebih muda dariku tak membuatku menerima ajakanmu saat mengutarakan rasamu untukku.

Aku menerima dengan perasaan bungah dan bahagia. Tak pernah kubayangkan sebelumnya kisah kita seperti ini. Dalam bayanganku kisah kita laksana putri dan pangeran di dunia dongeng. Tapi nyatanya aku yang terlalu senang hidup di dunia fairy tale tanpa menelan nyata yang ada didepan mata.

2. Kuutarakan hubungan kita ini pada orangtuaku.

www.merdeka.com

www.merdeka.com via http://www.merdeka.com

Aku yang terlalu percaya diri mengutarakan hubungan kita pada orang tuaku, pun dirimu yang bercerita tentang ku kepada orang tuamu. Bukan raut muka bahagia ataupun sumringah yang terpancar dari raut muka tua mereka tapi amarah dan bentakan yang harus kita terima.

Reaksi yang sungguh tak pernah ku bayangkan sebelumnya. " Kalo kamu pacaran dengan laki-laki itu, namanya kebo balik kandang, ngerti ora jenenge kebo mbalik kandang hah" bentak orang tuaku padaku.

Iya aku tau istilah itu "Kebo mbalik kandang" yang dalam mitos jawa berarti ayahmu lahir dari desa dimana ayahku dilahirkan dan dalam adat jawa ini berarti aku membunuh orang tuaku sendiri jika aku nekat menikah dengannya.

Kepercayaan macam apa ini, aku berpendidikan tapi aku kalah dan hanya diam. Kau pun sama.

3. Ingin rasanya aku menyalahkan siapa saja yang ada dibelakang istilah "kebo mbalik kandang".

masgege.blogspot.com

masgege.blogspot.com via http://masgege.blogspot.com

Diam dan hanya diam yang bisa aku lakukan. Ingin rasanya marah, lantas pada siapa amarah ini aku utarakan?

Pada orang tuaku yang mempunyai kepercayaan kolot yang membuat aku tak menderita? ataukah kepada nenek moyang yang sudah membuat aturan tak masuk akal karena dalam agama yang kupercaya tak ada istilah yang seperti itu.

Emmm, aku tak mungkin menyalahkan serta menghujat Tuhan atas skenario yang tak mulus ini. Kenapa aku harus dilahirkan ditengah-tengah masyarakat yang masih kolot seperti ini.

4. Kamu dan aku tau, kita masih mempunyai kekuatan "Doa".

herbal-id.com

herbal-id.com via http://herbal-id.com

Ya, kita masih bertahan ditengah-tengah amarah dan ketidak setujuan mereka. Karena kita percaya kita masih mempunyai kekuatan doa. Aku percaya ketika aku tak mempu mengubah hati seseorang, Tuhan akan mampu melakukannya.

"Ubahlah hati kedua orang tua kami ya Tuhan, sungguh tiada tempat ku meminta selain padaMu."

5. Sampai hari ini kita masih berdoa.

aslibumiayu.workpress.com

aslibumiayu.workpress.com via http://aslibumiayu.workpress.com

Aku tau Tuhan punya maksud mempertemukan kita, aku tau kita masih mempunyai kekuatan doa yang membuat kita semakin kuat setiap harinya. Sampai detik ini pun aku masih mendoa untuk semua yang tidak mungkin untuk dimungkinkan. Karena aku percaya.